Kompas.com - 26/06/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

DEPOK, KOMPAS.com - HT, tersangka pelaku pemerkosaan terhadap anak kandung di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, disebut melancarkan ancaman kekerasan saat memperkosa putrinya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah menyampaikan, pemerkosaan yang dilakukan HT terhadap putri sulungnya sudah terjadi sejak tahun 2018 silam.

"Karena sudah mulai ke arah ancaman yang lebih menakutkan bagi si anak, sehingga anak itu membutuhkan perlindungan dari orang lain. Akhirnya dia menyampaikan ke keluarganya, khususnya kepada pamannya," kata Azis kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Cerai dengan Istri, Ayah di Bojonggede Perkosa Anak Kandung Berulang Kali

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap HT, tersangka mengaku telah lima kali memperkosa putri sulungnya yang berusia 14 tahun tersebut.

Dalam tiga pemerkosaan pertama, ia mengintimidasi putri sulungnya secara verbal dengan ancaman kekerasan jika menolak paksaan itu.

Saat melakukan yang keempat, ancamannya sudah masuk ranah fisik dan mengerikan. HT menodongkan pisau kepada putrinya, kata Azis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemaksaannya adalah ketika ada kesempatan dan tidak ada orang lain di dalam rumah, ia kemudian menggunakan pisau sebagai ancaman," ujar Azis.

Azis menyampaikan, HT mengaku frustrasi selepas bercerai dengan istrinya bertahun-tahun silam.

Selama menduda, ia tinggal bersama dua anaknya, termasuk putri sulung yang kemudian menjadi korban pemerkosaan itu.

Saat ini, HT ditahan di sel tahanan Mapolres Metro Depok.

Azis mengatakan, HT terancam dijerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, ditambah sepertiga masa hukuman karena anak tersebut di bawah naungannya.

"Jadi kalau ada tanggung jawab naungan dari seseorang, tetapi seseorang itu ternyata justru sebagai ancaman bagi anak, maka hukumannya ditambah sepertiga lagi," kata Azis.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Megapolitan
Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Megapolitan
Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Megapolitan
Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X