Usai Demo, Pengemudi Gojek Punguti Sampah di Depan Kedubes Malaysia

Kompas.com - 03/09/2019, 16:48 WIB
Pengemudi Gojek punguti sampah usai menggelar aksi di depan gedung Kedubes Malaysia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONPengemudi Gojek punguti sampah usai menggelar aksi di depan gedung Kedubes Malaysia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan pengemudi Gojek membubarkan diri usai unjuk rasa di depan Gedung Kedubes Malaysia, jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

Dari pantauan Kompas.com, aksi unjuk rasa tersebut bubar pada pukul 15.00 WIB. Namun, peserta aksi lebih dulu memunguti sampah yang berserakan di depan gedung Kedutaan Besar Malaysia sebelum mereka membubarkan diri.

Mereka memunguti sampah sesuai dengan instruksi orator yang berdiri di atas mobil komando depan gedung Kedubes Malaysia.

Baca juga: Unjuk Rasa Pengemudi Gojek di Depan Kedubes Malaysia Bubar, Lalu Lintas Mulai Lancar

"Teman - teman, sebelum kita bubar jam tiga nanti, tolong kita punguti sampah sampah yang berserakan. Ayo tolong dibantu agar jalan bersih kembali," kata salah satu orator.

"Kami juga mau mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang menjagai kami selama demo berlangsung," tambah dia.

Beberapa orang ada yang memunguti sampah dengan tangan kosong, ada juga yang memungut sampah menggunakan karuda bekas. Mayoritas sampah adalah gelas dan botol plastik.

Sampah yang sebelumnya terlihat banyak berserakan pun kini telah berkurang.

Demonstrasi ini merupakan buntut dari perkataan Shamsubahrin Ismail yang  menyebut pengemudi Gojek adalah orang miskin dan tidak memiliki masa depan.

Dia juga menyebut bahwa ojek online hanya untuk di negara miskin seperti di Indonesia.

Ucapan pria Malaysia itu menjadi viral mendapat respons dari persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X