Kompas.com - 03/08/2017, 17:18 WIB
Sayap pesawat Lion Air Boeing 737-900 terlihat rusak setelah bersenggolan dengan Wings Air di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Kamis (3/8/2017) istimewaSayap pesawat Lion Air Boeing 737-900 terlihat rusak setelah bersenggolan dengan Wings Air di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Kamis (3/8/2017)
|
EditorEgidius Patnistik

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjanjikan akan segera mencari tahu penyebab terjadinya senggolan dua pesawat di bawah naungan Lion Air Group, yaitu Lion Air JT 197 dan Wings Air IW 1252, di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (3/8/2017) siang.

"Nanti dilihat, ini kecerobohan siapa. Saya juga ingin mengimbau kepada pilot supaya hati-hati," kata Budi saat ditemui Kompas.com di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis sore.

Lihat juga: Pesawat Lion Air dan Wings Air Bersenggolan, Sayap Kedua Pesawat Rusak

Budi mengatakan, pihaknya telah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab peristiwa itu.

Pesawat Lion Air JT 197 memiliki rute penerbangan Banda Aceh-Medan, sementara pesawat Wings Air IW 1252 hendak terbang dari Medan menuju Aceh. Sayap kedua pesawat itu rusak parah dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi sementara, senggolan pesawat terjadi karena jarak keduanya terlalu dekat dan tidak ada ruang yang cukup di landasan pacu atau runway di sana.

"Tolong hati-hati, karena pilot profesi yang sangat penting, sangat mengandalkan kompetensi. Tentunya kami akan melihat siapa yang bersalah," kata Budi.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu. Usai senggolan, seluruh penumpang dan awak kedua pesawat langsung dievakuasi.  Aktivitas bandara sempat ditutup dan mengalami penundaan jadwal terbang sekitar 20 menit.

Penumpang Wings Air sebanyak 66 orang mendapat pilihan full refund di tempat atau reschedule. Sementara penumpang Lion Air (144 orang) dari Banda Aceh menuju Medan dan memiliki penerbangan lanjutan menuju kota lain akan diterbangkan menggunakan maskapai Lion Air Group yang lain, yaitu Batik Air ataupun Lion Air di jadwal berikutnya pada hari yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Akut Misterius...

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Akut Misterius...

Megapolitan
Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Megapolitan
Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Megapolitan
Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Megapolitan
Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Megapolitan
Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Megapolitan
Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Megapolitan
Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Megapolitan
Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.