Kompas.com - 06/04/2017, 18:32 WIB
Akses jalan menuju sebuah rumah seharga Rp 350 juta yang berlokasi di Gang Muara 1, Jalan Muara, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tampak jalan masih dapat dilalui sebuah mobil. Foto diambil pada Jumat (31/3/2017) Kompas.com/Alsadad RudiAkses jalan menuju sebuah rumah seharga Rp 350 juta yang berlokasi di Gang Muara 1, Jalan Muara, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tampak jalan masih dapat dilalui sebuah mobil. Foto diambil pada Jumat (31/3/2017)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno menyatakan rumah tapak seharga Rp 350 juta di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan masuk dalam kriteria rumah yang layak masuk program rumah tanpa DP (DP 0).

Menurut Sandi, rumah tersebut menjadi opsi bagi warga menengah yang ingin ikut program DP 0. Namun enggan tinggal di hunian vertikal dan tetap menginginkan rumah tapak.

"Tidak dipungkiri ada rumah-rumah di Jagakarsa atau di daerah Jakarta Barat bagian barat yang masih di bawah Rp 350 juta. Itu jadi opsi bagi warga yang ingin memiliki rumah terjangkau, tapi enggak vertikal," kata Sandi di Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).

Dalam program rumah DP 0 yang diusungnya, pasangan Anies-Sandi menjanjikan akan membiayai pembayaran DP (down payment) bagi warga yang membutuhkan hunian dengan harga tak lebih dari Rp 350 juta.

Pembiayaan hunian dengan harga tersebut berlaku baik untuk rumah tapak maupun rumah vertikal. Pekan lalu, Kompas.com menemukan masih ada rumah-rumah dengan harga Rp 350 juta ke bawah di Jakarta.

Baca: Rumah di Jaksel Ini Dihargai Rp 350 Juta dengan Akses Bisa Dilintasi Mobil

Salah satunya berlokasi di Jagakarsa. Namun rumah tersebut bukanlah rumah yang berada di lingkungan perumahan. Jalan aksesnya juga sempit dan tidak bisa dilalui mobil. Walaupun demikian, Sandi menilai hal tersebut bukan masalah.

Ia pun yakin seorang Gubernur ataupun Wakil Gubernur akan bisa berkoordinasi dengan Bank untuk membahas hal tersebut.

"Memang ini agak di pinggir Jakarta dan harus melewati jalan sempit. Tapi dengan sistem transportasi yang terintegrasi, walauoub di pinggir Jakarta masih bisa secara ekonomis hadir di pusat kota," ujar Sandi.

Kompas TV Mungkinkah Harga Rumah Layak Rp 350 Juta di Jakarta?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Pedagang Roti Jadi Korban Begal di Bekasi, Saksi Sebut Pelaku Masih Remaja

Megapolitan
 Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Banjir Tak Surut dalam 6 Jam Seperti Janji Anies, Ini Penjelasan Wagub DKI

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Megapolitan
Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Megapolitan
Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Megapolitan
Pelaku Cabul 'Bruder Angelo' Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Pelaku Cabul "Bruder Angelo" Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tak 'Panic Buying' agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Megapolitan
Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Megapolitan
Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul 'Bruder' Angelo Ajukan Banding

Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul "Bruder" Angelo Ajukan Banding

Megapolitan
SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

Megapolitan
2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

Megapolitan
Vonis 14 Tahun 'Monster Cabul' Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Vonis 14 Tahun "Monster Cabul" Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Megapolitan
Seorang Wanita dan Pacarnya Diserang Begal di Plumpang, Disabet Parang lalu Lari Dikejar Pelaku

Seorang Wanita dan Pacarnya Diserang Begal di Plumpang, Disabet Parang lalu Lari Dikejar Pelaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.