Kompas.com - 19/12/2016, 20:24 WIB
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus makar di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12/2016). Nibras Nada NailufarSekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus makar di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai diperiksa selama 1,5 jam, Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi mengatakan kepada awak media bahwa ia banyak ditanya soal hubungannya dengan Ratna Sarumpaet yang menjadi tersangka kasus dugaan makar.

Rusdi menjawab 14 pertanyaan penyidik. "Ditanya sejak kapan kenal, apakah ada kerja sama segala macam. Saya jawab, kita kenal sejak peringatan acara 17 Agustus di Kampung Akuarium, isu penggusuran, kemudian juga tentang isu reklamasi di Gedung Joeang," kata Rusdi di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12/2016).

(Baca juga: Temani Sekjen KSPI Diperiksa, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tak Terlibat Makar)

Penyidik juga bertanya kepada Rusdi apakah Ratna sempat mengajak massa buruh untuk menggeser aksi 2 Desember ke Kompleks Parlemen. Rusdi lantas membantah adanya ajakan tersebut.

Ia juga membantah pernah mengikuti pertemuan dengan para tersangka dugaan makar di Universitas Bung Karno dan Hotel Sari Pan Pacific.

"Buruh tidak pernah berpikir ke makar, tidak ada rencana buruh makar, sejauh ini kita lihat tidak ada upaya untuk gerakan makar terhadap negara," ujar Rusdi.

(Baca juga: Penuhi Panggilan Polisi, Sekjen KSPI Bingung Dikaitkan dengan Makar)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyampaikan, ribuan buruh pada 2 Desember 2016 melaksanakan aksi karena marah dan memprotes keras upah minimum di sejumlah daerah yang batal dinaikan pada November.

Isu lain yang diprotes buruh adalah PP 78 Tahun 2015.

"Buruh turun tanggal 2, tettapi tempatnya terpisah, dengan agenda terpisah, dan kita aksi sekitar ada 10.000 sampai 20.000 massa di sekitar Tugu Tani. Sebagian enggak bisa masuk karena di Tugu Tani itu jam delapan, jam sembilan sudah penuh," ujarnya.

Para tersangka

 

Dari 11 orang yang ditangkap pada 2 Desember 2016, tujuh di antaranya disangka melakukan upaya makar.

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.