Gara-gara Penumpang, Pegawai Dua PO Bus Berkelahi di Terminal Kampung Rambutan

Kompas.com - 12/02/2020, 13:55 WIB
Suasana loket penjualan tiket bus di Terminal Kampung Rambutan pada H-8 Lebaran, Selasa (28/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasana loket penjualan tiket bus di Terminal Kampung Rambutan pada H-8 Lebaran, Selasa (28/5/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keributan terjadi antara petugas dua Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020) dini hari.

Kapolsek Ciracas Kompol Rudy Haryanto mengatakan, keributan berawal saat pihak PO ALS mendapat delapan penumpang yang hendak menuju Pekalongan, Jawa Tengah.

Namun, karena para penumpang itu tidak cocok dengan harga tiket yang ditawarkan PO ALS, mereka berpindah naik bus dari PO Setia Negara.

"Berawal dari pihak PO ALS mendapatkan delapan orang penumpang tujuan Pekalongan. Sesampai di loket ALS tidak ada kesepakatan harga sehingga diambil oleh PO Setia Negara dengan ongkos Rp 100.000," kata Rudy dalam keterangannya, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Pemprov DKI Akan Beli Lagi 3 Robot Pemadam Kebakaran, Anggarannya Rp 44,9 M

Lalu, pihak PO ALS meminta komisi kepada pihak PO Setia Negara, Rp 10.000 per orang.

Namun, pihak PO Setia Negara tidak memberikannya dan terjadi keributan antarkaryawan dua PO tersebut.

"Sehingga terjadi perkelahian antara PO ALS dan PO Setia Negara yang menyebabkan karyawan PO Setia Negara luka di pelipis bagian kanan yang dikarenakan dipukul menggunakan bangku lipat oleh karyawan PO ALS," ujar Rudy.

Baca juga: Lucinta Luna Ditahan di Sel Khusus di Blok Wanita

Akibat keributan itu, dua karyawan PO Setia Negara alami luka di bagian kepala dan perut.

Joel D Saputra (22) mengalami luka pada pelipis dan Rahmat Hidayat (25) mengalami luka bacok pada tengkuk belakang serta luka pada perut.

Kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk jalani perawatan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku berinisial CA. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Damkar Evakuasi Ular Kobra di Gedung Sekolah di Petamburan

Petugas Damkar Evakuasi Ular Kobra di Gedung Sekolah di Petamburan

Megapolitan
2.746 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Pejabat Kemenag Bekasi: Ada yang Sedih Luar Biasa

2.746 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Pejabat Kemenag Bekasi: Ada yang Sedih Luar Biasa

Megapolitan
Pemudik Lolos Check Point dan Masuk ke Jakarta, Hanya Tunjukkan Surat Sehat

Pemudik Lolos Check Point dan Masuk ke Jakarta, Hanya Tunjukkan Surat Sehat

Megapolitan
Wali Kota: Sepanjang Bekasi Belum Bersih, Kita Rapid Test, Swab, Tracking, Bawa ke RS

Wali Kota: Sepanjang Bekasi Belum Bersih, Kita Rapid Test, Swab, Tracking, Bawa ke RS

Megapolitan
Anggota Komunitas yang Kumpul Bareng Wakil Wali Kota Tangsel Jalani Rapid Test, Hasilnya negatif

Anggota Komunitas yang Kumpul Bareng Wakil Wali Kota Tangsel Jalani Rapid Test, Hasilnya negatif

Megapolitan
[HOAKS] 30 Pembantu Baru Datang dari Kampung di Penjaringan Positif Covid-19

[HOAKS] 30 Pembantu Baru Datang dari Kampung di Penjaringan Positif Covid-19

Megapolitan
Dinas Pendidikan: Tiap Sekolah di Bekasi Harus Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19

Dinas Pendidikan: Tiap Sekolah di Bekasi Harus Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19

Megapolitan
Satpol PP Tutup Sejumlah Toko yang Nekat Beroperasi di Pasar Gembrong

Satpol PP Tutup Sejumlah Toko yang Nekat Beroperasi di Pasar Gembrong

Megapolitan
Lurah Pejagalan Temukan 71 Warga yang Kembali dari Kampung Halaman Secara Ilegal

Lurah Pejagalan Temukan 71 Warga yang Kembali dari Kampung Halaman Secara Ilegal

Megapolitan
Jika Terapkan New Normal, Pemkot Depok Diminta Tata Ulang Pasar Tradisional

Jika Terapkan New Normal, Pemkot Depok Diminta Tata Ulang Pasar Tradisional

Megapolitan
Balik Mudik Lebaran, 28 Warga Duren Tiga Jalani Karantina di Rumah

Balik Mudik Lebaran, 28 Warga Duren Tiga Jalani Karantina di Rumah

Megapolitan
Viral Foto Langgar Protokol Kesehatan, Komunitas di Tangsel Jalani Rapid Test

Viral Foto Langgar Protokol Kesehatan, Komunitas di Tangsel Jalani Rapid Test

Megapolitan
Datang Tanpa SIKM, 20 Tukang Bangunan Dikarantina, Wajib Tes Swab Bayar Pribadi

Datang Tanpa SIKM, 20 Tukang Bangunan Dikarantina, Wajib Tes Swab Bayar Pribadi

Megapolitan
Lion Air Hentikan Operasional Mulai 5 Juni sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Lion Air Hentikan Operasional Mulai 5 Juni sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Megapolitan
Walkot: Meski New Normal Diterapkan, PSBB di Kota Bekasi Tetap Berjalan

Walkot: Meski New Normal Diterapkan, PSBB di Kota Bekasi Tetap Berjalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X