Seluruh Akses Menuju Kelapa Gading Terendam Banjir

Kompas.com - 25/02/2020, 18:06 WIB
Banjir di Kelapa Gading Vespa, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Selasa (25/2/2020) dok. Bagas Sweta BhaskaraBanjir di Kelapa Gading Vespa, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Selasa (25/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Lantas Jakarta Utara AKBP Slamet Widodo mengatakan, seluruh akses menuju Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara , telah terendam banjir.

Akibat genangan banjir itu, hanya kendaraan berukuran besar saja yang bisa masuk ke wilayah Kecamatan Kelapa Gading.

"Semua akses yang ke Kelapa Gading itu ada genangan. Sehingga, untuk yang bisa melintas itu hanya kendaraan besar," kata Slamet di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (2/2/2020).

Slamet mencatat, ada beberapa ruas jalan utama di Kelapa Gading yang terendam banjir, salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Baca juga: Baru Kering Kemarin, Permukiman di Pegangsaan Dua Kelapa Gading Kembali Kebanjiran

Di sini banjir masih merendam ruas jalan sepanjang 300 meter dengan kedalaman 40-50 sentimeter. Hanya kendaraan besar yang bisa melintas di sana.

Selain itu di Jalan Boulevard Barat, banjir merendam sekitar 1 KM ruas jalan dengan kedalaman 40-50 sentimeter.

Ia berpesan, warga yang ingin keluar dan masuk kawasan Kelapa Gading saat ini harus menumpang kendaraan besar, antara lain truk dan mobil boks.

Baca juga: Camat: Ada 19 Titik Banjir di Kelapa Gading

Saat ini, warga Kelapa Gading cukup kesulitan mengakses kediaman mereka.

"Masyarakat yang hendak melintas itu menumpang truk untuk dari maupun ke tempat di sana," ungkap dia.

Adapun banjir diakibatkan oleh hujan deras sejak Senin (24/2/2020) malam hingga pagi ini.

Sore ini banjir masih menggenangi berbagai kawasan meski sudah sedikit surut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Megapolitan
Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa 'Nyungsep' | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa "Nyungsep" | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Megapolitan
Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Megapolitan
UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Megapolitan
Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Megapolitan
PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

Megapolitan
JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

Megapolitan
Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

Megapolitan
Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X