Ini Isi Surat Tilang ETLE yang Akan Diterima Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta

Kompas.com - 16/07/2019, 17:39 WIB
Contoh surat tilang yang dikirim ke pemilik kendaraan yang terpantau langgar lalu lintas lewat kamera ETLE. Dok. Polda Metro JayaContoh surat tilang yang dikirim ke pemilik kendaraan yang terpantau langgar lalu lintas lewat kamera ETLE.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirlantas Polda Metro Jaya per Sabtu (13/7/2019) telah mengirim 5.800 surat tilang kepada pemilik kendaraan yang terdeteksi melakukan pelanggaran di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan M.H Thamrin.

Surat tilang yang dikirim ke pemilik kendaraan terdiri dari tiga lembar kertas. Isinya adalah dua foto yang memperlihatkan pelanggaran lalu lintas oleh pemilik kendaraan.

Surat tilang itu juga mencantumkan link dan kode referensi konfirmasi pelanggaran serta tanggal dan tempat pelanggaran dilakukan.

Selain itu juga dituliskan jenis dan pasal yang dilanggar, tempat sidang dilaksanakan, dan batas waktu konfirmasi pelanggaran.

"Kita sudah bekerja sama, sudah ada MOU-nya dengan Pos Indonesia untuk mengirimkan semua jenis surat tilang di kawasan Jakarta" ungkap Kompol Muhammad Nasir, Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Dirlantas Polda Metro Jaya Kirim 5.800 Surat Tilang ETLE

Nasir memastikan surat akan sampai di hari ketiga setelah kendaraan terdeteksi melakukan pelanggaran. Surat tersebut akan dikirimkan ke alamat yang tercantum pada identitas (STNK dan BPKB) kendaraan.

"Jadi kita mengirimkan surat konfirmasi itu kepada identitas kendaraan yang ada di STNK & BPKB. Jadi kita kirimkan ke alamat tersebut, yang ditindak kendaraan pelanggarannya"

Untuk pelanggaran oleh kendaraan di luar pelat Jakarta, Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan integrasi sistem dengan Korlantas.

Baca juga: Dampak ETLE, Pelanggaran Lalu Lintas Turun 40 Persen

"Kita sudah bersurat ke Korlantas untuk dilakukan tindakan integrasi sistem dan penanganan. Jadi ada tanggung jawab di masing-masing satuan wilayah untuk menangani pelanggaran lalu lintas tersebut" ujarnya.

Hingga Sabtu (13/7/2019), terdapat 4.200 pelanggar yang masuk ke pengadilan dan mendapatkan vonis dari hakim. Selain itu, ada 2.800 pelanggar yang telah menyelesaikan tilang.

Sementara itu, pemilik kendaraan yang tidak melakukan pembayaran hingga STNK diblokir ada 2.800 kendaraan. Namun 760 di antaranya telah dibuka kembali dengan melakukan pembayaran denda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Malam Petaka Bagi Pengguna GrabWheels yang Ditabrak Mobil Camry

Malam Petaka Bagi Pengguna GrabWheels yang Ditabrak Mobil Camry

Megapolitan
Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang

Masih Proses Administrasi, Barang Sitaan Kasus First Travel Belum Dilelang

Megapolitan
Ayah Tiri yang Memperkosanya Belum Ditangkap, Korban Ketakutan dan Sering Melamun

Ayah Tiri yang Memperkosanya Belum Ditangkap, Korban Ketakutan dan Sering Melamun

Megapolitan
Warga Kampung Bulak Melawan Penertiban Lahan UIII, Gantungkan Harapan pada DPRD Depok...

Warga Kampung Bulak Melawan Penertiban Lahan UIII, Gantungkan Harapan pada DPRD Depok...

Megapolitan
Kisah Remaja Nekat Jadi Polisi Gadungan, Tergerak karena Lihat Pengendara Lawan Arus

Kisah Remaja Nekat Jadi Polisi Gadungan, Tergerak karena Lihat Pengendara Lawan Arus

Megapolitan
Ibu Korban Tabrakan GrabWheels Sebut Orangtua Pelaku Sampaikan Penyesalannya

Ibu Korban Tabrakan GrabWheels Sebut Orangtua Pelaku Sampaikan Penyesalannya

Megapolitan
Remaja 13 Tahun yang Jadi Polisi Gadungan Dapat Seragam dari Kampungnya

Remaja 13 Tahun yang Jadi Polisi Gadungan Dapat Seragam dari Kampungnya

Megapolitan
Ngeri, Jembatan Motor dan Pejalan Kaki Mepet dengan Perlintasan Kereta di Kalianyar

Ngeri, Jembatan Motor dan Pejalan Kaki Mepet dengan Perlintasan Kereta di Kalianyar

Megapolitan
Cerita Juru Fotokopi di Polres Bekasi, Kelabakan Layani Ratusan CPNS Seharian...

Cerita Juru Fotokopi di Polres Bekasi, Kelabakan Layani Ratusan CPNS Seharian...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

Prakiraan Cuaca BMKG, Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

Megapolitan
DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

DPRD DKI Akan Ajukan Surat Perpanjangan Waktu Pembahasan Anggaran

Megapolitan
Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Fraksi PSI Sesalkan DKI Pangkas Anggaran Rehab Sekolah tetapi Tambah Anggaran Formula E

Megapolitan
GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

GrabWheels Klaim Punya Aturan buat Pengguna Skuter Listrik

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Grab Evaluasi Aturan Penggunaan GrabWheels

Megapolitan
Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

Sejumlah Negara Punya Aturan Soal Skuter Listrik, Indonesia Menyusul?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X