Kompas.com - 12/04/2016, 20:31 WIB
Puluhan warga Pasar Ikan terpaksa tinggal di perahu nelayan. Kebanyakan warga berprofesi sebagai nelayan. Kompas.com/David Oliver PurbaPuluhan warga Pasar Ikan terpaksa tinggal di perahu nelayan. Kebanyakan warga berprofesi sebagai nelayan.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang terkena dampak penggusuran, saat ini menempati perahu nelayan yang ada di pinggiran tanggul perairan Sunda Kelapa.

Dari pantauan Kompas.com, terlihat puluhan perahu nelayan terparkir rapi di pinggiran tanggul. Tampak pula berbagai macam peralatan rumah tangga, seperti televisi, kasur, dan pakaian tersusun di atas perahu tersebut.

Basri, misalnya, warga RW 4, RT 12, Kelurahan Penjaringan ini mengaku sudah dua hari dirinya beserta keluarganya tinggal di atas perahu tersebut.

"Saya sudah dua hari di sini, anak istri serta cucu saya juga tinggal di atas perahu ini," kata Basri, Selasa (12/4/2016).

Basri mengatakan, bersama keluarganya, dia terpaksa tinggal di atas perahu disebabkan rusun yang diberikan Pemprov jaraknya terlalu jauh dari tempat mata pencariannya.

Sehari-hari, Basri menafkahi keluarganya dari hasil melaut. Rusun yang diberikan ialah di Rusun Marunda. (Baca: Ahok Diminta Buktikan Lahan Pasar Ikan Milik Negara)

"Saya ini nelayan, rusun yang dikasih jauh sekali Mas jaraknya. Kalau boleh ya nanti saya buat gubuk-gubuk kecil, Mas," kata Basri.

Selain Basri, ada juga Fahri yang membawa serta anak dan istrinya untuk tinggal di atas perahu. Fahri memiliki dua buah perahu yang biasa digunakannya untuk melaut dan menjadi pemandu bagi wisatawan yang datang.

Sudah dua hari Fahri bersama anak dan istrinya tinggal di atas perahu. Untuk mandi, dia memanfaatkan masjid yang ada di Luar Batang. Namun, Fahri tak tahu sampai kapan dirinya akan bertahan di atas perahu nelayan.

"Saya enggak tahu sampai kapan, Mas, mungkin sampai pemerintah memperhatikan saya," kata Fahri. (Baca: DPRD Akan Panggil Pihak Pemprov DKI Terkait Penertiban Pasar Ikan)

Kompas TV Pasca Digusur Warga Tinggal di Perahu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.