Kompas.com - 21/06/2021, 10:58 WIB
Seorang penumpang KRL di Stasiun Bogor sedang menjalani tes usap (swab) antigen yang digelar PT KCI, Senin (21/6/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang penumpang KRL di Stasiun Bogor sedang menjalani tes usap (swab) antigen yang digelar PT KCI, Senin (21/6/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menggelar tes usap (swab) antigen secara acak terhadap para penumpang KRL di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (21/6/2021).

Dari 50 penumpang KRL yang dilakukan swab antigen secara acak, terdapat satu orang yang hasilnya reaktif Covid-18.

VP Corporate Secretary PT KCI Anne Purba mengatakan, penumpang tersebut saat ini sudah dibawa ke Puskesmas setempat untuk dilakukan tes PCR.

Baca juga: Senin, Penumpang KRL Akan Dites Acak, Positif Covid-19 Langsung Dilaporkan ke Satgas

"Tadi ada satu yang positif, kita langsung koordinasi dengan Dinkes untuk lanjutan melakukan swab PCR. Karena antigen harus dipastikan lagi dengan PCR," kata Anne.

"Dia pekerja yang melakukan aktivitas ke Jakarta. Tadi sebelum naik, beliau cek antigen lalu menuju ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes PCR," tambah Anne.

Anne menuturkan, pemeriksaan swab antigen terhadap para penumpang KRL ini dilakukan menyusul tren kasus Covid-19 yang meningkat di wilayah Jabodetabek dalam beberapa pekan terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bagaimana Nasib Penumpang KRL yang Positif Usai Tes Acak Antigen?

Selain itu, sambung Anne, KRL masih menjadi moda transportasi favorit di wilayah Jabodetabek sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami melihat Stasiun Bogor ini stasiun paling sibuk setiap harinya, khususnya di pagi hari. Jadi ini salah satu tempat yang kita ajukan," sebutnya.

"Jadi per hari ini KAI melakukan tes secara acak atau random check di enam stasiun. Pagi itu Bogor, Tanggerang, Bekasi, Cikarang. Kalau sore atau pulang kerja di Manggarai dan Tanah Abang," beber dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Megapolitan
Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Megapolitan
Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Megapolitan
Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Megapolitan
Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Megapolitan
Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah Akibat Pandemi

Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah Akibat Pandemi

Megapolitan
Artis Tiktok Ini Dipanggil Polisi karena Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4 di Bekasi

Artis Tiktok Ini Dipanggil Polisi karena Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4 di Bekasi

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Penyaluran Bansos Tunai 93.000 Warga Tangsel Terkendala Terbatasnya Petugas PT POS

Megapolitan
Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Menengok Masjid Babah Alun yang Dibangun Pengusaha Jusuf Hamka, Kental Nuansa Tionghoa

Megapolitan
Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Penyaluran Bansos Tunai Rp 600.000 di Tangsel Berjalan Lambat, Baru Selesai 7 dari 54 Kelurahan

Megapolitan
Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Aturan Makan 20 Menit di Jakarta: Pengawasan Tak Jelas Hingga Jadi Guyonan Warga

Megapolitan
Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Polisi Telusuri 2.000 Tabung Oksigen yang Diimpor secara Ilegal

Megapolitan
PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

PC Fatayat NU Jaksel Bagikan 200 Paket Makanan untuk Pasien Covid-19 Isoman

Megapolitan
Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Disperindagop Setor Data Pelaku Usaha di Kota Tangerang sebagai Penerima BPUM ke Pemerintah Pusat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X