Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berduaan di Jembatan Pasar Rebo, Sepasang Kekasih Dirampok

Kompas.com - 11/03/2014, 16:40 WIB
Robertus Belarminus

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib tak mujur dialami sepasang kekasih, Muchlis dan Iin, yang tengah berduaan di jembatan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (10/3/2014) malam. Dua orang perampok bermotor mengambil paksa barang mereka, dan bahkan melukai Muchlis.

Ceritanya, pasangan kekasih itu tengah menghabiskan waktu sekira pukul 21.00. Keduanya duduk di atas motor Yamaha Mio yang dikendarai Muchlis. Ketika tengah berduaan, tiba-tiba kedua perampok bermotor Honda Supra mendekati mereka.

Awalnya, seorang pria yang dibonceng berpura-pura bertanya alamat sebuah rumah sakit. "Setelah itu, tiba-tiba dia menunjukkan golong di tangannya, langsung menodong. Dia minta duit sama handphone," kata Muchlis di rumahnya di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (11/3/2014).

Di bawah ancaman sejata tajam, Muchlis dan kekasih hanya dapat menuruti keinginan pelaku. Pelaku mengambil sebuah ponsel miliknya dan milik sang kekasih, serta menyerahkan uang Rp 100.000. Hanya saja, pelaku tidak mengambil sepeda motor yang dipakainya korban.

Setelah uang dan ponsel diserahkan, pelaku sempat mengayunan golok yang dibawa. Muchlis mengatakan, dirinya sempat menghindar sehingga golok tersebut tak sampai mengenainya.

"Lalu, yang bawa terus motor turun, mukul pakai gear motor dan mengenai kepala (saya) bocor," ujar Muchlis.

Setelah melakukan aksinya, kedua perampok itu lantas kabur meninggalkan Muchlis yang sudah dalam keadaan terluka pada bagian kepala bagian kanan. Beruntung, pelaku tidak melukai kekasihnya. Pengendara motor lain yang melintas dan mengetahui kejadian itu sontak menolong korban dan membawanya ke klinik terdekat.

Setelah mendapat pertolongan, ia dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibat luka di kepalanya, Muchlis mendapat 4 jahitan. Saat ini, keduanya belum berencana melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Megapolitan
Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Megapolitan
Sebelum Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk, Galang Beli Pisau Lipat dan Bolak-balik Cek TKP

Sebelum Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk, Galang Beli Pisau Lipat dan Bolak-balik Cek TKP

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com