Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Lagi Suram, Kini Taman Puring Kembalikan Tawa Para Bocah

Kompas.com - 14/01/2020, 18:35 WIB
Walda Marison,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerombolan bocah tak berbaju menyita perhatian mata warga sore itu.

Siapa  yang tidak heran, mereka yang sebagian memakai kutang, sebagian lagi tidak pakai atasan sedang berlarian di tengah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Mereka berlari di atas jalur skateboard yang dialiri air. Air tersebut mengalir dari wahana air mancur yang berada di tengah taman.

Seketika mereka langsun berseluncur dengan lihai di atas jalur skateboard yang basah.

Baca juga: [BERITA FOTO] Wajah Baru Taman Puring Pikat Warga DKI Jakarta

 

Hanya bermodalkan bokong, laju mereka begitu lincah di atas jalur skateboard diiring cipratan air yang terlempar kemana-mana.

Mereka berselancar dengan riang, seakan tidak mempedulikan orang di sekitar.

Tawa mereka begitu lepas. Mereka terlihat asyik tenggelam dengan mainan baru. 

"Awas awas, gua mau merosot. Awas awas," kata salah satu anak dengan kutang basahnya.

sekumpulan anak bermain prosotan di jalur skateboard yang basah di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020)KOMPAS.COM/WALDA MARISON sekumpulan anak bermain prosotan di jalur skateboard yang basah di Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020)

Tidak jarang ada anak mendorong pundak temanya agar bisa berseluncur sampai jauh.

Mereka hanya berseluncur dari ujung ke ujung lain, setelah itu berhenti, tertawa, lalu kembali lagi ke tempat semula untuk mengulang sensasi kebahagiaan itu.

Berulang kali mereka berseluncur sampai  tidak peduli kulit mereka tergores atau suara yang mulai serak karena tak hentinya tertawa. 

Kebahagiaan itu mungkin sangat setimpal dengan penantian warga setempat akan fungsi Taman Puring yang sebenarnya. Yakni membawa kebahagiaan bagi warga.

Dahulu, taman ini ibarat lahan mati. Kusam, tidak ada tempat rekreasi, tidak ada tawa di sini.

Setidaknya itu yang diingat Fauzan, warga Kramat Pela yang berada di lokasi.

Baca juga: Belum Diresmikan, Taman Puring Sudah Ramai Dikunjungi

"Dulu ini kayak taman mati. Sebelumnya sempat dijadikan tempat berjualan, habis itu tidak dijadikan tempat jualan tapi dipagari saja," kata Fauzan.

Namun dia beruntung setelah taman ini diperbaiki, seketika dia dan keluarganya mempunyai hiburan baru yang ramah kantong.

Ada fasilitas taman anak, olahraga, dan skate park.

"Jadi ini (perosotan air) hitung-hitung kan hiburan mas.  Enggak pakai biaya. Ya mudah mudahan kedepan makin banyak tempat seperti ini lagi," kata dia.

Seorag ibu rumah tangga asal Kebayoran Baru, Dinda, juga mengatakan hal yang sama.

Sambil memegang kotak bekal seraya menyuapi anaknya, dia berkata jika taman ini cukup menghibur kedua buah hatinya.

"Iya menurut saya sih sangat terhibur sih. Terutama anak-anak. Yang penting anak-anak bisa terhibur," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

LPAI Harap Pemerintah Langsung Blokir 'Game Online' Bermuatan Kekerasan

LPAI Harap Pemerintah Langsung Blokir "Game Online" Bermuatan Kekerasan

Megapolitan
Dedie Rachim Daftar Penjaringan Cawalkot ke Partai Lain, Bentuk Bujuk Rayu PAN Cari Koalisi di Pilkada

Dedie Rachim Daftar Penjaringan Cawalkot ke Partai Lain, Bentuk Bujuk Rayu PAN Cari Koalisi di Pilkada

Megapolitan
Kemenhub Tambah CCTV di STIP usai Kasus Pemukulan Siswa Taruna hingga Tewas

Kemenhub Tambah CCTV di STIP usai Kasus Pemukulan Siswa Taruna hingga Tewas

Megapolitan
Kasus Kecelakaan HR-V Tabrak Bus Kuning UI Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus Kecelakaan HR-V Tabrak Bus Kuning UI Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Megapolitan
Taruna STIP Dipukul Senior hingga Tewas, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

Taruna STIP Dipukul Senior hingga Tewas, Kemenhub Bentuk Tim Investigasi

Megapolitan
Dedie Rachim Ikut Penjaringan Cawalkot Bogor ke Beberapa Partai, PAN: Agar Tidak Terkesan Sombong

Dedie Rachim Ikut Penjaringan Cawalkot Bogor ke Beberapa Partai, PAN: Agar Tidak Terkesan Sombong

Megapolitan
Kebakaran Landa Ruko Tiga Lantai di Kebon Jeruk, Petugas Masih Padamkan Api

Kebakaran Landa Ruko Tiga Lantai di Kebon Jeruk, Petugas Masih Padamkan Api

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas, Pukulan Fatal oleh Senior dan Pertolongan yang Keliru

Kronologi Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas, Pukulan Fatal oleh Senior dan Pertolongan yang Keliru

Megapolitan
Dijenguk Adik di RSJ Bogor, Pengemis Rosmini Disebut Tenang dan Tak Banyak Bicara

Dijenguk Adik di RSJ Bogor, Pengemis Rosmini Disebut Tenang dan Tak Banyak Bicara

Megapolitan
Senior yang Aniaya Taruna STIP Panik saat Korban Tumbang, Polisi: Dia Berusaha Bantu, tapi Fatal

Senior yang Aniaya Taruna STIP Panik saat Korban Tumbang, Polisi: Dia Berusaha Bantu, tapi Fatal

Megapolitan
Pengemis yang Suka Marah-marah Dijenguk Adiknya di RSJ, Disebut Tenang saat Mengobrol

Pengemis yang Suka Marah-marah Dijenguk Adiknya di RSJ, Disebut Tenang saat Mengobrol

Megapolitan
BOY STORY Bawakan Lagu 'Dekat di Hati' Milik RAN dan Joget Pargoy

BOY STORY Bawakan Lagu "Dekat di Hati" Milik RAN dan Joget Pargoy

Megapolitan
Lepas Rindu 'My Day', DAY6 Bawakan 10 Lagu di Saranghaeyo Indonesia 2024

Lepas Rindu "My Day", DAY6 Bawakan 10 Lagu di Saranghaeyo Indonesia 2024

Megapolitan
Jelang Pilkada 2024, 8 Nama Daftar Jadi Calon Wali Kota Bogor Melalui PKB

Jelang Pilkada 2024, 8 Nama Daftar Jadi Calon Wali Kota Bogor Melalui PKB

Megapolitan
Satpol PP Minta Pihak Keluarga Jemput dan Rawat Ibu Pengemis Viral Usai Dirawat di RSJ

Satpol PP Minta Pihak Keluarga Jemput dan Rawat Ibu Pengemis Viral Usai Dirawat di RSJ

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com