Dari Pedagang Karet Gas hingga Peluit Mencari Rupiah di Sekitar MK

Kompas.com - 27/06/2019, 14:26 WIB
Beberapa pedagang menjajakan dagangannya di trotoar Medan Merdeka Selatan yang terletak dekat dengan Patung Kuda yang merupakan titik masuk massa ke area aksi MK (27/6) KOMPAS.com/ ANASTASIA AULIABeberapa pedagang menjajakan dagangannya di trotoar Medan Merdeka Selatan yang terletak dekat dengan Patung Kuda yang merupakan titik masuk massa ke area aksi MK (27/6)
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang menyemut di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, bersamaan dengan berkumpulnya massa yang menggelar aksi mengawal pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi ( MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019.

Beragam barang dijajakan, dari makanan hingga keperluan rumah tangga.

Edi (50), penjual karet gas yang berada di trotoar Monas dari pukul 10.00 hingga pukul 11.00, Kamis (27/6/2019), berhasil menjual 10 bungkus karet gas.

"Iya saya datang karena pasti ramai. Setiap hari lewat sini jadi tahu bakal ramai begini," ujar dia. 

Baca juga: TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Ia biasa berjualan di sekitar perkantoran Sarinah, tetapi terkadang berjualan di daerah Pasar Tanah Abang.

Pria asal Sumatera tersebut mengaku sudah sering berjualan di tempat-tempat demo. "Ya lumayan, paling tinggi pernah sampai 60 bungkus," ujar dia. 

Pedagang lain, Boy (39), menjajakan peluit "baby song" di tempat yang sama. Peluit tersebut apabila ditiup akan berbunyi seperti tangisan bayi.

Baca juga: Ada Demonstrasi di MK, Keamanan MRT Jakarta Diperketat

Ia mengaku ingin mencari berkah dari ramainya peserta aksi yang ingin mengawal keputusan sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat.

"Saya jualan di sini ingin cari berkah. Kan kalau kata orang, enggak ada pedagang, enggak ramai," kata Boy.

Banyak peserta aksi datang dari arah Medan Merdeka Selatan. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh pedagang untuk mencari rupiah.

Ada pula pedagang yang menjajakan sepatu, poster, hingga nasi pecel. 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Megapolitan
Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Megapolitan
Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Megapolitan
Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Megapolitan
Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Megapolitan
Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Megapolitan
Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Megapolitan
Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Megapolitan
Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Megapolitan
Kepala Bapenda Bekasi Irit Bicara Usai Dipanggil DPRD soal Kisruh Ormas Kelola Parkir

Kepala Bapenda Bekasi Irit Bicara Usai Dipanggil DPRD soal Kisruh Ormas Kelola Parkir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X