Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies Sebut Tingkat Kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta Rendah karena Hal Ini...

Kompas.com - 10/02/2021, 22:16 WIB
Singgih Wiryono,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tingkat kematian akibat kasus Covid-19 di DKI Jakarta terbilang rendah.

Kata Anies, salah satu alasan tingkat kematian di Jakarta bisa rendah karena testing Covid-19 di DKI Jakarta cukup tinggi.

"Perlu kami sampaikan di sini, di DKI Jakarta tingkat kematian itu 1,6 persen. Salah satu sebab mengapa tingkat kematian itu bisa rendah karena pertama testingnya tinggi sehingga terdeteksi awal," tutur Anies dalam keterangan suara, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Saat Pemerintah Klaim Kasus Positif, Kasus Aktif, dan Angka Kematian Turun Pekan Ini

Selain itu, kata Anies, masyarakat Jakarta yang terpapar Covid-19 mendapat fasilitas isolasi mandiri yang memadai.

Sehingga orang yang terpapar Covid-19 bisa langsung diisolasi dan tidak menularkan Covid-19 ke lingkungan sekitar tempat tinggal pasien.

"Yang ketiga adalah pertahanan terakhirnya cukup yaitu fasilitas Rumah Sakit," kata Anies.

Dia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta menambah fasilitas tempat tidur isolasi dan perawatan Covid-19 sehingga menurunkan angka kematian akibat Covid-19.

Baca juga: Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Jakarta Turun Jadi 72 Persen

"Ini bukan sekedar (menambah) tempat tidur tapi juga tenaga medis tapi juga sistem di dalam pengelolaan rumah sakitnya ini poin ketiga terkait dengan penanganan," kata Anies.

Adapun update angka kumulatif kasus Covid-19 di DKI Jakarta saat ini tercatat 303.715 kasus.

Dari kasus tersebut, 274.817 pasien sudah dinyatakan sembuh, 24.173 dalam perawatan atau isolasi, dan 4.725 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Berikut jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia dalam kurun waktu 10 hari terakhir:

1 Februari: 70 pasien meninggal, total 4.337 (tingkat kematian 1,6 persen)

2 Februari: 42 pasien meninggal, total 4.379 (tingkat kematian 1,6 persen)

3 Feburari: 41 pasien meninggal, total 4.420 (tingkat kematian 1,6 persen)

4 Feburari: 41 pasien meninggal, total 4.461 (tingkat kematian 1,6 persen)

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] RM Dibunuh, Mayatnya Dimasukkan ke Koper | Brigadir RAT Bunuh Diri Saat Jadi Pengawal Bos Tambang, tapi Atasannya Tak Tahu

[POPULER JABODETABEK] RM Dibunuh, Mayatnya Dimasukkan ke Koper | Brigadir RAT Bunuh Diri Saat Jadi Pengawal Bos Tambang, tapi Atasannya Tak Tahu

Megapolitan
Rute KA Argo Cheribon, Tarif dan Jadwalnya 2024

Rute KA Argo Cheribon, Tarif dan Jadwalnya 2024

Megapolitan
Polisi Grebek Laboratorium Narkoba di Perumahan Elite Kawasan Sentul Bogor

Polisi Grebek Laboratorium Narkoba di Perumahan Elite Kawasan Sentul Bogor

Megapolitan
Bau Sampah Terasa Menyengat di Lokbin Pasar Minggu

Bau Sampah Terasa Menyengat di Lokbin Pasar Minggu

Megapolitan
Ini Tujuan Benyamin Ikut Penjaringan Bakal Cawalkot Tangsel di Tiga Partai Rival

Ini Tujuan Benyamin Ikut Penjaringan Bakal Cawalkot Tangsel di Tiga Partai Rival

Megapolitan
Usaha Dinsos Bogor Akhiri Perjalanan Mengemis Rosmini dengan Telusuri Keberadaan Keluarga

Usaha Dinsos Bogor Akhiri Perjalanan Mengemis Rosmini dengan Telusuri Keberadaan Keluarga

Megapolitan
Pembunuh Perempuan Dalam Koper Sempat Tinggalkan Jasad Korban di Hotel

Pembunuh Perempuan Dalam Koper Sempat Tinggalkan Jasad Korban di Hotel

Megapolitan
Dipecat karena Dituduh Gelapkan Uang, Ketua RW di Kalideres: Buat Apa Saya Korupsi Kalau Datanya Lengkap

Dipecat karena Dituduh Gelapkan Uang, Ketua RW di Kalideres: Buat Apa Saya Korupsi Kalau Datanya Lengkap

Megapolitan
Sudah Sepi Pembeli, Uang Retribusi di Lokbin Pasar Minggu Naik 2 Kali Lipat

Sudah Sepi Pembeli, Uang Retribusi di Lokbin Pasar Minggu Naik 2 Kali Lipat

Megapolitan
Benyamin-Pilar Kembalikan Berkas Penjaringan Pilkada Tangsel, Demokrat Sambut dengan Nasi Kebuli

Benyamin-Pilar Kembalikan Berkas Penjaringan Pilkada Tangsel, Demokrat Sambut dengan Nasi Kebuli

Megapolitan
Sehari Berlalu, Remaja yang Tenggelam di Kali Ciliwung Belum Ditemukan

Sehari Berlalu, Remaja yang Tenggelam di Kali Ciliwung Belum Ditemukan

Megapolitan
Polisi Masih Observasi Kondisi Kejiwaan Anak yang Bacok Ibu di Cengkareng

Polisi Masih Observasi Kondisi Kejiwaan Anak yang Bacok Ibu di Cengkareng

Megapolitan
Pedagang Sebut Lokbin Pasar Minggu Sepi karena Lokasi Tak Strategis

Pedagang Sebut Lokbin Pasar Minggu Sepi karena Lokasi Tak Strategis

Megapolitan
Ini Kantong Parkir Penonton Nobar Timnas Indonesia U-23 Vs Irak U-23 di Monas

Ini Kantong Parkir Penonton Nobar Timnas Indonesia U-23 Vs Irak U-23 di Monas

Megapolitan
Golkar Depok Ajukan Ririn Farabi Arafiq untuk Maju Pilkada 2024

Golkar Depok Ajukan Ririn Farabi Arafiq untuk Maju Pilkada 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com