Diduga Sopir Mengantuk, Tronton Tabrak Separator Transjakarta di Grogol

Kompas.com - 16/01/2020, 11:57 WIB
Truk menabrak separator bus TransJakarta di Grogol pada Kamis (16/1/2020) pagi Akun twitter @tmcpoldametrojayaTruk menabrak separator bus TransJakarta di Grogol pada Kamis (16/1/2020) pagi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sopir truk tronton menabrak separator beton jalur bus Transjakarta di Jalan Letjend. S Parman, Jakarta Barat pada Kamis (16/1/2020) pagi.

Diduga, sopir tersebut mengemudi dalam kondisi mengantuk.

"Kendaraan melaju dari utara ke selatan di dekat JPO Gelong, diduga mengantuk, supir berinisial I menabrak separator," ucap Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).

Hari menambahkan, kecelakaan tunggal ini tidak sampai merenggut korban jiwa.

Baca juga: Macet Usai Kecelakaan Truk, Contra Flow Diberlakukan di Km 13 Tol Jagorawi Arah Jakarta

Hanya saja bagian kanan depan truk tronton bernomor polisi B 9725 FD ringsek.

"Kecelakaan tersebut mengakibatkan kendaraan truk alami kerusakan," kata Hari.

Sementara itu akibat kecelakaan yang terjadi, diprediksi kerugian mencapai Rp 10 juta.

Untuk mendalami keterangan, polisi telah mengamankan satu unit truk dan sopir untuk dimintai keterangan.

"Sekarang sopir sedang kami mintai keterangannya," kata Hari.

Sebelumnya akun twitter @TMCPoldametrojaya menggunggah 4 foto kecelakaan lalu lintas di wilayah Jalan Letjend S Parman.

Kecelakaan itu terjadi sekitar Kamis dini hari tadi.

Berikut isi keterangan dalam unggahan dalam akun twitter tersebut.

"05.25 WIB Truk kontainer dengan no pol B 9725 FD lepas kendali menabrak separator busway di Jl. Letjend S Parman Grogol mengarah Tomang, sementara menunggu proses evakuasi, petugas Sat Lantas pengaturan di lokasi".

Baca juga: Tiga Hal Teknis Penyebab Maraknya Kecelakaan Truk

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X