Salin Artikel

Nia Ramadhani Dituntut Setahun Rehabilitasi, Dianggap Figur Publik yang Tak Beri Contoh Baik

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie serta sopir pribadi, Zen Vivanto menjalani sidang terkait penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (23/12/2021).

Sidang yang dijalani ketiga terdakwa beragendakan bacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang Prog Dr HM Hatta sekitar pukul 10.30 WIB.

Pada sidang keempatnya itu, Nia kembali tampil stylist dengan kaos berwarna hitam dibalut blazer kotak-kotak warna abu-abu.

Sedangkan Ardi menggunakan kemeja kotak berwarna biru dengan dikolaborasikan celana jeans.

Sebelum mulai persidangan, majelis hakim melontarkan pertanyaan kepada ketiga terdakwa, Nia dan Ardi serta Zen mengenai kondisi kesehatan.

12 bulan rehabilitas

JPU kemudian membacakan tuntutan kepada Nia, Ardi dan Zen setelah majelis hakim mengetok palu menandakan sidang dimulai.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan ketiga terdakwa harus menjalani rehabilitasi medis dan sosial selama 12 bulan terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

"Ketiga terdakwa menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial di rumah sakit ketergantungan obat atau RSKO Cibubur Jakarta Timur untuk menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial masing-masing selama 12 bulan," kata Jaksa dalam sidang.

"Barang bukti satu unit handphone Iphone 12 pro warna abu-abu kemudian satu unit handphone Oppo dirampas untuk negara. Kemudian satu buah sabu beserta alat hisap dirampas untuk dimusnahkan," sambungnya.

Hal yang memberatkan Nia

Hal yang memberatkan Nia yakni perbuatannya dinilai bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas narkotika.

"Perbuatan terdakwa merupakan public figure tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," kata JPU dalam membacakan tuntutan di depan Majelis Hakim.

Adapun hal yang meringankan tuntutan, Nia dan dua terdakwa lainnya telah mengakui dan menyesali perbuatan menggunakan barang haram tersebut.

"Hal yang meringankan, para terdakwa mengaku dan menyesali perbuatannya," lanjut jaksa.

JPU pun meminta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara Nia Ramdhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto untuk memutuskan bahwa ketiga terdakwa bersalah.

Ketiganya dinilai melakukan tindak pidana turut serta sebagai penyalahguna narkotika golongan satu bagi diri sendiri, sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 127 ayat 1 huruf A Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Nia menangis

Setelah jaksa membacakan tuntutan, majelis hakim pun mengajukan pertanyaan apakah para terdakwa bakal melakukan pembelaan terhadap tuntutan pidana.

Awalnya, sopir Nia yang bernama Zen menyerahkan pembelaan ke penasehat hukum. Sedangkan Nia meminta kepada majelis hakim untuk melontarkan pendapat, meski ditolak.

Sebelum berbicara, Nia pun sempat menerima sebuah tisu yang diberikan suami. Dia beberapa kali mengusap air mata.

"Boleh saya berpendapat?" kata Nia kepad majelis hakim.

Namun, itu ditolak majelis hakim. Majelis hakim meminta Nia dan kedua terdakwa lain hanya menjawab pertanyaan mengenai kesiapan melakukan pembelaan.

"Saya minta sikap saudara akan mengajukan pembelaan?" kata majelis hakim.

Mendengar kembali pertanyaan itu Nia sontak menjawab akan mengajukan pembelaan.

"Saya (melakukan pembelaan). Saya mau sedikit pembelaan," jawab Nia.

Hal yang sama juga disampaikan Ardi kepada majelis hakim berkait rencana menyampaikan pembelaan dirinya atas tuntutan rehabilitasi setahun.

"Iya (melakukan pembelaan) melalui penasihat hukum dan juga secara lisan," kata Ardi.

Tuntutan beda dengan Asesmen BNN

Nia mengaku kaget dituntut menjalani rehabilitasi selama 12 bulan, bersama Ardi dan Zen.

"Sedikit kaget karena hasil asesmen BNN kami dirujuk tiga bulan direhabilitasi tetapi barusan kami mendengar tuntutannya 12 bulan," kata Nia seusai

Nia mengaku tak mengetahui pasti dasar tuntutan jaksa mengenai waktu rehabilitasi yang mencapai waktu setahun itu.

Dia meminta keadilan, yakni divonis menjalani hukuman sesuai asesmen BNN.

"Saya tidak tahu atas dasar apa itu. Saya hanya berharap putusannya minggu depan kami bisa diperlakukan seperti yang lain juga. Kami bisa mendapatkan keadilan juga," kata Nia.

Nia menyatakan akan melakukan pembelaan pada sidang lanjutan yang dijadwalkan Kamis (30/12/2021) pekan depan.

"Karena saya tidak tahu atas dasar apa perbedaan itu dari BNN 3 bulan tiba-tiba dituntut 12 bulan. Mohon doa aja dari teman-teman semuanya. Kami akan melakukan pembelaan," kata Nia.

Adapun sidang kembali digelar Kamis, pekan depan. Sidang beragenda pembelaan atau pledoi dari para terdakwa.

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/12/24/08043451/nia-ramadhani-dituntut-setahun-rehabilitasi-dianggap-figur-publik-yang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyambut HUT ke-77 RI, Ancol Banjir Karnaval: Upacara di Dalam Air hingga Panggung Festival Musik

Menyambut HUT ke-77 RI, Ancol Banjir Karnaval: Upacara di Dalam Air hingga Panggung Festival Musik

Megapolitan
Tugu Monas Tutup, Hanya Kawasannya yang Dibuka pada 17 Agustus 2022

Tugu Monas Tutup, Hanya Kawasannya yang Dibuka pada 17 Agustus 2022

Megapolitan
HUT Ke-77 RI, Gubernur Anies Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Monas

HUT Ke-77 RI, Gubernur Anies Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Monas

Megapolitan
Asal-usul Wilayah Pegangsaan: Dugaan Jadi Tempat 'Angon' Angsa hingga Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945

Asal-usul Wilayah Pegangsaan: Dugaan Jadi Tempat "Angon" Angsa hingga Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945

Megapolitan
Ada Upacara 17 Agustus, Ruas Jalan di Kawasan Istana dan Monas Ditutup

Ada Upacara 17 Agustus, Ruas Jalan di Kawasan Istana dan Monas Ditutup

Megapolitan
17 Agustus 2022, Kawasan Monas Dibuka Kembali untuk Umum

17 Agustus 2022, Kawasan Monas Dibuka Kembali untuk Umum

Megapolitan
Saat Anies Sebut Program Hunian Jakarta Tak Hanya Rumah DP 0...

Saat Anies Sebut Program Hunian Jakarta Tak Hanya Rumah DP 0...

Megapolitan
HUT Ke-77 RI, Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Bendera di Monas

HUT Ke-77 RI, Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Bendera di Monas

Megapolitan
Politisi PDI-P Minta Guru yang Terlibat Kekerasan di SMKN 1 Jakarta Ditindak Tegas

Politisi PDI-P Minta Guru yang Terlibat Kekerasan di SMKN 1 Jakarta Ditindak Tegas

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG 17 Agustus 2022: Jabodetabek Cerah Berawan Pagi Ini

Prakiraan Cuaca BMKG 17 Agustus 2022: Jabodetabek Cerah Berawan Pagi Ini

Megapolitan
Riri Khasmita Divonis 13 Tahun, Pengacara: Pengadilan Salah Tembak Sasaran

Riri Khasmita Divonis 13 Tahun, Pengacara: Pengadilan Salah Tembak Sasaran

Megapolitan
Menyambut HUT Ke-77 RI, Wagub Riza: Jakarta Punya Sisi Historis Kota Perjuangan

Menyambut HUT Ke-77 RI, Wagub Riza: Jakarta Punya Sisi Historis Kota Perjuangan

Megapolitan
Hadiri Pelepasan Lari Lintas Juang SMA Labschool di TMP Kalibata, Wagub Riza: Ini Jadi Simbol Patriotisme

Hadiri Pelepasan Lari Lintas Juang SMA Labschool di TMP Kalibata, Wagub Riza: Ini Jadi Simbol Patriotisme

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengutil Cokelat di Alfamart Tangerang Mengaku Syok | Putri Mariana Akui Ibunya Mencuri Cokelat dan Sampo

[POPULER JABODETABEK] Pengutil Cokelat di Alfamart Tangerang Mengaku Syok | Putri Mariana Akui Ibunya Mencuri Cokelat dan Sampo

Megapolitan
Festival dan Konser Musik di Jakarta Agustus - September 2022

Festival dan Konser Musik di Jakarta Agustus - September 2022

Megapolitan
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.