Normalisasi Kali Angke di Kembangan Utara Terkendala Sengketa Lahan

Kompas.com - 13/12/2018, 15:35 WIB
Lapangan bola di Jalan KH Hasyim Kembangan Utara, Jakarta Barat tergenang air dampak luapan hulu Kali Angke pada Kamis (13/12/2018). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMLapangan bola di Jalan KH Hasyim Kembangan Utara, Jakarta Barat tergenang air dampak luapan hulu Kali Angke pada Kamis (13/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat Imron mengatakan, normalisasi Kali Angke bagian Kembangan Utara, Jakarta Barat, terkendala sengketa lahan.

Lokasi tersebut mengalirkan air dari pos hulu Kali Angke menuju Kali Semongol, Kali Pesanggrahan, dan Kali Sekretaris.

"Kami enggak bisa berbuat banyak, itu tanah sengketa. Pengadilan yang harus turun tangan," kata Imron kepada wartawan, Kamis (13/12/2018).

Baca juga: Banjir di Kembangan Utara karena Kali Angke Belum Sepenuhnya Diturap


Lahan tersebut milik PT Sari Kebon Jeruk Mas yang sudah bangkrut sehingga pihaknya sulit melakukan normalisasi. 

Lurah Kembangan Utara Edi Sukarya mengatakan, pihaknya berharap normalisasi Kali Angke segera dilakukan.

Sebab, lanjut dia, RT 007 dan RT 004 selalu terendam banjir akibat luapan Kali Angke.

Ia berharap, pemerintah segera membebaskan lahan serta membangun sheetpile atau dinding turap.

Baca juga: Hulu Kali Angke Siaga II, Kembangan Utara Tergenang hingga 50 Cm

"Kemudian buat pompa air, pintu air, dan rumah jaga," kata Edi.

Pada Kamis dini hari, luapan Kali Angke menggenangi sejumlah rumah di RT 007/RW 001. Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi karena genangan telah surut pada pukul 07.00.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Megapolitan
Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Megapolitan
Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Megapolitan
Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Telah Ciptakan 111.000 Wirausaha hingga Akhir 2019

Anies Klaim Pemprov DKI Telah Ciptakan 111.000 Wirausaha hingga Akhir 2019

Megapolitan
Oknum PNS Papua yang Diduga Perkosa Remaja Putri Sudah Diperiksa Polisi

Oknum PNS Papua yang Diduga Perkosa Remaja Putri Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X