Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/02/2020, 13:59 WIB
Cynthia Lova,
Irfan Maullana

Tim Redaksi


BEKASI, KOMPAS.com - Kasatreskrim Polres Metro Bekasi AKBP Arman menyatakan bahwa polisi siap menindaklanjuti kasus guru yang memukul anak muridnya di SMAN 12 Bekasi.

"Kan sudah diturunkan ya dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah, kalau memang masih ada ketidakpuasan orangtua maupun guru, jika ada ada laporan polisinya, pasti kami tindak lanjuti," ujar Arman saat dihubungi, Kamis (13/2/2020).

Arman menilai, tindakan guru SMAN 12 Bekasi terhadap muridnya itu bisa masuk ke dalam ranah pidana.

Namun, saat ini pihak kepolisian masih mengutamakan agar pihak sekolah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan orangtua, murid, hingga Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Baca juga: Guru Pukul Murid, Jabatan Wakil Kepala Sekolah Pun Dicopot

"Kalau diliat dari cara perbuatannya bisa dikatakan tindakan pidana, namun untuk menyelesaikan secara itu biarlah jadi opsi terkahir. Biarkan saat ini diselesaikan secara internal, sampai dengan dinas pendidikan, kalau misalkan itu sudah diselesaikan dengan baik ya monggo," tutur dia.

Guru SMA Negeri 12 Bekasi berinisial I memukul muridnya di tengah lapangan pada Selasa lalu. Kejadian direkam salah satu siswa lalu diunggah oleh mantan siswa ke akun Facebook.

Dalam video tersebut tampak sang guru memukul pundak dan kepala dua anak muridnya beberapa kali.

Pemukulan itu juga disaksikan murid-murid lainnya. Di lapangan itu tampak barisan siswi yang tengah berdiri, sementara barisan siswa tengah jongkok.

I memang dikenal temperamental tetapi sangat disiplin. Selama ini, I diberi tugas menangani bidang kesiswaan.

Baca juga: Polisi Selidiki Pengunggah dan Perekam Video Guru Pukul Murid di Bekasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rute Mikrotrans JAK 73 Stasiun LRT Harjamukti-Pasar Rebo

Rute Mikrotrans JAK 73 Stasiun LRT Harjamukti-Pasar Rebo

Megapolitan
Syarat Mudik Gratis Pemprov Banten 2024 dan Cara Daftarnya

Syarat Mudik Gratis Pemprov Banten 2024 dan Cara Daftarnya

Megapolitan
Sebelum Bunuh Istri, Suami di Tambora Sempat Dipukul karena Dituduh Selingkuh

Sebelum Bunuh Istri, Suami di Tambora Sempat Dipukul karena Dituduh Selingkuh

Megapolitan
Sedang Minum Kopi, Seorang Pria Dikeroyok 5 Orang di Cengkareng Jakbar

Sedang Minum Kopi, Seorang Pria Dikeroyok 5 Orang di Cengkareng Jakbar

Megapolitan
Polisi Cari Pemasok Senjata ke Remaja yang Tawuran di Cikarang

Polisi Cari Pemasok Senjata ke Remaja yang Tawuran di Cikarang

Megapolitan
Cara Daftar Online Mudik Gratis Jateng 2024

Cara Daftar Online Mudik Gratis Jateng 2024

Megapolitan
Remaja yang 'Berani Tawuran, tapi Takut Hujan' di Bekasi Mengaku Beraksi Cuma Buat Konten

Remaja yang "Berani Tawuran, tapi Takut Hujan" di Bekasi Mengaku Beraksi Cuma Buat Konten

Megapolitan
Kronologi Ambruknya Jembatan Kedaung Depok, Berawal dari Retak, Lalu Longsor

Kronologi Ambruknya Jembatan Kedaung Depok, Berawal dari Retak, Lalu Longsor

Megapolitan
8 Korban Kecelakaan Bus Peziarah di Tol Cipali Dibawa ke RSU Tangsel

8 Korban Kecelakaan Bus Peziarah di Tol Cipali Dibawa ke RSU Tangsel

Megapolitan
Pemuda yang Tewas Akibat Tawuran di Mampang Alami Luka Bacok di Punggung

Pemuda yang Tewas Akibat Tawuran di Mampang Alami Luka Bacok di Punggung

Megapolitan
Makam Suaminya Terendam Banjir di TPU Semper, Tini: Sedih Sekali, Sudah Bertahun-tahun Begini

Makam Suaminya Terendam Banjir di TPU Semper, Tini: Sedih Sekali, Sudah Bertahun-tahun Begini

Megapolitan
Curhat Lansia Meniti Tangga Stasiun Cakung: Badan Tak Kuat Layaknya yang Sehat

Curhat Lansia Meniti Tangga Stasiun Cakung: Badan Tak Kuat Layaknya yang Sehat

Megapolitan
Pengelola Minta Pemkot Jakut Segera Atasi Masalah Banjir di TPU Semper

Pengelola Minta Pemkot Jakut Segera Atasi Masalah Banjir di TPU Semper

Megapolitan
Maling Motor Seret Wanita di Underpass Cibitung, Pelaku: Takut Dipukuli Warga

Maling Motor Seret Wanita di Underpass Cibitung, Pelaku: Takut Dipukuli Warga

Megapolitan
Paguyuban PKL Pasar Kebon Kembang Minta Pemkot Bogor Kaji Ulang soal Rencana Relokasi

Paguyuban PKL Pasar Kebon Kembang Minta Pemkot Bogor Kaji Ulang soal Rencana Relokasi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com