Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Idul Adha, Penjual Santan dan Bumbu Gulai "Diserbu" Ibu-ibu

Kompas.com - 04/10/2014, 12:07 WIB
Unoviana Kartika

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi sebagian besar masyarakat, momen Idul Adha merupakan salah satu kesempatan untuk melahap makanan-makanan berdaging. Sebut saja sate kambing, gulai, tongseng, hingga soto, makanan-makanan yang populer dimasak di saat Idul Adha tiba.

Untuk menyambut daging kurban yang akan dibagikan setelah prosesi pemotongan, banyak warga yang sudah mempersiapkan bumbu-bumbu guna memasak makanan tersebut. Sejumlah pedagang kelapa parut dan bumbu kedapatan pelanggan yang lebih banyak dari hari-hari biasanya.

"Bang, kelapanya satu, Bang," ujar Maya (35), warga Setiabudi, kepada pedagang kelapa parut untuk membuat santan, di Pasar Karbela, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2014).

Sudah sejak tadi Maya menunggu giliran pedagang melayani dia. Pasalnya, belasan ibu-ibu lainnya juga menginginkan dilayani untuk diparutkan kelapa yang dipesan di mesin parut kelapa, tak ubahnya Maya.

"Iya nih, (beli santan) buat masak ntar sore. Mau masak gulai kambing," jelas wanita berambut keriting ini.

Karena harus mengantre lama untuk membeli santan dan bumbu, tak sedikit pula ibu-ibu yang mengeluh. Mereka menyesal tidak membelinya kemarin sehingga tak perlu membuang-buang waktu lama di pasar.

"Kalau tahu bakal rame sudah beli dari kemarin kali buat bumbunya. Kalau santan emang enaknya langsung ya, masih fresh," kata Lina (31), warga Setiabudi lainnya.

Aziz, pedagang kelapa parut di pasar tersebut, mengakui adanya kenaikan pelanggan yang membeli dagangannya pada hari Idul Adha. Jika biasanya ia bisa menjual sekitar 100 buah kelapa per harinya, hari ini hingga pukul 09.30 saja sudah sekitar 150 buah kelapa yang laku terjual.

"Kan besok juga masih Lebaran nih ya, Mbak. Ya semoga aja laku banyak deh," kata dia berharap.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta 9 Mei 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta 9 Mei 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Cerah Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Eks Taruna STIP soal Lika-liku Perpeloncoan oleh Senior | Junior di STIP Disebut Wajib Panggil Senior dengan Sebutan “Nior”

[POPULER JABODETABEK] Cerita Eks Taruna STIP soal Lika-liku Perpeloncoan oleh Senior | Junior di STIP Disebut Wajib Panggil Senior dengan Sebutan “Nior”

Megapolitan
Rute Transjakarta 10A Rusun Marunda-Tanjung Priok

Rute Transjakarta 10A Rusun Marunda-Tanjung Priok

Megapolitan
Rute KA Cikuray, Tarif dan Jadwalnya 2024

Rute KA Cikuray, Tarif dan Jadwalnya 2024

Megapolitan
Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Bantah Pernyataan Ketua STIP soal Tak Ada Lagi Perpeloncoan, Alumni: Masih Ada, tapi pada Enggak Berani Berkoar

Megapolitan
Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Remaja Tusuk Seorang Ibu di Bogor Hingga Pisau Patah

Megapolitan
Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Jukir Liar Minimarket Ikhlas “Digusur” Asal Pemerintah Beri Pekerjaan Baru

Megapolitan
Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta di Kemayoran karena Terobos Palang Pelintasan

Megapolitan
Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Manjakan Lansia, Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Tak Lagi Pakai Tempat Tidur Tingkat

Megapolitan
KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

KAI Commuter: Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Megapolitan
Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Tiga Jenazah ABK Kapal yang Terbakar di Muara Baru Telah Dijemput Keluarga

Megapolitan
Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Gangguan Jiwa Berat, Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Sempat Dirawat di RSJ

Megapolitan
Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Jika Profesinya Dihilangkan, Jukir Liar Minimarket: Rawan Maling Motor dan Copet!

Megapolitan
Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Polisi: Ibu yang Bunuh Anak Kandung di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan Berat

Megapolitan
Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Imbas Tanah Longsor, Warga New Anggrek 2 GDC Depok Khawatir Harga Rumah Anjlok

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com