Warga Aren Jaya Tolak Rencana Pembangunan Hotel karena Khawatir Jadi Tempat Prostitusi

Kompas.com - 11/03/2020, 23:23 WIB
Kontrakan di kawasan Aren Jaya, Bekasi yang hendak dijadikan hotel. Foto diambil, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.com/Cynthia LovaKontrakan di kawasan Aren Jaya, Bekasi yang hendak dijadikan hotel. Foto diambil, Rabu (11/3/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah warga Aren Jaya, Bekasi Timur, menolak rencana pembangunn sebuah hotel atau losmen di kawasan tempat tinggal mereka.

Warga yang menolak itu memasang spanduk di beberapa titik di kawasan itu. Spanduk-spanduk itu antara lain bertulis “Menolak keras adanya penginapan sementara hotel atau losmen yang berada di lingkungan kami".

Ketua RT 006/RW 001, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Ahmadin Amin mengatakan, spanduk itu telah terpasang sejak Selasa (10/3/2020) kemarin.

Ia mengatakan, penolakan tersebut lantaran warga mendengar kabar ada satu bangunan berisi 30 kontarakan milik warga di kawasan Aren Jaya hendak dijadikan hotel atau losmen yang nantinya.

Warga selama ini mengetahui, ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk bangunan itu dari awal adalah untuk tempat indekos atau kontrakan, bukan hotel.

“Kalau masalah kos-kosan dan kontrakan tidak jadi masalah. Nah, yang menjadi resah warga sini kenapa mau di jadikan hotel dan losmen. Informasi mau dialih fungsi dari dua bulan yang lalu udah ada selentingan bakal di alih fungsi. Istilahnya baru rencana dari pemiliknya,” ucap dia.

Ahmadin mengaku khawatir nantinya kontrakan itu dialihfungsikan menjadi hotel akan digunakan sebagai tempat prostitusi.

Karena itu, pihaknya telah melakukan mediasi bersama Babinsa, Bhimaspol, dan pihak Kelurahan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBL Akan Diterapkan di 62 RW Zona Merah di Jakarta, Ini Daftarnya

PSBL Akan Diterapkan di 62 RW Zona Merah di Jakarta, Ini Daftarnya

Megapolitan
Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

Megapolitan
Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

Megapolitan
Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Megapolitan
PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

Megapolitan
Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

Megapolitan
150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Megapolitan
Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Megapolitan
SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

Megapolitan
Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Megapolitan
Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

Megapolitan
Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X