Kompas.com - 11/08/2017, 19:17 WIB
Nenek yang juga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kerap
meminta-minta di Balai Kota DKI Jakarta diangkut oleh Dinas Sosial DKI
Jakarta, Kamis (1/9/2016). Kurnia Sari Aziza
Kurnia Sari AzizaNenek yang juga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kerap meminta-minta di Balai Kota DKI Jakarta diangkut oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, Kamis (1/9/2016). Kurnia Sari Aziza
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitas Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Widia Rusiana mengatakan, akan gencar melakukan operasi malam untuk menjaring Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Kami akan gencarkan lagi operasi malam agar di bulan selanjutnya dapat meminimalisir seminim mungkin keberadaan PMKS di Jakarta Utara,” kata Widia dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (11/8/2017).

Widia mengatakan, selama ini, operasi pada malam hari terkendala kurangnya tim operasional.

Terkait upaya mengurangi PMKS di jalanan, Widi pun telah mengantongi wilayah-wilayah mana saja yang masih terdapat banyak PMKS. Wilayah tersebut antara lain Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jalan Kramat Raya (Koja), dan sejumlah jalan di Tanjung Priok.

Baca: Jumlah PMKS yang Terjaring Razia Menurun pada Ramadhan Kali Ini

Adapun jumlah PMKS yang terjaring di wilayah Jakarta Utara meningkat selama Juli 2017.

“Pada bulan Juli 2017 tercatat 126 PMKS terjaring sedangkan pada bulan Juli 2016 hanya 105 PMKS, memang ada peningkatan bila mengacu pada bulan Juli," ujar dia.

Kendati demikian, jika dihitung secara total sejak Januari hingga Juli 2017 jumlah PMKS di Jakarta Utara tercatat 851 orang.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan periode sama pada 2016 yang mencapai angka 1.227 orang.

Adapun PMKS yang terjaring meliputi gelandangan, pengemis, pengamen, pemulung, wanita tuna susila, penyandang disabilitas, waria, psikotik, orang terlantar, lansia terlantar, dan parkir liar.

Baca: Warga Diimbau Tak Berikan Sesuatu kepada PMKS di Jalan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.