Pendukung Risma di Jakarta dan Surabaya Akan Berkumpul di Taman Mini

Kompas.com - 05/08/2016, 20:53 WIB
Relawan Tri Rismaharini, Jaklovers, melakukan aksi untuk memanggil Risma ikut Pilkada DKI 2017. Jessi Carina Relawan Tri Rismaharini, Jaklovers, melakukan aksi untuk memanggil Risma ikut Pilkada DKI 2017.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Relawan pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berada di Jakarta dan Surabaya akan berkumpul, Sabtu (6/8/2016). Ketua "Jakarta Love Risma" (Jaklovers) Neno Warisman menjelaskan pertemuan itu akan dilaksanakan di Museum Listrik, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

"Kami dari Jakarta ada (komunitas) Paris, Baris, Kharisma, dan Jaklovers, besok kami gagas kumpul rame-rame. Sekalian ada delegasi dari Surabaya, ya wes sekalian ketemuan arek-arek Surabaya," kata Neno, saat dihubungi wartawan, Jumat (5/8/2016).

Neno mengaku tidak mengenal perwakilan warga Surabaya yang akan datang ke Jakarta. Jaklovers, kata dia, akan dengan senang hati menyambut kedatangan mereka.

Dia menjelaskan sebanyak 45 warga Surabaya yang akan menghadiri acara tersebut mewakili lembaga dan komunitas.


"Tapi saya belum kenal, enggak tahu juga. Baru mau kenalan besok," kata Neno.

Pertemuan itu diselenggarakan dengan menggunakan biaya secara patungan sesama relawan.

"Ini hadiah dari Allah SWT atas kesungguhan sampai orang Surabaya mau datang, mudah-mudahan semua pendukung ini bergabung bersama supaya suara kami lebih besar. Meski Jaklovers baru dua minggu, tapi Jaklovers punya pengaruh yang besar kepada masyarakat," kata Neno.

Risma digadang-gadang sebagai pesaing petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mempertimbangkan nama Risma untuk mengusung sebagai calon gubernur.

Namun hingga kini PDI-P belum memutuskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung. Berdasarkan survei yang dilakukan Laboratorium Psikologi Politik UI (LPP-UI), leadership, komitmen dan governability Risma dinilai lebih baik daripada Ahok, sapaan Basuki.

Survei tersebut dilakukan terhadap 215 responden yang terdiri dari para pakar, akademisi, profesional, pers, tokoh masyarakat, aktivis mahasiwa dan tokoh masyarakat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X