Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

Kompas.com - 12/11/2019, 14:30 WIB
Lurah Bambu Apus Subur meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan untuk memasang closed circuit television (CCTV)  di area Sekolah Dasar Negeri 02, Bambu Apus, Pamulang,  Tangerang Selatan, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMILurah Bambu Apus Subur meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan untuk memasang closed circuit television (CCTV) di area Sekolah Dasar Negeri 02, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (12/11/2019).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Lurah Bambu Apus Subur meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan untuk memasang closed circuit television (CCTV) di area Sekolah Dasar Negeri 02, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan.

Hal tersebut diperlukan untuk mengawasi kawasan sekitar setelah ancaman ambil ginjal oleh seorang pria tak dikenal yang bikin gempar beberapa hari terakhir ini.

"Nah itu saya berharap kepada dinas terkait. Dinas perhubungan berkompeten, silakan kami sebagai lurah di sini kalau bisa ada CCTV," kata Subur saat meninjau lokasi SDN Bambu Apus 02, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Menurut Subur, permintaan pengadaan CCTV tersebut dilakukan karena tak ada anggaran yang dimiliki Kelurahan Bambu Apus.

"Kami pengajuan ini kan mentok penganggaran. Di mana kalau anggaran ke Dishub tolong dialokasikan," kata Subur.

Sebab, kata Subur, kejadian yang mencemaskan para siswa SDN Bambu Apus 02 bukan pertama kali terjadi.

Tahun lalu, sempat terdapat juga orang tak dikenal yang membujuk murid untuk ikut pergi dengan diiming-imingi uang jajan.

"Jadi saya bilang juga tadi guru tolong kalau misalnya lagi mengajar berikan saran. Yang saya dapat informasi ada murid juga bilang saat alami kejadian ada yang tidak lapor," ucapnya.

Baca juga: Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Sebelumnya, ancaman ambil ginjal yang dilakukan oleh salah seroang pria misterius terjadi saat para siswa SD tersebut pulang sekolah pada, Jumat (8/11/2019) pukul 11.00 WIB kemarin.

Aksi tersebut terjadi oleh siswa SDN Bambu Apus 02 kelas 3 berinisial DA (9) saat hendak pulang kerumah yang tak jauh dari lokasi sekokah.

Tiba-tiba, DA dihampiri oleh salah satu pengendara sepeda motor matic yang tidak dikenalnya dengan menggunakan helm dan masker yang menutupi wajah.

Kepada DA, pria tersebut langsung mengancam untuk mengambil ginjal. DA saat itu ketakutan langsung melarikan diri ke rumah di komplek Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tanggerang Selatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

Sepasang Lansia di Warakas Ditemukan Tewas di Dalam Rumah yang Terkunci

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X