Kompas.com - 30/04/2020, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim menemukan bekas guntingan dalam gamis yang menjadi barang bukti kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Di sini kita melihat bekas guntingan, itu maksudnya tidak ada saudara (menggunting)," kata majelis hakim dipantau dari akun YouTube PN Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Namun, dalam kesaksiannya Novel menyebutkan setelah wajahnya disiram air keras, ia langsung membuka gamis yang ia kenakan dengan mudah tanpa membantu alat bantu apa pun.

"Tidak ada yang digunting, saya ingat betul baju itu bagus, saya ingat betul karena baju itu termasuk yang saya senang, dan saya yakin betul ketika membuka itu tidak sobek karena sudah biasa," ucap Novel menjawab pertanyaan hakim.

Baca juga: Novel Baswedan Bantah Air Keras yang Disiramkan ke Wajahnya adalah Air Aki

Novel juga tidak mau memastikan apakah gamis yang jadi barang bukti dalam persidangan itu merupakan gamis yang ia kenakan sewaktu peristiwa penyiraman air keras tersebut.

Ia hanya membenarkan bahwa model, jenis, warna, dan merek gamis itu sama persis dengan yang ia gunakan tatkala penyerangan itu.

Diberitakan sebelumnya, dua terdakwa dalam kasus ini, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir didakwa melakukan penganiayaan berat terencana terhadap Novel dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Ronny dan Rahmat yang disebut sebagai polisi aktif itu melakukan aksinya lantaran rasa benci karena Novel dianggap mengkhianati institusi Polri.

Baca juga: Novel Baswedan Ceritakan Kronologi Penyiraman Air Terhadap Dirinya di Persidangan

Dalam dakwaan tersebut mereka dikenakan Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 lalu setelah menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, tak jauh dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyerangan tersebut, Novel mengalami luka pada matanya yang menyebabkan gangguan pengelihatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Begal Sadis Akhirnya Tertangkap, Beraksi 13 Kali di Jakbar dan Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Komplotan Begal Sadis Akhirnya Tertangkap, Beraksi 13 Kali di Jakbar dan Tak Segan Bacok Korban yang Melawan

Megapolitan
4 Korban Tewas dalam Kebakaran Rumah Kos di Tambora Terindentifikasi, Tersisa 2 Lagi

4 Korban Tewas dalam Kebakaran Rumah Kos di Tambora Terindentifikasi, Tersisa 2 Lagi

Megapolitan
Saat Kobaran Api di Tambora Kembali Memakan Korban, 6 Penghuni Kos Tewas Diduga Terjebak

Saat Kobaran Api di Tambora Kembali Memakan Korban, 6 Penghuni Kos Tewas Diduga Terjebak

Megapolitan
Anies Resmikan Alaspadu dan Rumapadu, Hunian untuk Warga Ekonomi Menengah di Jakarta

Anies Resmikan Alaspadu dan Rumapadu, Hunian untuk Warga Ekonomi Menengah di Jakarta

Megapolitan
Diduga Melompat, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali Angke Tangerang

Diduga Melompat, Seorang Pria Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali Angke Tangerang

Megapolitan
Mimpi Buruk Mahasiswa UI Jadi Korban Begal, Dibisiki 'Minta Duit' dari Belakang lalu Dibacok

Mimpi Buruk Mahasiswa UI Jadi Korban Begal, Dibisiki "Minta Duit" dari Belakang lalu Dibacok

Megapolitan
Pengacara Keluarga Brigadir J Akan Laporkan Ferdy Sambo dan Istri atas Dugaan Pembunuhan Berencana hingga Pencurian

Pengacara Keluarga Brigadir J Akan Laporkan Ferdy Sambo dan Istri atas Dugaan Pembunuhan Berencana hingga Pencurian

Megapolitan
Pengamat: Kapolda Metro Seharusnya Diperiksa soal Keterlibatan 4 Anggotanya dalam Kasus Brigadir J

Pengamat: Kapolda Metro Seharusnya Diperiksa soal Keterlibatan 4 Anggotanya dalam Kasus Brigadir J

Megapolitan
Pria Kurus yang Telantar di Kolong Flyover Kebon Nanas Dikabarkan Meninggal Dunia

Pria Kurus yang Telantar di Kolong Flyover Kebon Nanas Dikabarkan Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE 18 Agustus 2022: Bertambah 157, Total Kasus Covid-19 di Tangerang 82.105

UPDATE 18 Agustus 2022: Bertambah 157, Total Kasus Covid-19 di Tangerang 82.105

Megapolitan
Saat Lapangan Becek Tak Gentarkan Semangat Paskibra di Tangerang, 'Suatu Kebanggaan Bisa Selesaikan Tugas dengan Baik'

Saat Lapangan Becek Tak Gentarkan Semangat Paskibra di Tangerang, "Suatu Kebanggaan Bisa Selesaikan Tugas dengan Baik"

Megapolitan
Ragam Komentar soal Kedai Kopi yang Dianggap Persempit Ruang Halte Harmoni

Ragam Komentar soal Kedai Kopi yang Dianggap Persempit Ruang Halte Harmoni

Megapolitan
UPDATE 18 Agustus 2022: Bertambah 219 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangsel Kini 833

UPDATE 18 Agustus 2022: Bertambah 219 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangsel Kini 833

Megapolitan
Divonis 6 Bulan Penjara, Putra Siregar dan Rico Valentino Bakal Bebas 2 Bulan Lagi

Divonis 6 Bulan Penjara, Putra Siregar dan Rico Valentino Bakal Bebas 2 Bulan Lagi

Megapolitan
 Ketika Pemprov Korbankan Rp 2,7 Triliun untuk Bebaskan PBB Warga Jakarta...

Ketika Pemprov Korbankan Rp 2,7 Triliun untuk Bebaskan PBB Warga Jakarta...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.