Cegah Penyakit Difteri, Warga Diimbau Tak Menolak Imunisasi

Kompas.com - 08/03/2019, 14:13 WIB
Tim medis dari Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, memberikan imunisasi difteri massal kepada 956 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Banda Aceh, Selasa (20/2/2018). Pemberian vaksin ini dilakukan karena salah satu siswa di MIN tersebut terdeteksi positif menderita penyakit difteri dan sedang menjalani perawatan di (RSUZA) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh sejak beberapa pekan lalu. KOMPAS.com/RAJA UMARTim medis dari Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, memberikan imunisasi difteri massal kepada 956 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Banda Aceh, Selasa (20/2/2018). Pemberian vaksin ini dilakukan karena salah satu siswa di MIN tersebut terdeteksi positif menderita penyakit difteri dan sedang menjalani perawatan di (RSUZA) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh sejak beberapa pekan lalu.

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengatakan, pihaknya mengimbau kepada warga Kota Bekasi agar melakukan imunisasi rutin sejak dini, khususnya untuk anak-anak.

Dezi mengatakan, imunisasi dilakukan agar anak terhindar dari penyakit difteri karena memiliki daya tahan tubuh yang baik.

"Kami mengimbau untuk ikuti imunisasi jadwal yang seharusnya. Imunisasi dasar sebelum umur lima tahun, imunisasi pengulangan di sekolah, harus diikuti semua supaya daya tahan tubuhnya bagus," kata Dezi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Dinas Kesehatan Terima Laporan Tiga Warga Bekasi Kena Difteri

Untuk di Kota Bekasi, tiga warga diduga terkena penyakit difteri. Salah satunya merupakan warga Bekasi Barat.

Saat ini, Dinkes Kota Bekasi masih menunggu uji laboratorium dari Badan Teknologi Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kementerian Kesehatan untuk mengetahui apakah ketiga anak itu positif terkena penyakit difteri.

"Kami cek, ketiga anak itu juga riwayat imunisasinya tidak bagus ya. Makanya kami imbau orangtua untuk tidak menolak imunisasi kepada anaknya sesuai jadwal yang diberikan pemerintah," ujar Dezi.

Selain itu, Dezi menjelaskan, penyakit difteri juga bisa timbul dari lingkungan yang tidak terjaga dengan baik kebersihannya.

Dezi mengimbau kepada warga agar menjaga pola hidup sehat dengan membersihkan rutin lingkungan tempat tinggalnya.

"Jaga kebersihan lingkungan ya, perilaku hidup sehat dan bersih, cuci tangan. Itu sudah yang paling utama," tutur Dezi.

Sebelumnya, Dinkes Kota Bekasi menerima laporan bahwa ada tiga anak di Kota Bekasi yang diduga terkena penyakit difteri.

Saat ini, Dinkes masih menunggu kebenaran hal tersebut dengan menunggu hasil uji laboratorium BTKL Kementerian Kesehatan.

Baca juga: 5 Anak di Malaysia Positif Difteri, Ihwal Orangtua Tolak Vaksinasi Jadi Sorotan

Kasus difteri bukan hal baru di Kota Bekasi. Pada 2018, sebanyak 26 kasus suspect difteri ditemukan di Kota Bekasi. Empat warga di antaranya positif difteri.

Gejala difteri pada umumnya seperti terkena flu dan radang tenggorokan. Namun perbedaannya, orang yang terkena difteri terdapat selaput abu-abu di bagian tenggorokan dan benjolan di bagian leher.

Apabila tidak atau telat ditangani dengan baik, difteri bisa menyebabkan kematian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Megapolitan
Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Megapolitan
Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Megapolitan
Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Megapolitan
Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Megapolitan
Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Megapolitan
RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Megapolitan
Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Megapolitan
Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Megapolitan
RAPBD 2020 Diunggah ke Situs Bappeda, Penyusunan Anggaran DKI Diklaim Transparan

RAPBD 2020 Diunggah ke Situs Bappeda, Penyusunan Anggaran DKI Diklaim Transparan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X