Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gaji Belum Cair, Tenaga Medis di Jakarta Timur Diminta Bersabar dan Berdoa

Kompas.com - 16/12/2015, 04:30 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga medis di seluruh wilayah Jakarta Timur, seperti dokter, bidan, dan perawat, harus mengelus dada.

Sudah dua minggu terakhir, para tenaga medis tersebut belum menerima gaji. Akibatnya, mereka pun kebingungan terkait pengeluaran rutin selama ini.

Salah seorang tenaga medis di wilayah Jakarta Timur, RA (38) mengatakan, kondisi tersebut sudah memasuki pekan kedua. Dia mengaku kebingungan bagaimana menyiasati pengeluaran bulanannya.

"Sekarang jadinya kebingungan, soalnya sampai sekarang gaji belum juga diterima. Setiap kali cek ATM, masih juga kosong," katanya, Selasa (15/12).

RA menjelaskan, gaji yang terlambat baru kali ini dirasakannya. Sebab, selama ini, gaji yang merupakan haknya selalu diperoleh tepat waktu.

"Biasanya gaji itu sudah masuk sejak tanggal 2 tapi ini sampai tanggal 15 Desember, gaji belum juga diterima," ungkapnya sedih.

Ia menambahkan, hal tersebut bukan hanya dialaminya dirinya. Hampir seluruh tenaga medis mulai dari dokter, bidan, perawat, hingga bagian administrasi puskesmas, juga mengalami hal serupa.

"Padahal itu gaji buat bayar cicilan motor, tapi sampai sekarang belum juga ada. Jadinya saya bingung mau bayar cicilan pakai apa," ujarnya.

Menurut RA, seluruh petugas hanya mendapatkan pesan singkat dari Dinas Kesehatan yang berbunyi:

  • Gaji bulan Desember 2015 belum ada kepastian kapan keluarnya karena ada terjadi defisit anggaran Rp 38 miliar.
  • TKD tahap 2 mungkin akan didahulukan cair karena ceknya sudah ditandatangani.
  • Namun jika ternyata tidak ada penambahan anggaran untuk menutupi defisit, maka kemungkinan gaji Desember 2015 atau TKD tahap 2 sulit cairnya.
  • Keterlambatan gaji tidak hanya dialami oleh Dinas Kesehatan tapi juga 9 SKPD lainnya.
  • Sarannya: bersabar dan banyak berdoa biar bisa cepat cair.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Iwan Kurniawan membenarkan bahwa hingga saat ini gaji PNS di jajaran Dinas Kesehatan DKI belum cair.

‎Iwan mengaku belum mengetahui apa penyebab belum cairnya gaji tersebut karena semua itu merupakan wewenang Dinas Kesehatan.

"Kemungkinan ini disebabkan adanya masalah administrasi. Wilayah Jakarta Timur sendiri ada lebih dari 800 PNS dan 1.500 honorer yang belum terima gaji termasuk saya," kata Iwan.

Meski demikian, Iwan memastikan, pelayanan di rumah sakit, puskesmas, dan sudin tidak mengalami gangguan.

Menurut dia, seluruh PNS bekerja secara profesional di bidangnya masing-masing demi melayani masyarakat.

"Saya minta kepada seluruh PNS agar bersabar karena gaji mereka pasti dibayar. Hanya saja karena ada sedikit kendala, hak mereka menjadi tertunda," ‎katanya. (Junianto Hamonangan)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Gratis Untuk Anak Pejuang Kanker, Begini Syarat Menginap di 'Rumah Anyo'

Megapolitan
Gelar 'Napak Reformasi', Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Gelar "Napak Reformasi", Komnas Perempuan Ajak Masyarakat Mengingat Tragedi 12 Mei 1998

Megapolitan
Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Jatuh Bangun Pinta Mendirikan 'Rumah Anyo' Demi Selamatkan Para Anak Pejuang Kanker

Megapolitan
Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Saat Epy Kusnandar Ditangkap karena Narkoba, Diam Seribu Bahasa

Megapolitan
Misteri Mayat Pria Terbungkus Sarung di Pamulang, Diduga Dibunuh Lalu Dibuang

Misteri Mayat Pria Terbungkus Sarung di Pamulang, Diduga Dibunuh Lalu Dibuang

Megapolitan
Pelajar SMK Lingga yang Selamat dari Kecelakaan Tiba di Depok, Disambut Tangis Orangtua

Pelajar SMK Lingga yang Selamat dari Kecelakaan Tiba di Depok, Disambut Tangis Orangtua

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 12 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 12 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Megapolitan
Teka-teki Kematian Pria dengan Tubuh Penuh Luka dan Terbungkus Sarung di Tangsel

Teka-teki Kematian Pria dengan Tubuh Penuh Luka dan Terbungkus Sarung di Tangsel

Megapolitan
Rute Transjakarta 10B Cipinang Besar Selatan-Kalimalang

Rute Transjakarta 10B Cipinang Besar Selatan-Kalimalang

Megapolitan
Adik Kelas Korban Kecelakaan Bus di Subang Datangi SMK Lingga Kencana: Mereka Teman Main Kami Juga

Adik Kelas Korban Kecelakaan Bus di Subang Datangi SMK Lingga Kencana: Mereka Teman Main Kami Juga

Megapolitan
Orangtua Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang Mendatangi SMK Lingga Kencana

Orangtua Korban Kecelakaan Bus di Ciater Subang Mendatangi SMK Lingga Kencana

Megapolitan
Datangi Sekolah, Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Ciater: Saya Masih Lemas...

Datangi Sekolah, Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Ciater: Saya Masih Lemas...

Megapolitan
Soal Peluang Usung Anies di Pilkada, PDI-P: Calon dari PKS Sebenarnya Lebih Menjual

Soal Peluang Usung Anies di Pilkada, PDI-P: Calon dari PKS Sebenarnya Lebih Menjual

Megapolitan
Polisi Depok Jemput Warganya yang Jadi Korban Kecelakaan Bus di Ciater

Polisi Depok Jemput Warganya yang Jadi Korban Kecelakaan Bus di Ciater

Megapolitan
Warga Sebut Suara Mobil di Sekitar Lokasi Penemuan Mayat Dalam Sarung Terdengar Pukul 05.00 WIB

Warga Sebut Suara Mobil di Sekitar Lokasi Penemuan Mayat Dalam Sarung Terdengar Pukul 05.00 WIB

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com