Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata, Pembunuh Pemilik Toko Kelontong Tetangganya Sendiri

Kompas.com - 01/08/2014, 14:39 WIB
DEPOK, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Depok akhirnya mengungkap kasus tewasnya Ali Wafa Yusuf (37), pedagang kelontong yang ditemukan bersimbah darah di warung kelontong sekaligus rumahnya di Jalan Pitara, Pancoranmas, Depok, Kamis (31/7/2014) pukul 01.00 WIB.

Ali tewas dengan sedikitnya 7 luka tusukan senjata tajam ditubuhnya. Pelaku penikaman terhadap Ali ternyata adalah Suhandi (42) alias Kumis bin Sumanta, yang merupakan tetangga Ali. Suhandi tinggal tak jauh dari rumah Ali Wafa.

"Pelaku kami bekuk di rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, Jumat pagi pukul 08.00. Sejak awal, yang bersangkutan sudah sangat mencurigakan karena memberi keterangan yang berbelit-belit dan coba mengecoh penyidik," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Agus Salim di Mapolresta Depok, Jumat (1/8/2014).

Suhendi pulalah yang saat kejadian termasuk orang yang pertama kali menolong korban dan membawanya ke rumah sakit dengan angkot. Suhandi juga sempat diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus ini.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Suhandi mengatakan, saat menolong korban, Ali sempat mengatakan kepadanya, bahwa orang yang menusuk Ali adalah dua pria kawanan perampok yang hendak menggasak uang warungnya dan berhasil kabur. Namun polisi tak mudah percaya. Hingga akhirnya menyimpulkan Suhendilah pelakunya.



Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kecelakaan di UI, Saksi Sebut Mobil HRV Berkecepatan Tinggi Tabrak Bus Kuning

Kecelakaan di UI, Saksi Sebut Mobil HRV Berkecepatan Tinggi Tabrak Bus Kuning

Megapolitan
Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Tewasnya Siswa STIP yang Diduga Dianiaya Senior

Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Tewasnya Siswa STIP yang Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Diduga Ngebut, Mobil Tabrak Bikun UI di Hutan Kota

Diduga Ngebut, Mobil Tabrak Bikun UI di Hutan Kota

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Tinggalkan Mayat Korban di Kamar Hotel

Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Tinggalkan Mayat Korban di Kamar Hotel

Megapolitan
Siswa STIP Dianiaya Senior di Sekolah, Diduga Sudah Tewas Saat Dibawa ke Klinik

Siswa STIP Dianiaya Senior di Sekolah, Diduga Sudah Tewas Saat Dibawa ke Klinik

Megapolitan
Terdapat Luka Lebam di Sekitar Ulu Hati Mahasiswa STIP yang Tewas Diduga Dianiaya Senior

Terdapat Luka Lebam di Sekitar Ulu Hati Mahasiswa STIP yang Tewas Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Dokter Belum Visum Jenazah Mahasiswa STIP yang Tewas akibat Diduga Dianiaya Senior

Dokter Belum Visum Jenazah Mahasiswa STIP yang Tewas akibat Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Polisi Pastikan RTH Tubagus Angke Sudah Bersih dari Prostitusi

Polisi Pastikan RTH Tubagus Angke Sudah Bersih dari Prostitusi

Megapolitan
Mahasiswa STIP Tewas Diduga akibat Dianiaya Senior

Mahasiswa STIP Tewas Diduga akibat Dianiaya Senior

Megapolitan
Berbeda Nasib dengan Chandrika Chika, Rio Reifan Tak Akan Dapat Rehabilitasi Narkoba

Berbeda Nasib dengan Chandrika Chika, Rio Reifan Tak Akan Dapat Rehabilitasi Narkoba

Megapolitan
Lansia Korban Hipnotis di Bogor, Emas 1,5 Gram dan Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib

Lansia Korban Hipnotis di Bogor, Emas 1,5 Gram dan Uang Tunai Jutaan Rupiah Raib

Megapolitan
Polisi Sebut Keributan Suporter di Stasiun Manggarai Libatkan Jakmania dan Viking

Polisi Sebut Keributan Suporter di Stasiun Manggarai Libatkan Jakmania dan Viking

Megapolitan
Aditya Tak Tahu Koper yang Dibawa Kakaknya Berisi Mayat RM

Aditya Tak Tahu Koper yang Dibawa Kakaknya Berisi Mayat RM

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Tegaskan Parkir di Minimarket Gratis

Kadishub DKI Jakarta Tegaskan Parkir di Minimarket Gratis

Megapolitan
Koper Pertama Kekecilan, Ahmad Beli Lagi yang Besar untuk Masukkan Jenazah RM

Koper Pertama Kekecilan, Ahmad Beli Lagi yang Besar untuk Masukkan Jenazah RM

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com