Kompas.com - 18/05/2016, 09:42 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar razia penertiban kendaraan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014). Puluhan angkutan umum tidak layak beroperasi terjaring dalam razia itu. KOMPAS.com/FITRI PRAWITASARIDirektorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar razia penertiban kendaraan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014). Puluhan angkutan umum tidak layak beroperasi terjaring dalam razia itu.
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya selama 14 hari. Operasi tersebut digelar mulai 16-29 Mei 2016. Pada hari pertama operasi tersebut, Selasa (17/5/2016), ribuan kendaraan ditilang karena melanggar lalu lintas.

"Jumlah kendaraan yang ditilang pada hari kedua sebanyak 6.502 kendaraan, sedangkan yang dikenakan sanksi berupa teguran sebanyak 640 kendaraan," ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5/2016).

Budiyanto menambahkan dari hasil penindakan sanksi tilang tersebut, sebanyak 2.312 Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 4.156 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) disita.

"Ada 34 sepeda motor yang disita karena didapati tidak memiliki surat-surat kendaraan," ucapnya.

Budiyanto mejelaskan dari 6.502 kendaraan yang dikenakan sanksi tilang, mayoritas adalah pengemudi sepeda motor yakni berjumlah 4.582 sepeda motor.

Selain itu juga didapati 129 bus, 517 mikrolet, 116 metro mini, 273 kendaraan barang, 303 taksi, 581 mobil pribadi yang ditilang.

"Jenis pelanggarannya masih sama seperti kemarin, rambu-rambu lalu lintas paling banyak dilanggar yang angkanya mencapai 4.241,” kata Budiyanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, jenis pelanggaran lainnya seperti, tidak menggunakan sabuk pengaman, helm, penggunaan ponsel, tidak menyalakan lampu di siang hari dan tidak ada kelengkapan surat-surat, ada 2.261 pelanggaran.

Selain menindak para pelanggar lalu lintas, Budiyanto mengatakan pada Operasi Patuh Jaya hari pertama ada delapan tujuh kecelakaan lalu lintas. Tujuh kecelakaan lalu lintas tersebut menimbulkan 7 korban, yang terdiri dari dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan tiga orang luka ringan.

"Kerugian materiil dari laka lantas tersebut diperkirakan sebesar Rp 41. 200.000," jelasnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

Megapolitan
Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Tambah 554 Kasus di Kota Tangerang, 6.885 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Juli: Tambah 554 Kasus di Kota Tangerang, 6.885 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 8.360

UPDATE 24 Juli: Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 8.360

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X