Proses Hukum terhadap Penghadang Kampanye Diharapkan Jadi Pembelajaran

Kompas.com - 05/12/2016, 17:44 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/12/2016). Akhdi Martin PratamaCalon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/12/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjalani pemeriksaan hampir selama dua jam di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin (5/12/2016). Ia diperiksa terkait kasus penghadangan kampanyenya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Jumat (25/11/2016) lalu.

Saat keluar dari Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Djarot mengatakan dirinya ditanyai penyidik seputar kronologi penghadangan tersebut. Dia ditanyai penyidik 18 pertanyaan.

"Ada 18 pertanyaan dan sudah kami berikan data, sebagai saksi gitu ya," ujar Djarot seusai menjalani pemeriksaan.

Djarot mengatakan, dalam laporan kali ini  terlapornya berinisial R yang merupakan warga Petamburan, Jakarta Pusat.

Pasangan dari Basuki Tjahaja Puranama atau Ahok ini berharap kejadian penghadangan tersebut tidak terjadi lagi. Djarot berharap, penangkapan itu sebagai pembelajaran demokrasi bagi warga DKI.

"Kita ingin betul-betul dalam demokrasi ini sebetulnya ingin memberikan pembelajaran politik yang baik, pembelajaran demokrasi," kata dia.

Djarot mengatakan, kasus Petamburan merupakan kasus kedua setelah sebelumnya warga Kembangan Utara, Jakarta Barat berinisial NS ditetapkan sebagai tersangka penghadangan kampanye dirinya.

"Kami berharap di kemudian hari tidak ada lagi. Ini baru awal dan saya tidak mau nanti kalau pas pemilihan tanggal 15 Februari, jangan ada upaya pengadangan pada pendukung paslon tertentu untuk masuk ke TPS," kata Djarot.

Penghadangan di Petamburan merupakan penghadangan kampanye keenam yang dialami Djarot. Jumat lalu itu, saat penghadangan terjadi, Djarot sedang melakukan blusukan ke Jalan Administrasi II, RT 009, RW 012, Kelurahan Petamburan.

Saat blusukan di Petamburan itu, Djarot menyusuri sejumlah jalan hingga masuk Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang. Saat berada di pintu air Petamburan di RW 05 Kelurahan Petamburan, muncul sekelompok warga yang menghadang Djarot.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Djarot dan rombongan memilih memutar balik dan melanjutkan blusukan ke Kelurahan Bendungan Hilir, yang terletak di seberang rel kereta.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Megapolitan
5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Megapolitan
FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X