Jam Operasional Transportasi Umum di Kota Tangerang Mulai Diperpanjang

Kompas.com - 08/07/2020, 17:35 WIB
Bus Rapid Transit (BRT) Tangerang di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Kamis (8/12/2016). Kahfi Dirga CahyaBus Rapid Transit (BRT) Tangerang di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Kamis (8/12/2016).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Jam operasional transportasi umum di Kota Tangerang mulai diperpanjang pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, jam operasional transportasi umum yang sebelumnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB kini diperpanjang menjadi pukul 22.00 WIB.

"Diperpanjang sampai dengan jam 22.00," ujar dia saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Rabu (8/7/2020).

Selain jam operasional, Wahyudi mengatakan, ada beragam kelonggaran yang mulai diterapkan di transportasi umum.

Baca juga: Kisah Anak Tukang AC Berprestasi tapi Gagal PPDB Tangerang, Dipaksa Cari Sekolah Swasta

Misalnya saja bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang kembali beroperasi dan dibukanya kembali operasional Terminal Poris Plawad yang merupakan terminal bus terbesar di Kota Tangerang.

"Terminal (Poris Plawad) sudah mulai beroperasi, AKAP AKDP, di dalam ketentuan yang ada memang AKAP (diperbolehkan) di atas 50 persen, protokol kesehatan masih diperhatikan," kata dia.

Kelonggaran-kelonggaran tersebut, kata Wahyudi, dipertimbangkan dengan peraturan Wali Kota, Pergub hingga Peraturan Menteri Perhubungan yang menyatakan diperbolehkan ada kelonggaran apabila suatu wilayah berubah menjadi zona hijau.

Baca juga: Perjalanan AKAP dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Tangsel Anjlok Setelah Dibuka Kembali

"Dengan catatan penyebaran Covid-19 masih bisa dikendalikan, dengan zona hijau itu (transportasi) bisa dilonggarkan," kata dia.

Meskipun sudah menerapkan beragam kelonggaran, Wahyudi mengatakan arus transportasi di Kota Tangerang masih belum normal seperti sedia kala.

"Kondisi trafik belum normal, sudah banyak beroperasional, tapi jumlahnya tidak seperti hari normal (sebelum pandemi)," kata dia.

Seperti diketahui saat ini Kota Tangerang masih menjalani PSBB tahap kelima yang dimulai pada 29 Juni lalu dan diperkirakan berakhir pada 12 Juli mendatang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perpanjangan PSBB Transisi Akan Berakhir Hari ini, Bagaimana Perkembangan Covid-19 Selama Dua Pekan Terakhir?

Perpanjangan PSBB Transisi Akan Berakhir Hari ini, Bagaimana Perkembangan Covid-19 Selama Dua Pekan Terakhir?

Megapolitan
Ini Fakta ASN Positif Covid-19 di Kantor Kemenkumham

Ini Fakta ASN Positif Covid-19 di Kantor Kemenkumham

Megapolitan
Pemprov DKI Akui Dana Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 DKI Masih Proses Pencairan

Pemprov DKI Akui Dana Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 DKI Masih Proses Pencairan

Megapolitan
Ini Titik Paling Rawan Ranjau Paku di Jalan Protokol Wilayah Jakarta

Ini Titik Paling Rawan Ranjau Paku di Jalan Protokol Wilayah Jakarta

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 12 Agustus di Depok: Temuan 16 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 12 Agustus di Depok: Temuan 16 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
[UPDATE] Daftar 22 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Depok Saat Ini

[UPDATE] Daftar 22 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
Jalan Protokol di Jakarta Masih Rawan Ancaman Ranjau Paku

Jalan Protokol di Jakarta Masih Rawan Ancaman Ranjau Paku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Kemungkinan Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Kemungkinan Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 12 Agustus: 8 Pasien Baru, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 655

UPDATE 12 Agustus: 8 Pasien Baru, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 655

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Temukan Hewan Laut yang Terdampak Pencemaran di Pulau Pari

Pemprov DKI Belum Temukan Hewan Laut yang Terdampak Pencemaran di Pulau Pari

Megapolitan
Akibat Layang-layang, Garuda Indonesia Keluarkan 4.000 Dollar AS untuk Perbaiki Kerusakan Pesawat

Akibat Layang-layang, Garuda Indonesia Keluarkan 4.000 Dollar AS untuk Perbaiki Kerusakan Pesawat

Megapolitan
Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Megapolitan
Jika PSBB Diperpanjang, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan di 3 Tempat Ini

Jika PSBB Diperpanjang, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan di 3 Tempat Ini

Megapolitan
Hari Kedua Pembersihan Pulau Pari, Petugas Kumpulkan 110 Kantong Gumpalan Minyak

Hari Kedua Pembersihan Pulau Pari, Petugas Kumpulkan 110 Kantong Gumpalan Minyak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X