Salin Artikel

4 Fakta dari Ledakan akibat Kebocoran Gas di Ruko Grand Wijaya yang seperti Bom

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga dihebohkan dengan adanya ledakan di Ruko Grand Wijaya Center, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/7/2018) pagi. Ledakan itu terdengar cukup keras dan kuat.

Unit Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya pun diturunkan untuk menyisir lokasi ledakan itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan Unit Jibom, polisi memastikan sumber ledakan itu bukan berasal dari bom, melainkan disebabkan kebocoran gas pada bagian regulator.

"Dipastikan bukan karena bom," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar, di lokasi ledakan, Kamis.

Berikut empat fakta yang dirangkum Kompas.com dari kejadian tersebut;

1. Dua orang luka

Dua orang mengalami luka-luka dalam peristiwa ledakan itu. Mereka terkena pecahan kaca.

Kedua korban adalah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di area tersebut. "Yang luka ringan kena pecahan kaca itu dua pedagang kaki lima yang memang aktivitasnya di depan situ," kata Indra.

Menurut Indra, kedua korban tidak harus dirawat di rumah sakit. Mereka hanya diobati pada bagian yang terluka.

2. Ruko dan mobil rusak

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu menyebabkan sebelas ruko rusak.

Ruko konsultan properti mengalami kerusakan paling parah karena ledakan gas berasal dari ruko tersebut. Pintu dan kerangka ruko ambrol, kaca-kaca pecah.

"Setelah kita analisa, ternyata ada 11 ruko yang terkena kerusakan akibat ledakan itu," tutur Indra.

Selain ruko yang jadi sumber ledakan, ada 10 ruko di sekitarnya juga ikut rusak. Kerusakan itu tampak pada kaca-kaca yang pecah.

Pecahan kaca, triplek, kerangka ruko, hingga kertas berserakan di sekitar lokasi ledakan.

Selain ruko, Indra menyebut ada sebuah mobil yang ikut rusak. Mobil itu diparkir di sekitar lokasi ledakan.

"Satu mobil Grand Livina juga yang memang parkir dan berhadapan dengan ruko tersebut yang rusak," ujar Indra.

3. Penyebab kuatnya ledakan

Indra menyampaikan, ledakan di Ruko Grand Wijaya Center mulanya berasal dari tabung gas 12 kilogram yang bocor di lantai 1 ruko konsultan properti.

Kebocoran itu diperkirakan terjadi pada Rabu (11/7/2018) malam. Karena berada di ruangan tertutup, gas itu terkonsentrasi di ruangan tersebut.

Ledakan kemudian terjadi karena ada percikan api kecil dari saklar atau colokan di ruangan tersebut.

"Analisa awal ya memang gas terakumulasi karena tempat tertutup, karena sudah cukup lama, dipicu dikit langsung ledakan bisa kuat," kata Indra.

4. Ledakan seperti bom 

Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik (Balmetfor Puslabfor) Mabes Polri Kombes Ulung Kanjaya mengatakan, ledakan itu seperti ledakan bom.

Ledakan seperti bom itu berasal dari kebocoran gas yang bertemu percikan api dari colokan dispenser.

"Gas itu kalau sudah mengisi satu ruangan, kalau terpicu dengan api itu meledaknya seperti bom. Jadi, ruangan itu di sini, kan, sekitar 4,5x8 meter, kalau terisi (gas) itu, ya, dahsyat seperti ini, bisa memecahkan sekitarnya," ujar Ulung, seusai olah tempat kejadian perkara (TKP).

Ulung mengungkapkan, kebocoran gas diduga terjadi pada sambungan regulator dengan kompor, bukan tabung gas. Tabung gas 12 kilogram itu tetap utuh atau tidak pecah.

Namun, untuk memastikannya, Puslabfor menyita tabung gas beserta regulatornya untuk diuji lab. Gas yang bocor, kata Ulung, mulanya memenuhi dapur berukuran kecil tanpa ventilasi di ruko konsultan properti.

Colokan listrik dispenser di dapur kemudian mengeluarkan percikan api. "Gas itu kalau bocor jaraknya sekitar satu meter tingginya. Jadi, kalau ada sumber listrik yang bahaya kalau di dapur, itu bisa menyebabkan ledakan," kata dia.

Berdasarkan hasil olah TKP, Ulung menyebut gas itu tidak keluar semua dari tabungnya. Tabung gas 12 kilogram itu masih berat saat diangkat.

"Tabungnya sih enggak bocor, karena itu yang 12 kilogram ternyata kami angkat masih berat, kemungkinan yang keluar enggak banyak. Walaupun cuma keluar misalnya 1 kilogram, bisa menyebabkan ledakan yang dahsyat," ucap Ulung. 

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/13/08270741/4-fakta-dari-ledakan-akibat-kebocoran-gas-di-ruko-grand-wijaya-yang

Terkini Lainnya

Motor dan STNK Mayat di Kali Sodong Raib, Keluarga Duga Dijebak Seseorang

Motor dan STNK Mayat di Kali Sodong Raib, Keluarga Duga Dijebak Seseorang

Megapolitan
Terganggu Pembangunan Gedung, Warga Bentrok dengan Pengawas Proyek di Mampang Prapatan

Terganggu Pembangunan Gedung, Warga Bentrok dengan Pengawas Proyek di Mampang Prapatan

Megapolitan
Ponsel Milik Mayat di Kali Sodong Hilang, Hasil Lacak Tunjukkan Posisi Masih di Jakarta

Ponsel Milik Mayat di Kali Sodong Hilang, Hasil Lacak Tunjukkan Posisi Masih di Jakarta

Megapolitan
Pakai Seragam Parkir Dishub, Jukir di Duri Kosambi Bingung Tetap Diamankan Petugas

Pakai Seragam Parkir Dishub, Jukir di Duri Kosambi Bingung Tetap Diamankan Petugas

Megapolitan
Sekolah di Tangerang Selatan Disarankan Buat Kegiatan Sosial daripada 'Study Tour' ke Luar Kota

Sekolah di Tangerang Selatan Disarankan Buat Kegiatan Sosial daripada "Study Tour" ke Luar Kota

Megapolitan
RS Bhayangkara Brimob Beri Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana

RS Bhayangkara Brimob Beri Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana

Megapolitan
KPU Kota Bogor Tegaskan Caleg Terpilih Harus Mundur jika Mencalonkan Diri di Pilkada 2024

KPU Kota Bogor Tegaskan Caleg Terpilih Harus Mundur jika Mencalonkan Diri di Pilkada 2024

Megapolitan
Pemilik Mobil yang Dilakban Warga gara-gara Parkir Sembarangan Mengaku Ketiduran di Rumah Saudara

Pemilik Mobil yang Dilakban Warga gara-gara Parkir Sembarangan Mengaku Ketiduran di Rumah Saudara

Megapolitan
Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Sodong, Efendy Pamit Beli Bensin ke Keluarga

Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Sodong, Efendy Pamit Beli Bensin ke Keluarga

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Prioritaskan Warga Jakarta dalam Rekrutmen PJLP dan Tenaga Ahli

Pemprov DKI Diminta Prioritaskan Warga Jakarta dalam Rekrutmen PJLP dan Tenaga Ahli

Megapolitan
Polisi Kesulitan Identifikasi Pelat Motor Begal Casis Bintara di Jakbar

Polisi Kesulitan Identifikasi Pelat Motor Begal Casis Bintara di Jakbar

Megapolitan
Parkir Sembarangan Depan Toko, Sebuah Mobil Dilakban Warga di Koja

Parkir Sembarangan Depan Toko, Sebuah Mobil Dilakban Warga di Koja

Megapolitan
Terminal Bogor Tidak Berfungsi Lagi, Lahannya Jadi Lapak Pedagang Sayur

Terminal Bogor Tidak Berfungsi Lagi, Lahannya Jadi Lapak Pedagang Sayur

Megapolitan
Duga Ada Tindak Pidana, Kuasa Hukum Keluarga Mayat di Kali Sodong Datangi Kantor Polisi

Duga Ada Tindak Pidana, Kuasa Hukum Keluarga Mayat di Kali Sodong Datangi Kantor Polisi

Megapolitan
Dijenguk Polisi, Casis Bintara yang Dibegal di Jakbar 'Video Call' Bareng Aipda Ambarita

Dijenguk Polisi, Casis Bintara yang Dibegal di Jakbar "Video Call" Bareng Aipda Ambarita

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke