Salin Artikel

Serba-serbi Banjir Rob Muara Karang, Ada Pesta Pernikahan sampai Patungan Bangun Jalan

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir rob atau banjir akibat pasang naik air kembali melanda kawasan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, beberapa hari belakangan ini.

Kompas.com kemudian melakukan pemantauan ke warga di RW 022 yang selalu terendam air ketika banjir rob melanda.

Sebagian besar warga sepertinya sudah terbiasa dengan banjir musiman ini, bahkan ada warga yang nekat menggelar pesta pernikahaan di tengah banjir.

Selain itu, ada pula sejumlah warga yang berinisiatif untuk patungan membangun jalan, demi mencegah air banjir menggenangi rumah mereka.

Kompas.com merangkumnya sebagai berikut:

1. Warga gelar pesta pernikahan di tengah banjir

Salah satu warga, Haji Sanusi tetap menggelar pernikahan putrinya di tengah banjir rob.

Di tengah genangan banjir setinggi 15 cm, pesta pernikahaan pasangan Mahiyatusoleha dan Herri tetap berlangsung.

Sebagai warga yang telah tinggal di kawasan itu selama 27 tahun, Sanusi sudah mentahui akan adanya banjir rob. Namun, prediksinya meleset.

"Sebenarnya ini salah persepsi aja, jadi kita orang lama, ini air musiman sebenarnya kalau disiasati sih bisa," kata Sanusi kepada Kompas.com, Rabu (18/11/2020).

"Dua hari sebelumnya kan memamg sudah seperti ini namun berharap tinggi air enggak seperti ini. Ya acaranya lanjut apapun itu namanya sudah risiko bahwa kondisi kita sudah seperti ini," sambungnya.

Bahkan Sanusi mengaku telah menyebar 2000 undangan untuk pesta putri keempatnya itu.

"Undangan 2000 itupun banyak yang enggak terbagi tetangga-tetangga di sini. Mengingat saya ini keluarga besar jadi tamunya ya bisa dilihat," ujar Sanusi.

"Ini belum datang semua. Intinya saya mohon doa restu aja atas terjadinya pernikahaan anak kami," lanjutnya.

Acara akad pun sempat molor setengah jam karena banjir mulai naik. Namun menjelang sore banjir mulai surut dan tamu terus berdatangan.

2. Keluhan warga terimbas banjir rob

Imas (39) salah satu warga Rt 09 Rw 022 Muara Angke mengaku sudah dua hari harus menguras air yang menggenangi rumahnya.

"Kemarin dua hari ini udah banjir naik turun naik turun, ini udah agak surut kemarin mah sepaha, kalau di dalam rumah mah ada kali setengah meter," kata Imas kepada Kompas.com.

"Harus dikuras, kalau enggak ya enggak akan surut. Biasa kalau sore airnya dikeluarin, dikuras pake ember, kalau enggak ya mau tidur di mana?" sambungnya.

Selain harus menguras air dan barang-barang di rumahnya banyak yang rusak, Imas juga mengeluhkan padamnya listrik saat banjir melanda.

"Beresin rutin, bukan capek lagi, capek banget. Sedih lah barang pada rusak, mana lampu mati, enggak ada listrik sampai jam 11 malam tuh kemarin. Aduh susah lah pokoknya mau ngapa-ngapain susah, repot kalau mati lampu," ucap Imas.

Imas dan warga lainnya hanya bisa pasrah, sebab banjir rob memang sudah rutin terjadi di wilayah itu.

Ibu satu anak itu mengaku, belum ada bantuan pemerintah yang datang sejak banjir melanda.

3. Patungan untuk membangun jalan

Karena sering terkena banjir, beberapa warga Rt 09 Rw 022 berinisiatif mengumpulkan dana untuk membangun jalan.

"Udah sih pernah usul dibangun jalan sama RT, ini malah baru dibangun baru seminggu ini patungan dari warga-warga aja yang punya rumah," kata Dian (39), salah satu warga.

Imas menyebut setiap warga menyumbang uang untuk membeli bahan-bahan bangunan.

"Iya pada patungan Rp 200.000, kalau punya kontrakan Rp 600.000, tapi cuma buat beli bahan-bahannya aja tuh segitu, ngaspalnya masing-masing, jadi dari warga gotong-royong saja, melur (menyemen) sendiri," ucapnya.

Dian melanjutkan, pembangunan jalan itu dibuat agar banjir tidak terlalu tinggi masuk ke wilayah mereka.

"Ini kalau enggak ditinggiin bisa lebih dalam lagi banjirnya," ujar Dian.

Namun, baru sebagian jalan di kawasan itu yang sudah selesai dibangun. Sebagian lagi belum terlaksana karena terhambat dana.

Dian, Imas dan warga lainnya berharap agar pemerintah mengirimkan bantuan untuk pembangunan jalan di wilayah mereka.

"Masih kurang banyak ini dananya, tolong dibantu pemerintah nih biar jalannya bagus, enggak kebanjiran mulu," tutur Imas.

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/11/19/08115471/serba-serbi-banjir-rob-muara-karang-ada-pesta-pernikahan-sampai-patungan

Terkini Lainnya

Ada 292 Aduan Terkait Pembayaran THR 2024 Lewat Website Kemenaker

Ada 292 Aduan Terkait Pembayaran THR 2024 Lewat Website Kemenaker

Megapolitan
Bantah Gonta-ganti Pengurus Tanpa Izin, Ketua RW di Kalideres: Sudah Bersurat ke Lurah

Bantah Gonta-ganti Pengurus Tanpa Izin, Ketua RW di Kalideres: Sudah Bersurat ke Lurah

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Payudara Siswi di Bogor Diduga ODGJ, Kini Dibawa ke RSJ

Pelaku Pelecehan Payudara Siswi di Bogor Diduga ODGJ, Kini Dibawa ke RSJ

Megapolitan
Longsor di New Anggrek 2 GDC Depok, Warga: Sudah Hubungi Semua Pihak, Tidak Ada Jawaban

Longsor di New Anggrek 2 GDC Depok, Warga: Sudah Hubungi Semua Pihak, Tidak Ada Jawaban

Megapolitan
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Fahira Idris Minta Jemaah Haji Jaga Kondisi Fisik

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Fahira Idris Minta Jemaah Haji Jaga Kondisi Fisik

Megapolitan
Mahasiswa Dikeroyok di Tangsel, Setara Institute Minta Hentikan Narasi Kebencian Pemicu Konflik

Mahasiswa Dikeroyok di Tangsel, Setara Institute Minta Hentikan Narasi Kebencian Pemicu Konflik

Megapolitan
Khawatir Kalah karena Politik Uang, Hanya 1 Kader PKB Daftar Pilkada Bogor

Khawatir Kalah karena Politik Uang, Hanya 1 Kader PKB Daftar Pilkada Bogor

Megapolitan
Dari 11, 4 Aduan Pekerja di Jakarta Terkait Pembayaran THR 2024 Telah Ditindaklanjuti

Dari 11, 4 Aduan Pekerja di Jakarta Terkait Pembayaran THR 2024 Telah Ditindaklanjuti

Megapolitan
Ketum PITI Diperiksa Polisi Terkait Laporan Terhadap Pendeta Gilbert

Ketum PITI Diperiksa Polisi Terkait Laporan Terhadap Pendeta Gilbert

Megapolitan
Lurah di Kalideres Tak Masalah jika Digugat soal Penonaktifan Ketua RW, Yakin Keputusannya Tepat

Lurah di Kalideres Tak Masalah jika Digugat soal Penonaktifan Ketua RW, Yakin Keputusannya Tepat

Megapolitan
Polisi Selidiki Kepemilikan Pelat Putih Mobil Dinas Polda Jabar yang Kecelakaan di Tol MBZ

Polisi Selidiki Kepemilikan Pelat Putih Mobil Dinas Polda Jabar yang Kecelakaan di Tol MBZ

Megapolitan
Hanya 1 Kader Daftar Pilkada Bogor, PKB: Khawatir Demokrasi Rusak seperti Pemilu

Hanya 1 Kader Daftar Pilkada Bogor, PKB: Khawatir Demokrasi Rusak seperti Pemilu

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Evaluasi Ketua RT-RW Imbas Pengeroyokan Mahasiswa

Pemkot Tangsel Bakal Evaluasi Ketua RT-RW Imbas Pengeroyokan Mahasiswa

Megapolitan
Meski Tersangka Sudah Ditetapkan, Polisi Sebut Penyidikan Kasus Tewasnya Taruna STIP Belum Final

Meski Tersangka Sudah Ditetapkan, Polisi Sebut Penyidikan Kasus Tewasnya Taruna STIP Belum Final

Megapolitan
Mengingat Lagi Pesan yang Ada di STIP, 'Sekolah Ini Akan Ditutup Jika Terjadi Kekerasan'

Mengingat Lagi Pesan yang Ada di STIP, "Sekolah Ini Akan Ditutup Jika Terjadi Kekerasan"

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke