Salin Artikel

DKI Bayar Kewajiban Sampah Setelah Pemkot Bekasi Ajukan Proposal

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan, Pemkot Bekasi belum menyerahkan proposal tersebut.

"Kami akan bayar kalau dia (Pemkot Bekasi) sudah menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya dia, proposalnya," ujar Isnawa kepada Kompas.com di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Isnawa mengatakan, dana untuk pembayaran tipping fee dan bantuan untuk masyarakat sekitar TPST Bantar Gebang sudah ada. Namun, Pemprov DKI Jakarta belum mencairkannya karena Pemkot Bekasi belum menyelesaikan kewajiban mereka.

"Kami bukannya enggak mau ngasih, duitnya ada, cuma aturan administrasi keuangan dia harus me-report," kata Isnawa.

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi Pemkot Bekasi agar tipping fee 2017 dicairkan. Pertama, yakni menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) penerimaan tipping fee dan bantuan untuk masyarakat tahun 2016.

Menurut Asep, Pemkot Bekasi baru menyelesaikan LPJ tersebut pada Ramadhan 2017.

Syarat kedua yakni mengajukan proposal tahun 2017, setelah LPJ 2016 selesai.

"(LPJ) 2016 sudah selesai, baru selesai, tapi pengajuan 2017-nya belum masuk ke kami proposalnya," ujar Asep.

Pemkot Bekasi pernah mengajukan proposal tersebut. Namun, Pemprov DKI mengembalikannya karena ada koreksi yang harus diperbaiki.

"Saya sudah cross-check ke Biro Tapem (Tata Pemerintahan) justru karena Pemkot Bekasi-nya belum memperbaiki usulannya yang 2017," kata Asep.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhan Lutfi sebelumnya mengatakan bahwa Pemprov DKI belum membayar tipping fee dan bantuan untuk masyarakat sekitar TPST Bantar Gebang tahun 2017, padahal sudah jatuh tempo sejak bulan Januari 2017. Dana yang biasa dibayarkan senilai Rp 160 hingga Rp 170 Miliar setiap tahunnya.

"Pemkot membutuhkan anggaran itu, kemarin kita sudah nalangin untuk kasih bantuan ke masyarakat, jadi diharapkan Pemprov DKI segera membayar ini," kata Lutfi.

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/25/14573631/dki-bayar-kewajiban-sampah-setelah-pemkot-bekasi-ajukan-proposal

Terkini Lainnya

Motor dan STNK Mayat di Kali Sodong Raib, Keluarga Duga Dijebak Seseorang

Motor dan STNK Mayat di Kali Sodong Raib, Keluarga Duga Dijebak Seseorang

Megapolitan
Terganggu Pembangunan Gedung, Warga Bentrok dengan Pengawas Proyek di Mampang Prapatan

Terganggu Pembangunan Gedung, Warga Bentrok dengan Pengawas Proyek di Mampang Prapatan

Megapolitan
Ponsel Milik Mayat di Kali Sodong Hilang, Hasil Lacak Tunjukkan Posisi Masih di Jakarta

Ponsel Milik Mayat di Kali Sodong Hilang, Hasil Lacak Tunjukkan Posisi Masih di Jakarta

Megapolitan
Pakai Seragam Parkir Dishub, Jukir di Duri Kosambi Bingung Tetap Diamankan Petugas

Pakai Seragam Parkir Dishub, Jukir di Duri Kosambi Bingung Tetap Diamankan Petugas

Megapolitan
Sekolah di Tangerang Selatan Disarankan Buat Kegiatan Sosial daripada 'Study Tour' ke Luar Kota

Sekolah di Tangerang Selatan Disarankan Buat Kegiatan Sosial daripada "Study Tour" ke Luar Kota

Megapolitan
RS Bhayangkara Brimob Beri Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana

RS Bhayangkara Brimob Beri Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana

Megapolitan
KPU Kota Bogor Tegaskan Caleg Terpilih Harus Mundur jika Mencalonkan Diri di Pilkada 2024

KPU Kota Bogor Tegaskan Caleg Terpilih Harus Mundur jika Mencalonkan Diri di Pilkada 2024

Megapolitan
Pemilik Mobil yang Dilakban Warga gara-gara Parkir Sembarangan Mengaku Ketiduran di Rumah Saudara

Pemilik Mobil yang Dilakban Warga gara-gara Parkir Sembarangan Mengaku Ketiduran di Rumah Saudara

Megapolitan
Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Sodong, Efendy Pamit Beli Bensin ke Keluarga

Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Sodong, Efendy Pamit Beli Bensin ke Keluarga

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Prioritaskan Warga Jakarta dalam Rekrutmen PJLP dan Tenaga Ahli

Pemprov DKI Diminta Prioritaskan Warga Jakarta dalam Rekrutmen PJLP dan Tenaga Ahli

Megapolitan
Polisi Kesulitan Identifikasi Pelat Motor Begal Casis Bintara di Jakbar

Polisi Kesulitan Identifikasi Pelat Motor Begal Casis Bintara di Jakbar

Megapolitan
Parkir Sembarangan Depan Toko, Sebuah Mobil Dilakban Warga di Koja

Parkir Sembarangan Depan Toko, Sebuah Mobil Dilakban Warga di Koja

Megapolitan
Terminal Bogor Tidak Berfungsi Lagi, Lahannya Jadi Lapak Pedagang Sayur

Terminal Bogor Tidak Berfungsi Lagi, Lahannya Jadi Lapak Pedagang Sayur

Megapolitan
Duga Ada Tindak Pidana, Kuasa Hukum Keluarga Mayat di Kali Sodong Datangi Kantor Polisi

Duga Ada Tindak Pidana, Kuasa Hukum Keluarga Mayat di Kali Sodong Datangi Kantor Polisi

Megapolitan
Dijenguk Polisi, Casis Bintara yang Dibegal di Jakbar 'Video Call' Bareng Aipda Ambarita

Dijenguk Polisi, Casis Bintara yang Dibegal di Jakbar "Video Call" Bareng Aipda Ambarita

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke