Salin Artikel

ART di Cengkareng Disebut 4 Kali Aniaya Majikannya yang Lansia

"Sudah empat kali, yang Sabtu (15/5/2021), Minggu kemarin itu yang ketiga sama keempat," kata Yusni Etty (67), korban penganiayaan, Rabu ini.

Menurut Etty, NN pertama kali menganiaya Mor Ah (89) ibunda Etty yang tinggal serumah dengannya. Insiden pertama terjadi sekitar satu bulan lalu di rumah Etty di Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Pertama kali nenek (Mor Ah). Kan biasalah nenek ngoceh-ngoceh sendiri. Nah, tapi kalau orang ngomong dia (pelaku) nggak terima," kata Etty.

NN menyerang Mor Ah dengan memukulnya.

"Ditarik sampai bajunya sobek, tangan merah, paha juga biru-biru. Saya sampai takut itu, gementar kalau mau keluar juga," kata Mor Ah.

Menurut Etty, ketua RT setempat, sopir, hingga hansip datang ke rumahnya untuk melerai insiden saat itu.

Namun, Etty baru melaporkan NN ke polisi setelah perisitwa penganiayaan pada Sabtu dan Minggu lalu. Ia mengatakan, dirinya melapor lantaran sudah tak dapat menoleransi perilaku NN.

Etty kemudian menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi Sabtu dan Minggu itu.

"Awalnya saya beliin ayam opor dua kilo untuk pembantu saya dari sebelum Lebaran," kata Etty.

Ayam itu diperuntukkan bagi dua orang ART yang bekerja di rumah Etty. Pada Jumat sore pekan lalu, Etty mendapati beberapa telur yang ada di rumahnya raib.

Etty menanyakan hal tersebut pada Santi, ART lain yang juga bekerja di rumahnya, pada Sabtu pagi.

Saat itu, di rumah Etty hanya ada NN, Santi, Mor Ah, dan dua orang cucunya yang masih kecil. Sementara anak dan menantu Etty berada di Kalimantan.

"Saya nanya sama pembantu yang satu lagi, yang suka masak (bukan pelaku), kok telur tinggal segini. Kata dia, itu 'si itu yang masak (pelaku) padahal lauk masih banyak'," kata Etty.

Kala itu, pelaku sedang berada di kamarnya. Tiba-tiba tersangka pelaku turun dari kamarnya di lantai atas rumah kemudian mengamuk kepada korban.

"Dia tiba-tiba turun, kayaknya dengar, langsung ngamuk-ngamuk ke saya. Saya enggak sempat nanya ke dia langsung, dia sudah marah-marah," kata Etty.

"Dia bilang 'iya saya yang makan, kenapa?' Malah galakkan dia, ngamuk-ngamuk," kata Etty.

NN lalu mengambil galon air kosong dan menyerang Etty dengan galon tersebut.

Penganiayaan juga terjadi pada Minggu pagi.

"Jadi Minggu, saya bangun tidur mau cuci tangan. Saya lihat ada panci rice cooker penuh airnya sampai luber ditaruh di wastafel," kata Etty.

Etty menanyakan hal tersebut kepada Santi.

"Saya ngomong sama Santi, 'Siapa yang rendam rice cooker airnya dipenuhin kan kemarin saya rendam airnya cuma setengah'. Santi bilang enggak tahu, tapi mungkin dia (tersangka pelaku)," kata Etty.

Menurut Etty, dia telah berkali-kali menyampaikan untuk tidak merendam panci rice cooker bekas pakai sampai penuh kepada ART yang bekerja di rumahnya.

"Sudah berkali-kali itu, sudah saya bilang 'ngapain sih buang-buang air yang enggak perlu, setan'. Eh dia dengar dari atas langsung turun ngamuk-ngamuk," kata Etty.

NN langsung menyerang Etty. Pergelangan tangan Etty dicakar dan kaki Etty ditendang.

Imbasnya, kaki Etty masih memar dan membiru hingga hari ini. Masih ada bekas cakaran di pergelangan tangannya. Menurut Etty, pergelangan tangannya sempat berdarah karena  dicakar NN.

Rekaman CCTV yang memuat peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam keterangan video dinyatakan bahwa penganiayaan terjadi pada Sabtu dan Minggu, tanggal 15 dan 16 Mei 2021.

Terdapat tiga potongan video yang viral. Video tersebut merupakan kompilasi penganiayaan. Di video pertama, terlihat seorang perempuan tengah menggendong seorang anak kecil.

Perempuan itu mencakar seorang perempuan yang sudah lanjut usia. Perempuan itu juga menggeser kursi yang tengah didudukki korban.

Di video kedua, pelaku dan korban terlihat terlibat adu mulut. Pelaku maupun korban sama-sama saling tunjuk. Tiba-tiba pelaku mengambil galon air kosong dan hendak mengayunkannya ke arah korban. Tetapi, terdapat seorang orang lain yang melerai insiden tersebut. Korban kemudian masuk ke dalam kamar.

Video ketiga merupakan sambungan potongan video kedua. Pelaku tengah ditahan oleh seorang lainnya. Namun, saat orang yang melerai lengah, pelaku mengambil galon dan berlari ke arah kamar tempat korban berada.

Di ujung video, identitas ART tersebut diungkap. Foto dari ART juga disertakan.

"Mohon bantu viralkan agar orang ini tidak bisa bekerja lagi dimanapun, agar tidak ada orang tua lainnya yang menjadi korban kekerasannya. Dan agar aparat penegak hukum dapat memproses ke jalur hukum," tulis keterangan di dalam video.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/05/19/17334721/art-di-cengkareng-disebut-4-kali-aniaya-majikannya-yang-lansia

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Kebengisan Pembunuh Wanita Dalam Koper | Kronologi Meninggalnya Siswa STIP yang Dianiaya Senior

[POPULER JABODETABEK] Kebengisan Pembunuh Wanita Dalam Koper | Kronologi Meninggalnya Siswa STIP yang Dianiaya Senior

Megapolitan
Daftar 73 SD/MI Gratis di Tangerang dan Cara Daftarnya

Daftar 73 SD/MI Gratis di Tangerang dan Cara Daftarnya

Megapolitan
Taruna STIP Tewas Dianiaya, Polisi Ungkap Pemukulan Senior ke Junior Jadi Tradisi 'Penindakan'

Taruna STIP Tewas Dianiaya, Polisi Ungkap Pemukulan Senior ke Junior Jadi Tradisi "Penindakan"

Megapolitan
Empat Taruna STIP yang Diduga Saksikan Pelaku Aniaya Junior Tak Ikut Ditetapkan Tersangka

Empat Taruna STIP yang Diduga Saksikan Pelaku Aniaya Junior Tak Ikut Ditetapkan Tersangka

Megapolitan
Motif Pelaku Aniaya Taruna STIP hingga Tewas: Senioritas dan Arogansi

Motif Pelaku Aniaya Taruna STIP hingga Tewas: Senioritas dan Arogansi

Megapolitan
Penyebab Utama Tewasnya Taruna STIP Bukan Pemukulan, tapi Ditutup Jalur Pernapasannya oleh Pelaku

Penyebab Utama Tewasnya Taruna STIP Bukan Pemukulan, tapi Ditutup Jalur Pernapasannya oleh Pelaku

Megapolitan
Polisi Tetapkan Tersangka Tunggal dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP Jakarta

Polisi Tetapkan Tersangka Tunggal dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP Jakarta

Megapolitan
Hasil Otopsi Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior: Memar di Mulut, Dada, hingga Paru

Hasil Otopsi Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior: Memar di Mulut, Dada, hingga Paru

Megapolitan
Akhir Penantian Ibu Pengemis yang Paksa Orang Sedekah, Dua Adiknya Datang Menjenguk ke RSJ

Akhir Penantian Ibu Pengemis yang Paksa Orang Sedekah, Dua Adiknya Datang Menjenguk ke RSJ

Megapolitan
Polisi Sebut Ahmad dan RM Semula Rekan Kerja, Jalin Hubungan Asmara sejak Akhir 2023

Polisi Sebut Ahmad dan RM Semula Rekan Kerja, Jalin Hubungan Asmara sejak Akhir 2023

Megapolitan
Praktik Prostitusi di RTH Tubagus Angke Dinilai Bukan PR Pemprov DKI Saja, tapi Juga Warga

Praktik Prostitusi di RTH Tubagus Angke Dinilai Bukan PR Pemprov DKI Saja, tapi Juga Warga

Megapolitan
Keluarga Harap Tak Ada Intervensi dalam Pengusutan Kasus Mahasiswa STIP yang Tewas Dianiaya Senior

Keluarga Harap Tak Ada Intervensi dalam Pengusutan Kasus Mahasiswa STIP yang Tewas Dianiaya Senior

Megapolitan
Pro-Kontra Warga soal Janji Dishub DKI Tertibkan Juru Parkir, Tak Keberatan jika Jukir Resmi

Pro-Kontra Warga soal Janji Dishub DKI Tertibkan Juru Parkir, Tak Keberatan jika Jukir Resmi

Megapolitan
Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior, Pengawasan dan Tata Tertib Kampus Jadi Sorotan

Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior, Pengawasan dan Tata Tertib Kampus Jadi Sorotan

Megapolitan
Hari Ini, Polisi Lakukan Gelar Perkara Kasus Mahasiswa STIP Tewas Diduga Dianiaya Senior

Hari Ini, Polisi Lakukan Gelar Perkara Kasus Mahasiswa STIP Tewas Diduga Dianiaya Senior

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke