Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PSI Belum Bahas Arah Dukungan pada Pilkada DKI, Masih Kawal Suara pada Pileg 2024

Kompas.com - 27/02/2024, 13:41 WIB
Tria Sutrisna,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sampai saat ini belum membahas persiapan maupun dukungan untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta Elva Fahri Qolbina menjelaskan, seluruh jajaran partai hingga kini masih fokus mengawal proses penghitungan suara pemilihan anggota legislatif (Pileg).

“Saat ini kami masih fokus untuk mengawal proses perhitungan suara Pileg 2024 di Jakarta. Alhamdulillah kemungkinan suara PSI akan melebihi 2019,” ujar Elva saat dihubungi, Selasa (27/2/2024).

Baca juga: Belum Bahas Pilkada DKI, PKS: Kami Masih Mengawal Suara Pilpres dan Pileg

Saat ditanya kemungkinan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep ikut berkontestasi sebagai kandidat pada Pilgub DKI Jakarta, Elva tak merespons.

Dia hanya menegaskan bahwa pembahasan lebih lanjut soal Pilgub DKI dan sosok yang akan didukung, baru akan dilakukan setelah penetapan hasil Pemilu 2024.

“Amanah dari hasil Pemilu 2024 ini kemudian akan kami perjuangkan dalam Pemilihan Gubernur mendatang,” kata Elva.

Berdasarkan hasil hitung sementara real count KPU RI pada Selasa (27/2/2024) pukul 13.30 WIB, data yang sudah masuk untuk wilayah Jakarta sebesar 51,64 persen, atau 15.888 dari 30.766 TPS di Ibu Kota.

Baca juga: Nasdem Klaim Sahroni Siap Bersaing atau Berkoalisi dengan Kaesang di Pilkada DKI 2024

PSI sementara ini menduduki posisi keenam dengan perolehan suara 8,03 persen.

Sebagai informasi, data yang tersaji di dalam situs KPU hanyalah alat bantu untuk keterbukaan hasil penghitungan suara.

Penghitungan suara secara resmi tetap dilakukan melalui mekanisme rekapitulasi berjenjang dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, hingga pusat, dengan penandatanganan berita acara di setiap tingkatan.

KPU RI masih melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (15/2/2024) hingga Rabu (20/3/2024). Penetapan hasil pemilu dilakukan paling lambat 3 hari setelah memperoleh surat pemberitahuan atau putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Permasalahan Banjir Rob Masih 'Menghantui' Pelabuhan Sunda Kelapa

Permasalahan Banjir Rob Masih "Menghantui" Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Cerita Nadia, Habiskan Jutaan Rupiah untuk Bagi-bagi THR ke Sanak Saudara

Cerita Nadia, Habiskan Jutaan Rupiah untuk Bagi-bagi THR ke Sanak Saudara

Megapolitan
Satu Keluarga Tertimpa Dahan Pohon Saat Sedang Piknik di Ragunan

Satu Keluarga Tertimpa Dahan Pohon Saat Sedang Piknik di Ragunan

Megapolitan
Lebaran Usai, Pemprov DKI Bakal Data Pendatang Baru di Jakarta Sebulan ke Depan

Lebaran Usai, Pemprov DKI Bakal Data Pendatang Baru di Jakarta Sebulan ke Depan

Megapolitan
Perempuan yang Bunuh Diri Sambil 'Live' Beberapa Kali Mencoba Akhiri Hidup

Perempuan yang Bunuh Diri Sambil "Live" Beberapa Kali Mencoba Akhiri Hidup

Megapolitan
PDI-P Lirik Sekda Supian Suri, Sebut Kandidat Kuat Calon Wali Kota Depok

PDI-P Lirik Sekda Supian Suri, Sebut Kandidat Kuat Calon Wali Kota Depok

Megapolitan
PKS Belum Tentukan Kandidat untuk Pilwalkot Bogor 2024

PKS Belum Tentukan Kandidat untuk Pilwalkot Bogor 2024

Megapolitan
Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal Sembunyikan Fortuner di Rumah Kakaknya, Pelat Palsu TNI Dibuang

Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal Sembunyikan Fortuner di Rumah Kakaknya, Pelat Palsu TNI Dibuang

Megapolitan
Kisah Kuli Panggul Sering Ditolak Pelanggan karena Sudah Tua, Sukardi: Saya Masih Kuat...

Kisah Kuli Panggul Sering Ditolak Pelanggan karena Sudah Tua, Sukardi: Saya Masih Kuat...

Megapolitan
Pengendara Kabur Usai Serempet Mobil di Bekasi, Polisi: Panik Diteriaki Warga

Pengendara Kabur Usai Serempet Mobil di Bekasi, Polisi: Panik Diteriaki Warga

Megapolitan
Anak yang Aniaya Ibu Kandung di Cengkareng Ditetapkan Jadi Tersangka

Anak yang Aniaya Ibu Kandung di Cengkareng Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Mobil 'Seruduk' Belasan Kendaraan di Depan Tol Bekasi, Berawal dari Tabrak Lari

Mobil "Seruduk" Belasan Kendaraan di Depan Tol Bekasi, Berawal dari Tabrak Lari

Megapolitan
Perjuangan Mudik Ridwan Mahasiswa di Bandung, Kerja Sampingan demi Beli Tiket Bus

Perjuangan Mudik Ridwan Mahasiswa di Bandung, Kerja Sampingan demi Beli Tiket Bus

Megapolitan
PKS Usulkan 3 Nama untuk Pilkada DKI: Sohibul Iman, Mardani Ali Sera, dan Khoirudin

PKS Usulkan 3 Nama untuk Pilkada DKI: Sohibul Iman, Mardani Ali Sera, dan Khoirudin

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI

Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com