KILAS METRO

Gerakan Samtama, Cara Jitu Pemprov Jakarta Atasi Sampah

Kompas.com - 08/11/2019, 21:08 WIB
Dok. Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta

KOMPAS.com – Hampir 10.000 ton sampah dihasilkan Jakarta setiap harinya. Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Kepemukiman Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Suharti mengamini ini.

“Setiap hari DKI menghasilkan 7.700 ton sampah. Itu pun belum termasuk 250 ton sampah per hari yang diangkut dari badan air,” kata Suharti seperti dilansir Kompas.com, Jumat (1/11/2019).

Jumlah tersebut terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dalam waktu lima tahun terakhir, jumlah sampah di Jakarta bertambah sebanyak 36 persen.

Untuk menangani problem sampah tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan membentuk lembaga pengolahan sampah di setiap kawasan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Rencananya, pemerintah bakal melibatkan masyarakat untuk menangani sampah di Jakarta.

"Kami sudah membuat Gerakan Samtama atau Sampah Tanggung Jawab Bersama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ahmad Hariadi, seperti dimuat di Beritajakarta.id, Rabu (25/9/2019).

Gerakan masyarakat

Menurut Haryadi, Samtama merupakan gerakan masyarakat untuk mengurangi dan mengolah sampah langsung dari sumbernya.

Pada tahap awal, sebanyak 22 RW menjadi pelopornya dan ke depan gerakan ini akan direplikasi ke seluruh RW di DKI Jakarta.

"Ada 22 RW yang menjadi pionir Samtama ini, nanti akan ada kegiatan signifikan di mana pengurangan sampah akan terlihat dari sumber dan bisa ditularkan di RW lain," terangnya.

Gerakan pengurangan sampah dari sumber perlu dikerjakan secara masif mengingat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah warga Jakarta tidak akan mampu lagi menampung ribuan ton sampah dalam sehari.

"TPST Bantargebang akan bertahan 3 tahun lagi. Kami mengawali dari perubahan paradigma dalam pengolahan sampah yaitu sampah dipilah, dimanfaatkan, diolah, lalu residunya baru dibuang," ungkapnya.

Dua strategi

Direktur Consultant Arkonin, Guntur Sitorus mengungkapkan, Perda 3 Tahun 2013 mengamanatkan dua langkah besar yakni, penanganan dan pengurangan sampah.

"Untuk itu, harus disusun rencana induk pengolahan sampah. Dokumen pengelolaan dan perencanaan sampah di Jakarta termasuk yang paling lengkap karena sejak tahun 1989, arkonin sudah melakukan kajian sebelum di Bantar Gebang," ucapnya.

Sitorus menuturkan, dalam masterplan-nya, pengolahan sampah dari Jakarta terbagi dalam dua wilayah besar. Untuk sisi Barat, sampah akan dikirim ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Ciangir di Tangerang, sedangkan TPA Bantar Gebang di Bekasi untuk wilayah Timur.

"Masalah utama sampah di Jakarta itu jumlahnya besar. Pada 2020 diproyeksikan dapat mencapai 10 ribu ton per hari. Sehingga, diperlukan optimalisasi pembatasan sampah, bukan hanya pengurangan," katanya.

Langsung dari sumbernya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, pada Program Samtama ini masyarakat dilibatkan langsung dalam mengelola sampah dengan kegiatan 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle.

“Pengurangan sampah dimulai dari sumber, yaitu di rumah kita masing-masing dengan melakukan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) melalui strategi Rumah Minim Sampah,” kata Andono, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Adapun tiga Strategi Rumah Minim Sampah yang diterapkan dalam Samtama, adalah sebagai berikut.

Pertama, Strategi Pintu Depan (Pra Konsumsi), yang meliputi merencanakan, mengurangi, menghindari, dan mencari alternatif produk agar sisanya tidak jadi sampah.

Kedua, Strategi Pintu Tengah (Saat Konsumsi–Produksi), yaitu menggunakan ulang bahan atau barang dan memproduksi serta mengonsumsi secara cermat agar tidak menghasilkan sisa.

Ketiga, Strategi Pintu Belakang (Pasca Konsumsi – Produksi), yaitu meneruskan sisa konsumsi produksi atau daur ulang, misalnya menjadi kompos, anorganik bernilai ekonomi dibawa ke Bank Sampah.

“Pengurangan sampah dari sumber sampah dimulai dari rumah tangga. Ketika kita bijak mengonsumsi sejak dari rumah maka pengurangan sampah akan efektif. Contohnya mudahnya jika setiap anggota keluarga menghabiskan makannya, tentu tidak ada yang menjadi sampah,” jelas Andono.

Dengan strategi ini, sampah yang harus diangkut ke TPA untuk diolah semakin berkurang dan minim, sehingga pembiayaan penanganan sampah juga akan makin efisien.

Andono menambahkan, budaya memilah sampah merupakan salah satu ciri masyarakat modern. Pemilahan menjadi kunci efektifitas pengurangan sampah karena dengan memilah sampah maka sampah dapat dimanfaatkan kembali.

Agar dapat dimanfaatkan kembali, pemilahan menjadi tahap penting dalam mengolah sampah. Sampah organik yang terpilah dapat diolah menjadi kompos menggunakan lubang biopori ataupun komposter sederhana.

Sementara itu, sampah anorganik yang terpilah dapat ditabung melalui bank sampah untuk selanjutnya di-recycle di industri daur ulang.

Kegiatan Samtama juga melibatkan komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah.

“Kami bersyukur di Jakarta banyak orang baik yang ingin bergerak bersama untuk membenahi Jakarta melalui kerelawanan,” sambung Andono.

Para relawan Laskar Samtama yang berasal dari beragam komunitas dan profesi ini disebutnya berkontribusi sebagai pendamping di 22 RW Samtama.

Relawan ini sebelumnya telah diberikan pelatihan dan diajak melihat proses pengolahan sampah di TPST Bantargebang.

Keterlibatan aktif masyarakat, baik dari setiap rumah tangga maupun komunitas, menjadi harapan besar agar masalah sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Jakarta dapat segera diatasi.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Megapolitan
Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Megapolitan
Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Megapolitan
Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Megapolitan
Insentif Pemungutan Pajak PNS DKI Dipangkas, Tunjangan Transportasi Pejabat Dicoret

Insentif Pemungutan Pajak PNS DKI Dipangkas, Tunjangan Transportasi Pejabat Dicoret

Megapolitan
Era New Normal, Polisi Disiagakan Periksa Kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan Covid-19

Era New Normal, Polisi Disiagakan Periksa Kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan Covid-19

Megapolitan
Belum Ada Penumpang Bandara Soetta Tujuan Jakarta yang Tak Pegang SIKM

Belum Ada Penumpang Bandara Soetta Tujuan Jakarta yang Tak Pegang SIKM

Megapolitan
Semua Tempat Ibadah di DKI Akan Dibuka Saat New Normal Diterapkan

Semua Tempat Ibadah di DKI Akan Dibuka Saat New Normal Diterapkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X