Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Revitalisasi Halte Karet Tuntas, Penumpang Transjakarta Nyaman dan Bangga

Kompas.com - 20/02/2024, 22:34 WIB
Xena Olivia,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengguna bus transjakarta merasa puas dengan revitalisasi Halte Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka berpendapat, Halte Karet kini lebih luas dan memberikan rasa nyaman.

Caroline (25), salah satunya. Dia senang karena tak perlu lagi berdesakan dengan sesama pengguna Transjakarta di Halte Karet.

"Sebelumnya sempit, kalau sekarang lebih nyaman enggak terlalu berdesakan," kata Caroline saat diwawancarai Kompas.com di Halte Karet, Senin (19/2/2024).

Hal senada disampaikan Ani Simanjuntak (65). Ia bahkan merasa bangga dengan revitalisasi ini.

Namun, ia memberi kritik agar PT Transjakarta mengecek kondisi toilet Halte Karet secara berkala.

Baca juga: Menjajal Halte Transjakarta Karet Usai Direvitalisasi, Lebih Luas dan Modern

"Sayang, toiletnya kadang macet," ujar Ani singkat sembari berlalu.

Sementara itu, Fikri (40) juga setuju bahwa Halte Transjakarta Karet memberi kesan nyaman. Namun, ia menyayangkan antrean panjang mesin tap in-tap out di pagi hari.

Sebab, hanya ada dua mesin yang tersedia di Halte Karet.

"Kalau lagi tap suka ngantrenya panjang," keluh dia.

Halte Transjakarta Karet, menjadi lebih luas dan modern usai direvitalisasi.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Senin (19/2/2024), pengguna transjakarta dapat berjalan dengan leluasa di dalam halte.

Baca juga: DPRD DKI Minta Penyaluran Air Bersih ke Halte Transjakarta Selesai Tahun Ini

Selain itu, di sana terdapat toilet dan mushola. Kondisinya cukup bersih dan nyaman.

Pengguna yang merasa lapar juga bisa mengunjungi gerai makanan di dalam halte yang menjual berbagai aneka roti.

Jika ingin makanan atau minuman ringan yang lebih beragam, atau memerlukan barang lain, pengguna bisa melipir ke gerai Indomaret Point yang letaknya tak jauh dari area tap in-tap out.

Sebagai informasi, Halte Karet kembali beroperasi pada 1 September 2023 setelah direvitalisasi.

PT Transjakarta sebelumnya merevitalisasi 10 halte. Sepuluh halte yang akan direvitalisasi adalah Halte Bundaran Senayan, Halte Karet, Halte Slipi Petamburan, Halte Jembatan Baru, Halte Cawang UKI.

Kemudian, Halte Pulomas, Halte Pasar Rumput, Halte Pancoran Barat, Halte Grogol 1, dan Halte Grogol 2.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Teman Siswa yang Gantung Diri di Palmerah Sebut Korban Tak Suka Cerita Masalah Apa Pun

Teman Siswa yang Gantung Diri di Palmerah Sebut Korban Tak Suka Cerita Masalah Apa Pun

Megapolitan
Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi untuk Palestina Serukan Tiga Tuntutan Sebelum Membubarkan Diri

Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi untuk Palestina Serukan Tiga Tuntutan Sebelum Membubarkan Diri

Megapolitan
Unjuk Rasa di Patung Kuda Diwarnai Lempar Botol dan Batu, Polisi: Tak Ada yang Terluka dan Ditangkap

Unjuk Rasa di Patung Kuda Diwarnai Lempar Botol dan Batu, Polisi: Tak Ada yang Terluka dan Ditangkap

Megapolitan
Cerita Tukang Ojek Sampan Pelabuhan Sunda Kelapa, Setia Menanti Penumpang di Tengah Sepinya Wisatawan

Cerita Tukang Ojek Sampan Pelabuhan Sunda Kelapa, Setia Menanti Penumpang di Tengah Sepinya Wisatawan

Megapolitan
Pendatang Baru di Jakarta Harus Didata agar Bisa Didorong Urus Pindah Domisili

Pendatang Baru di Jakarta Harus Didata agar Bisa Didorong Urus Pindah Domisili

Megapolitan
Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Bekerja Sebagai Pengajar di Kampus Jakarta

Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Bekerja Sebagai Pengajar di Kampus Jakarta

Megapolitan
Bentuk Unit Siaga SAR di Kota Bogor, Basarnas: Untuk Meningkatkan Kecepatan Proses Penyelamatan

Bentuk Unit Siaga SAR di Kota Bogor, Basarnas: Untuk Meningkatkan Kecepatan Proses Penyelamatan

Megapolitan
Aksi Pencurian Kotak Amal di Mushala Sunter Terekam CCTV

Aksi Pencurian Kotak Amal di Mushala Sunter Terekam CCTV

Megapolitan
Siswa SMP yang Gantung Diri di Jakbar Dikenal Sebagai Atlet Maraton

Siswa SMP yang Gantung Diri di Jakbar Dikenal Sebagai Atlet Maraton

Megapolitan
Detik-detik Mencekam Kebakaran Toko 'Saudara Frame': Berawal dari Percikan Api, Lalu Terdengar Teriakan Korban

Detik-detik Mencekam Kebakaran Toko "Saudara Frame": Berawal dari Percikan Api, Lalu Terdengar Teriakan Korban

Megapolitan
Polisi Periksa Saksi-saksi Terkait Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari

Polisi Periksa Saksi-saksi Terkait Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari

Megapolitan
Massa Aksi yang Menuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024 Bakar Ban Sebelum Bubarkan Diri

Massa Aksi yang Menuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024 Bakar Ban Sebelum Bubarkan Diri

Megapolitan
Massa Pendukung Prabowo-Gibran Juga Demo di Patung Kuda, tapi Beberapa Orang Tak Tahu Isi Tuntutan

Massa Pendukung Prabowo-Gibran Juga Demo di Patung Kuda, tapi Beberapa Orang Tak Tahu Isi Tuntutan

Megapolitan
DPC PDI-P: Banyak Kader yang Minder Maju Pilwalkot Bogor 2024

DPC PDI-P: Banyak Kader yang Minder Maju Pilwalkot Bogor 2024

Megapolitan
Salah Satu Korban Tewas Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' adalah ART Infal yang Bekerja hingga 20 April

Salah Satu Korban Tewas Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" adalah ART Infal yang Bekerja hingga 20 April

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com