Korban Kebakaran Tewas karena Berusaha Selamatkan 11 Anjing Piaraannya

Kompas.com - 01/04/2018, 18:31 WIB
Rumah yang terbakar di Jalan Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Minggu (1/4/2018). KOMPAS.com/RIMA WAHYUNINGRUMRumah yang terbakar di Jalan Perumahan Taman Kota, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Minggu (1/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua korban tewas dalam kebakaran yang terjadi di Jalan Perumahan Taman Kota, RT 16 RW 05, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis (29/3/2018) disebut karena menolak dievakuasi.

"Sebenarnya semua pengurus maupun warga sudah mengevakuasi. Cuma dianya enggak mau, mungkin dikira (kebakaran) enggak nyampe (rumahnya) sana. Berkali-kali diminta enggak mau keluar rumah," kata Ketua RT 16, Paino, kepada Kompas.com pada Jumat (1/4/2018).

Dua dari empat anggota keluarga selamat, sementara dua lainnya yaitu Ah Pong (70) dan Jok Nam (40) nyawanya tak tertolong. Rumah tersebut tak hanya sebagai hunian tapi juga tempat usaha pengemasan lem paralon.

"Di sana tinggal empat orang. Yang satu memang enggak ada di rumah. Dua orang ibu dan anak yang di dalam. Satu lagi keluar menyelamatkan anjing," kata Paino.

Usaha penyelamatan kedua korban juga dilakukan oleh Jayus, tetangga depan rumah. Pria berusia 50 tahun tersebut melihat pemilik rumah berusaha menyelamatkan anjing-anjingnya yang berjumlah sekitar 11 ekor.

"Mereka mau menyelamatkan anjing peliharaannya. Saya sempat nyoba menyelamatkan, tapi api udah dekat sama saya, saya lompat," kata Jayus.

Ia menyebutkan berusaha melakukan penyelamatan saat itu ke arah balkon rumah, tempat korban menyingkir dari api. Namun, semburan api semakin dekat dan tak tertolong.

"Api udah di belakang rumah. Dari ujung Timur saya mau lompat. Dari pintu tangga ketutupan api akhirnya saya lompat dari balkon," katanya.

Sementara itu, Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Sektor Kembangan, Joko Susilo, mengatakan upaya penyelamatan dilakukan oleh kedua anggotanya yaitu Rifai Hadi (37) dan Novirahman (38).

Kedua anggotanya mengalami luka bakar saat melalukan evakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Rifai mengalami luka di bagian belakang badan, sementara Novirahman bagian kedua kaki.

"Itu sempat menolong dan mengevakuasi. Karena rumah ini ke dalamnya jauh dan dua orang meninggal ini belum sempat terselamatkan. Memang banyak orang di situ, (apinya) nyala cepat sekali," terang Joko.

Selain menyebabkan dua orang tak tertolong, kebakaran tersebut juga menghanguskan sekiranya 122 rumah dari 450 pintu kontrakan.

Saat ini, para korban kebakaran sebagian besar mengungsi di posko-posko sekitar lokasi dan menerima berbagai bantuan mulai dari pangan serta sandang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Epidemiolog Sebut Izin Edar GeNose C19 Seharusnya Diterbitkan untuk Riset

Epidemiolog Sebut Izin Edar GeNose C19 Seharusnya Diterbitkan untuk Riset

Megapolitan
Beraksi Kurang dari 1 Menit, Komplotan Maling Rusak 2 Gembok Pintu Rumah, lalu Gasak Motor

Beraksi Kurang dari 1 Menit, Komplotan Maling Rusak 2 Gembok Pintu Rumah, lalu Gasak Motor

Megapolitan
Epidemiolog Sebut GeNose C19 Belum Bisa Gantikan Tes Covid-19

Epidemiolog Sebut GeNose C19 Belum Bisa Gantikan Tes Covid-19

Megapolitan
Polisi Sebut Perampok Motor di Tanjung Priok Sudah 20 Kali Beraksi

Polisi Sebut Perampok Motor di Tanjung Priok Sudah 20 Kali Beraksi

Megapolitan
Todong Pengendara serta Rampas Motor dan Ponsel Korban, 3 Perampok Ditangkap

Todong Pengendara serta Rampas Motor dan Ponsel Korban, 3 Perampok Ditangkap

Megapolitan
Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Megapolitan
Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Megapolitan
Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

Megapolitan
Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Megapolitan
Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Megapolitan
Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 153 WNA yang Masuk ke Indonesia Punya Izin Tinggal

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 153 WNA yang Masuk ke Indonesia Punya Izin Tinggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X