Nelayan Temukan Mortir di Perairan Tanjung Priok

Kompas.com - 21/09/2018, 17:30 WIB
ILUSTRASI peledak shutterstockILUSTRASI peledak

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga buah mortir tua ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut di perairan sekitar Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/9/2018) pagi.

Kapolsek Cilincing Sarwono mengatakan, warga yang menemukan mortir tersebut, Tasdi, awalnya mengira yang ditemukannya merupakan besi berkarat.

"Dia lagi nyelam kedalaman 5 meter di pinggir laut, lagi ngeraba-raba tiba-tiba ngerasain loh kok kayak besi kapal," kata Sarwono, saat dikonfirmasi Kompas.com.

Baca juga: Pasukan Oranye Temukan Mortir di Cipete Utara

Tasdi pun membawa tiga buah mortir berukuran 30x10 centimeter itu ke rumahnya yang berada di pesisir kawasan Cilincing.

Sampai saat itu, ia tidak mengira bahwa benda yang dibawanya merupakan benda yang berbahaya.

"Dikiranya kan cuma besi kapal tuh, diangkat dibawa ke rumah, dibersihin, loh kok kayak begini. Akhirnya lapor ke patroli Baharkam," kata Sarwono.

Laporan itu pun berlanjut ke telinga Sarwono yang kemudian memanggil tim Gegana untuk mengamankan benda tersebut.

Baca juga: Benda Diduga Mortir Sepanjang 1 Meter Ditemukan Pekerja Alat Berat di Dalam Parit

Mortir itu pun langsung dibawa ke markas Gegana. Sarwono mengaku, tidak tahu apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak.

Namun, ia memastikan penemuan mortir itu tidak menyebabkan kerusakan sedikit pun.

"Kita belum tahu ya, yang penting sudah diamankan. Dibawa ke Gegana Brimob," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Megapolitan
Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Megapolitan
Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Megapolitan
Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Megapolitan
Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

Pemkot Bekasi Minta Ditjen Perkeretapian Amankan Area Struktur Bata Kuno

Megapolitan
Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

Kembali ke Zona Oranye, Pemkot Tangerang Enggan Perketat PSBB Lagi

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Hanya Menata 11 Kampung Kumuh dari Target 56 RW

Megapolitan
Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

Jalan Dr Sumarno Cakung Berlaku Satu Arah Saat Jam Pulang Kantor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X