Bocah Korban Pencabulan dari Penghina Jokowi Bertambah

Kompas.com - 12/07/2016, 20:55 WIB
Muhammad Arsyad saat mendatangi Mabes Polri,Jakarta, Selasa (4/11/2014) FATHUR ROCHMANMuhammad Arsyad saat mendatangi Mabes Polri,Jakarta, Selasa (4/11/2014)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Muhammad Arsyad alias Imen (26), yang dua tahun lalu pernah jadi tersangka penghina Presiden Jokowi, yang kini ditahan karena diduga menyekap seorang anak perempuan 10 tahun (F). Korban Arsyad ternyata bukan hanya F. Polisi mengatakan, pria itu pernah melakukan hal serupa terhadap K, yang juga masih di bawah umur.

Kapolres Depok, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, peristiwa yang menimpa K terjadi pada 5 Juni lalu, atau lima hari sebelum Arsyad berusaha memperkosa F. Seperti F, K yang tinggal di Cimanggis juga dibawa ke Puncak untuk diperkosa.

(Lihat: Penghina Presiden Jokowi Culik Anak Perempuan 10 Tahun.)

Harry mengatakan pada Selasa (12/7/2016), bahwa K tak sampai diperkosa karena tersangka pelaku kemudian menilainya masih terlalu kecil. K pun dipulangkan. "Sempatlah dicium-cium...," kata Harry.

K sebelumnya dilaporkan hilang oleh orangtuanya. Setelah tak jadi diperkosa, Arsyad memberi ongkos Rp 100.000 untuk ojek pulang K ke rumahnya. Orangtua bocah itu kemudian mencabut laporan setelah K pulang.

"Kami sedang minta orangtua K untuk membuat laporan lagi," ujar Harry.

Arsyad ditahan Senin kemarin, saat sedang berusaha mencabuli F di Villa Rindu Alam, Puncak. F berontak dan berteriak-teriak. Warga yang curiga pun segera memergoki aksi Arsyad dan menyeret dia ke polisi.

Arsyad sempat dijadikan tersangka oleh Mabes Polri pada 2014 karena mengunggah montase gambar hasil rekayasa yang melecehkan Joko Widodo dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri melalui akun Facebook-nya.

Pemuda yang biasa berjualan sate itu kemudian mendapatkan penangguhan penahanan pada 3 November 2014, setelah ditangkap dan ditahan di Mabes Polri di Jakarta selama 12 hari. Presiden Joko Widodo memaafkan Arsyad, bahkan Iriana Widodo memberikan uang santunan kepada keluarga Arsyad.

"Tersangka pernah diamankan oleh Bareskrim Polri atas tuduhan pornografi dan penghinaan atas tindakannya mengunggah gambar hasil rekayasa yang menunjukkan Presiden Joko Widodo beradegan seksual dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri pada akhir tahun 2014," ujar Harry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Megapolitan
Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Megapolitan
Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Megapolitan
Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Megapolitan
Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Megapolitan
Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Megapolitan
Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Megapolitan
Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Megapolitan
Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Megapolitan
Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Megapolitan
Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Megapolitan
Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Megapolitan
Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X