Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres Kurang Paham UU Rumah Sakit

Kompas.com - 25/09/2017, 17:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyampaikan hasil investigasi audit medik terhadap RS Mitra Keluarga Kalideres atas kasus meninggalnya bayi Tiara Debora, di Kantor Dinkes, Jalan Kesehatan, Senin (25/9/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyampaikan hasil investigasi audit medik terhadap RS Mitra Keluarga Kalideres atas kasus meninggalnya bayi Tiara Debora, di Kantor Dinkes, Jalan Kesehatan, Senin (25/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim investigasi yang melakukan audit manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres dalam kasus meninggalnya bayi Tiara Debora mendapatkan sejumlah hal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto dala jumpa pers di kantornya, Senin (25/9/2017).

"Pertama, kurangnya pemahaman direktur tentang peraturan perundangan terkait perumahsakitan," ujar Koesmedi.

Hasil lainnya, tim audit manajemen tidak menemukan regulasi yang dibutuhkan tiap rumah sakit di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Baca: RS Mitra Keluarga Kalideres Diberi Sanksi Rombak Manajemen hingga Pimpinannya

Misalnya prosedur pemberian informasi, kriteria pembiayaan pasien masuk IGD di luar pasien umum dan asuransi, prosedur rujukan pasien, serta prosedur pelayanan pasien risiko tinggi.

Terdapat 13 regulasi yang dibutuhkan, tetapi ternyata tidak dimiliki oleh RS Mitra Keluarga Kalideres.

Hasil investigasi terakhir adalah tidak adanya diklat mutu pelayanan dan pelatihan untuk direksi dan pimpinan rumah sakit.

"Kesimpulannya rumah sakit belum membuat regulasi tata kelola rumah sakit sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Koesmedi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X