Heboh, Bakso Cuanki Diludahi supaya Laris, Penjual Mengaku Disuruh Dukun

Kompas.com - 27/06/2020, 12:17 WIB
Tangakapan layar video rekaman CCTV, seorang pedagang bakso keliling diduga meludahi mangkuk bakso pembelinya, Senin (22/6/2020). IstimewaTangakapan layar video rekaman CCTV, seorang pedagang bakso keliling diduga meludahi mangkuk bakso pembelinya, Senin (22/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - WS (21), penjual bakso cuanki (cari uang jalan kaki), terkenal usai video beirisi dirinya viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat WS meludah di mangkok dagangannya sebelum menyajikan bakso kepada pembeli yang saat itu berada di Kompleks Unilever RT 006/RW 009 Nomor 50 Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Setelah video itu viral, WS pun ditangkap oleh Polsek Kembangan guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Berikut ini kronologi dan fakta WS, tukang bakso cuanki yang mendadak viral tersebut:

Kronologi

Hikma, salah satu warga, saat itu memesan bakso pada Senin (22/6/2020) petang. Dia memesan satu porsi bakso cuanki untuk anak balitanya.

Ia mengetahui tindakan WS lantaran melihat monitor CCTV yang dinyalakan di ruang tamu rumahnya. Monitor di TB memperlihatkan rekaman CCTV yang terpasang di teras rumahnya.

"Jadi pas saya pesan itu, saya tunggu di luar abangnya enggak langsung bikin. Akhirnya karena saya masuk dan TV ini kan emang selalu nyala. Saya lihatin dari TV ini kok ada yang aneh, dia kayak ngeludah di mangkuknya," kata Hikma.

Baca juga: Video Viral Tukang Bakso Ludahi Isi Mangkuk, Begini Cerita Pembeli

Meski sudah mengetahui tindakan aneh, Hikma tidak berani menegurnya. Ia tetap membayar seporsi bakso itu.

Usai membayar dan WS pergi untuk keliling, bakso yang dibeli Hikma segera dibuang.

"Saya takut mau negur, apalagi suami saya juga belum pulang. Makanya saya tetap bayar, tapi habis itu saya buang," ucap dia.

Hikma mengaku baru kali ini membeli bakso cuanki kepada pedagang tersebut. Dia pun tak mengenal identitas pedagang itu.

"Saya baru sekali beli, tapi kata tetangga sih sering lewat juga kalau malam. Enggak ada yang tahu juga namanya siapa dan tinggalnya di mana," kata Hikma.

Baca juga: Pengakuan Tukang Bakso Cuanki Ludahi Isi Mangkuk: Supaya Dagangan Laris

Hikma tidak menyangka bahwa rekaman CCTV tukang bakso cuanki bakal viral di media sosial.

Awalnya dia hanya membagikan video rekaman CCTV itu kepada grup warga agar mereka lebih berhati-hati dan tak mengalami hal serupa.

"Makanya, saya kaget kok ternyata viral. Padahal, saya share cuma ke grup WA warga sini aja biar tetangga pada hati-hati," kata Hikma.

Rupanya, ada salah satu tetangga Hilma yang kemudian menyebar video tersebut.

"Orangnya juga sudah minta maaf ke saya, enggak tahu kalau ternyata bakalan viral. Dan banyak yang pada nanya kronologi kejadian itu ke saya," kata Hikma.

Penjual bakso dibawa ke Polsek Kembangan

Setelah video itu viral, petugas kepolisian langsung menyelidiki kasus tersebut dengan mencari keberadaan WS.

WS pun ditangkap dan dimintai keterangan di Polsek Kembangan pada Kamis (25/6/2020). Meski sempat melepas, polisi kembali memanggil WS untuk mendalami pemeriksaan pada Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Polisi Bakal Bina Penjual Bakso Cuanki yang Ludahi Isi Mangkuk

"Awalnya kan dia cerita cuma mencium doang. Terus kita dalami lagi, CCTV kita periksa lagi, ternyata dia mengaku (meludah). Sekarang kita periksa mendalam lagi di Polsek," ujar Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan di Jakarta, Jumat (26/6/2020). 

Pemeriksaan terhadap WS masih berlangsung hingga kini.

Sejauh ini, Imam mengatakan, pembeli bakso belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ludahi mangkok biar laris

WS (21) mengaku bahwa dagangan baksonya akan laris jika ia meludahi isi mangkuk bakso yang akan disajikan kepada pelanggan.

Hal itu dikatakan Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan, berdasarkan hasil interogasi terhadap WS.

"Adapun tujuan pelaku untuk mendapatkan penglaris atau laku saat berjualan bakso," kata Imam saat dihubungi via WhatsApp, Jumat.

Kepada polisi, WS mengaku bahwa cara meludahi didapat dari seorang guru spiritual atau dukun berinisal J yang berada di Singaparna, Garut, Jawa Barat.

Dalam ajarannya, J meminta WS untuk mengikuti cara menjijikkan tersebut jika ingin dagangannya laris.

"Pelaku meludahi mangkuk bakso tersebut sesuai dengan ajaran yang dipelajari pelaku dari gurunya pada saat berada di kampungnya daerah Garut, Singaparna. Kurang lebih satu minggu yang lalu, amalan tersebut dilaksanakan pada saat pertama kali jualan setelah kembali dari kampung," kata Imam.

Dibina

Terkait kasus ini, Polsek Kembangan sudah melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

WS disebut akan menjalani pembinaan. Sebab, hingga saat ini korban belum juga melapor ke pihak kepolisian.

"Iya, nanti kami lagi mau gelarin dulu di tingkat Polres gimana. Kalau prediksi, kami lakukan pembinaan saja. Enggak ada korban, enggak ada pelapor, hanya merespons situasi viral saja," kata Imam.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Megapolitan
Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Megapolitan
UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X