Kompas.com - 15/06/2021, 22:05 WIB
Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019). KOMPAS.COM/NURSITA SARIDirektur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) menggratiskan biaya transpor selama sebulan penuh.

Gratis ongkos perjalanan itu berlaku bagi TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat lanjut usia (lansia). Bus yang beroperasi dari Kota Bogor itu akan melayani warga ke beberapa wilayah di Jakarta.

"Terhitung mulai hari ini, gratis. Kontribusi sementara ini memang tidak begitu wah, tapi ada manfaatnya buat masyarakat," kata Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa, di Bogor Creative Center, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Perum PPD Siap Operasikan Bus Listrik

Pande menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk bisa berkontribusi lebih kepada Kota Bogor. Terlebih, sambung Pande, Kota Bogor juga akan melaksanakan program layanan bus dengan skema by the service (BTS).

Program ini dilangsungkan di enam kota secara serentak, termasuk di Kota Bogor. Saat launching nanti, Perum PPD menyatakan siap untuk mendukung program tersebut.

"Intinya memang tidak mendukung dari finansial, tapi dalam bentuk dukungan layanan, kami siap. Mobil kami beroperasi di Bogor. Apabila Pemkot Bogor memerlukan kendaraan kami untuk hal yang bersifat operasional atau hal yang  mendesak, kami izinkan bergerak segera," sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perum PPD Luncurkan Tiga Trayek Baru dari Stasiun Bogor ke Jakarta

Pande mengaku, kehadiran Perum PPD di Kota Bogor sebagai sarana transportasi alternatif dan upaya antisipatif apabila commuter line dari Stasiun Bogor sudah tak bisa lagi menampung penumpang.

Saat ini, kata dia, ada total 21 armada bus yang beroperasi. Namun dalam sebulan ini, seluruh armada digratiskan.

"Kami Perum PPD selaku operator yang telah dipercaya oleh Pemkot Bogor tentunya siap mendukung kebijakan-kebijakan yang ada di Kota Bogor," ungkapnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menuturkan, masyarakat Kota Bogor membutuhkan transportasi alternatif seperti bus, mengingat PT KAI masih menerapkan jumlah kapasitas penumpang.

Baca juga: Urai Kepadatan di KRL Jabodetabek, BPTJ Sediakan Bus Gratis

Dedie turut mengucap terima kasih atas program bus gratis yang diberikan oleh Perum PPD. Ia mengaku, hubungan Pemkot Bogor dan Perum PPD sudah terjalin dengan baik hingga saat ini.

"Jadi, kami ucapkan terima kasih kepada PPD dan Insya Allah kita dukung terus. Jabodetabek ini menjadi satu area bersama. Bukan hanya bersama dalam kaitan ekonomi, tapi kondisi pandemi juga sama," pungkas dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.