Uang Rp 40 Juta Tertinggal di Gerbong KRL Tanah Abang-Serpong

Kompas.com - 12/01/2019, 13:54 WIB
Suasana di dalam KRL commuter line relasi Bekasi-Jakarta Kota PP yang dialihkan rutenya melalui jalur Stasiun Pasar Senen, Senin (3/4/2017) KOMPAS.com/Alsadad RudiSuasana di dalam KRL commuter line relasi Bekasi-Jakarta Kota PP yang dialihkan rutenya melalui jalur Stasiun Pasar Senen, Senin (3/4/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah tas berisi uang Rp 40 juta tertinggal di dalam rangkaian gerbong kereta rel listrik relasi Stasiun Tanah Abang- Serpong, Jumat (12/1/2019).

VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengatakan, uang tersebut ditemukan oleh petugas di dalam sebuah tas berwarna merah.

"Sekitar jam 18.29, ada penemuan barang tertinggal berupa tas merah berisi uang Rp 40 juta di KA 2038 Stasiun Tanah Abang-Serpong," ujar Eva saat dikonfirmasi, Sabtu (13/1/2019).

Eva mengatakan, awalnya petugas mendapat informasi dari petugas passanger service bahwa ada tas milik penumpang yang tertinggal di gerbong kereta.

Sang pemilik baru tersadar tasnya hilang saat turun di stasiun Rawa Buntu. Ia pun langsung melapor ke petugas.

Petugas passanger service dan keamanan stasiun melakukan penyisiran dan didapati tas dengan uang puluhan juta di dalamnya.

Sebelum mengembalikan tas berisi uang itu, petugas terlebih dahulu menanyakan sejumlah informasi memastikan bahwa barang tersebut merupakan milik penumpang tersebut. Setelah informasi yang didapatkan cocok, petugas mengembalikan tas tersebut.

Eva mengatakan, penumpang bisa langsung menghubungi petugas stasiun jika barang tertinggal. Petugas akan saling berkoordinasi untuk langsung melakukan pencarian.

Selain itu, melalui sistem lost and found, petugas akan mengamankan terlebih dahulu barang bawaan penumpang yang tertinggal.

"Jika barang penumpang tertinggal selama belum berpindah tangan ke penumpang lain, maka di stasiun akhir petugas akan menjalankan SOP, melakukan pengecekan barang-barang yang tertinggal akan diserahkan ke petugas layanan dan akan diinput ke sistem lost and found untuk pendataan," ujar Eva.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Megapolitan
Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Megapolitan
UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Megapolitan
Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Megapolitan
Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Megapolitan
3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Megapolitan
Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Megapolitan
Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning, PPKM Mikro Diklaim Efektif Tekan Penularan Covid-19

Tangsel Masuk Zona Kuning, PPKM Mikro Diklaim Efektif Tekan Penularan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X