Kompas.com - 11/01/2022, 18:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan kelas perdana program kurikulum bisnis digital di SMK Negeri 1 Kota Bogor, Selasa (11/1/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan kelas perdana program kurikulum bisnis digital di SMK Negeri 1 Kota Bogor, Selasa (11/1/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menjadi penyumbang tertinggi tingkat pengangguran di Jawa Barat.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan, ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, salah satunya tidak terserapnya tenaga lulusan SMK yang bekerja di perusahaan atau sektor industri.

Melihat fenomena tersebut, sambung Emil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah mempersiapkan 26.000 siswa-siswi SMK untuk mengikuti program kurikulum bisnis digital dengan menggandeng salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Shopee.

Baca juga: Medion Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan SMK, D3, S1 dan S2

Emil berharap, dengan langkah ini, lulusan SMK ke depan dapat memiliki keterampilan khusus dalam bidang digital serta siap pakai dalam di dunia kerja.

"Inilah yang kami siapkan dalam kurikulum digital ini. Karena dari statistik, masih banyak lulusan SMK di Jawa Barat tidak terserap sehingga tingkat penganggurannya masih kategori tinggi," kata Emil, saat meresmikan kelas perdana program pelatihan bisnis digital di SMK Negeri 1 Kota Bogor, Selasa  (11/1/2022).

Emil melihat, kondisi itu terjadi lantaran kurikulum pendidikan SMK yang digunakan selama ini masih konvensional.

Baca juga: BPN Kota Bogor Siapkan Layanan Berbasis Digital untuk Permudah Masyarakat Urus Sertifikat Tanah

Padahal, kata Emil, saat ini era tranformasi digital atau industri 4.0 telah berkembang pesat.

Ia menyebut, ada 80 juta pekerjaan akan hilang karena tergeser oleh industri 4.0, dan ada 120 juta pekerjaan baru akan datang.

"Karena itu Jawa Barat berinisiatif untuk berinovasi mempercepat adaptasi baru ini. Ini yang kami siapkan dalam kurikulum digital ini," sebut Emil.

"Salahkan orangtuanya, jangan salahkan anaknya. Salahkan sistem kita karena tidak mau beradaptasi," tambahnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Megapolitan
Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Wilayahnya Langganan Banjir, Ketua RT di Kramatjati Minta Perbaikan Infrastruktur

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMP

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SD

Megapolitan
Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Kasus Pembunuhan Perempuan di Jatisampurna Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota

Megapolitan
BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

BPBD DKI: Banjir di Puluhan RT di Jakarta akibat Hujan Deras Sudah Surut

Megapolitan
Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan di Jatisampurna

Megapolitan
Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Fase Bulan Purnama, BPBD DKI Peringatkan Potensi Banjir di Wilayah Pesisir Jakarta 15-19 Mei

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI yang Tak Gelar Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Megapolitan
UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

UPDATE 15 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 20 Orang

Megapolitan
Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Bertemu CEO BloombergNEF di London, Anies Jajaki Kerja Sama Percepatan Bebas Emisi di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

[POPULER JABODETABEK] Puluhan Rumah di Kramat Jati Terendam Banjir | Wagub DKI Tegaskan JIS untuk Kegiatan Olahraga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.