Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Wanita Emas": Tidak Ada Mahar Politik, tetapi Biaya Operasional Kemasyarakatan

Kompas.com - 17/03/2016, 19:22 WIB
Dian Ardiahanni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasnaeni Moein atau yang kerap disapa "Wanita Emas" tak setuju dengan pendapat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengenai tingginya ongkos politik untuk mencalonkan diri sebagai gubernur melalui jalur partai.

"Saya enggak setuju dengan Pak Ahok, Rp 200 miliar itu banyak," ucap Hasnaeni di kediamannya di Kemang Timur V, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2016). (Baca juga: "Wanita Emas" Kritik Gaya Memimpin Ahok).

Hasnaeni menuturkan, selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia parpol, dia belum pernah mendengar adanya mahar dengan ratusan miliar rupiah yang disetorkan para calon kepala daerah kepada partai.

Kendati demikian, dia mengakui adanya biaya operasional kemasyarakatan.

Menurut Hasnaeni, biaya operasional kemasyarakatan sama dengan biaya operasional pemenangan calon. Biaya itu, kata dia, dikelola sendiri oleh calon kepala daerah.

"Iya, biaya blusukan, untuk tim sukses kita. Duduk-duduk makan gorengan seperti itu kan juga masuk dalam dana operasional kemasyarakatan itu. Jumlahnya variatif, tetapi saya enggak bisa sebutin ya (jumlahnya)" ujar Hasnaeni.

Ia pun beranggapan bahwa dana itu bukan mahar politik. Melainkan biaya operasi kemasyarakatan.

Hasnaeni juga mengatakan bahwa dia akan ikut Pilkada DKI melalui jalur partai politik. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan empat partai terkait rencana itu. (Baca juga: Sibuk Mau "Nyagub", Apakah Hasnaeni "Wanita Emas" Didukung Partainya?).

Namun, dia enggan mengungkapkan empat partai tersebut. "Partai mana saja yang penting bisa kerja sama dalam mengedepankan kepentingan publik," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sesuai Namanya sebagai Seni Jalanan, Grafiti Selalu Ada di Tembok Publik

Sesuai Namanya sebagai Seni Jalanan, Grafiti Selalu Ada di Tembok Publik

Megapolitan
Panik Saat Kebakaran di Revo Town Bekasi, Satu Orang Lompat dari Lantai Dua

Panik Saat Kebakaran di Revo Town Bekasi, Satu Orang Lompat dari Lantai Dua

Megapolitan
4 Lantai Revo Town Bekasi Hangus Terbakar

4 Lantai Revo Town Bekasi Hangus Terbakar

Megapolitan
Revo Town Bekasi Kebakaran, Api Berasal dari Kompor Portabel Rumah Makan

Revo Town Bekasi Kebakaran, Api Berasal dari Kompor Portabel Rumah Makan

Megapolitan
Jalan Jenderal Sudirman Depan GBK Steril Jelang Jakarta Marathon

Jalan Jenderal Sudirman Depan GBK Steril Jelang Jakarta Marathon

Megapolitan
Rusunawa Marunda Dijarah, Ahok: Ini Mengulangi Kejadian Dulu

Rusunawa Marunda Dijarah, Ahok: Ini Mengulangi Kejadian Dulu

Megapolitan
Ahok Sudah Berubah, Masih Membara, tapi Sulit Maju di Pilkada Jakarta

Ahok Sudah Berubah, Masih Membara, tapi Sulit Maju di Pilkada Jakarta

Megapolitan
Ditanya Soal Kaesang Bakal Maju Pilkada Jakarta, Ahok: Enggak Ada Etika Saya Nilai Seseorang

Ditanya Soal Kaesang Bakal Maju Pilkada Jakarta, Ahok: Enggak Ada Etika Saya Nilai Seseorang

Megapolitan
Bukan Lagi Ibu Kota, Jakarta Diharapkan Bisa Terus Lestarikan Destinasi Pariwisata

Bukan Lagi Ibu Kota, Jakarta Diharapkan Bisa Terus Lestarikan Destinasi Pariwisata

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 23 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 23 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Cerah Berawan

Megapolitan
Ada Jakarta Marathon, Sepanjang Ruas Jalan Jenderal Sudirman Ditutup hingga Pukul 12.00 WIB

Ada Jakarta Marathon, Sepanjang Ruas Jalan Jenderal Sudirman Ditutup hingga Pukul 12.00 WIB

Megapolitan
Ahok Sentil Kualitas ASN: Kalau Bapaknya Enggak Beres, Anaknya 'Ngikut'

Ahok Sentil Kualitas ASN: Kalau Bapaknya Enggak Beres, Anaknya "Ngikut"

Megapolitan
Perayaan HUT Jakarta di Monas Bak Magnet Bagi Ribuan Warga

Perayaan HUT Jakarta di Monas Bak Magnet Bagi Ribuan Warga

Megapolitan
Ada Kebakaran di Revo Town, Stasiun LRT Bekasi Barat Tetap Layani Penumpang

Ada Kebakaran di Revo Town, Stasiun LRT Bekasi Barat Tetap Layani Penumpang

Megapolitan
HUT Jakarta, Warga Asyik Goyang Diiringi Orkes Dangdut di Monas

HUT Jakarta, Warga Asyik Goyang Diiringi Orkes Dangdut di Monas

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com