Salin Artikel

Kilas Balik Mahasiswi Pembuang Anak ke Kali Ciliwung, Potong Tali Pusar Sendiri hingga Keluarga Terancam Diusir

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib malang masih menghantui keluarga Arman (50) yang kini tinggal di sebuat unit rusun di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Penyewaaan unit rusun selama tujuh tahun diputus oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta selaku pengelola.

Rentetan kemalangan itu dimulai sejak anaknya, MS (19), ditahan jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Timur.

Penyebabnya, MS ditetapkan jadi tersangka pembuangan bayi yang ditemukan warga di Kali Ciliwung, Kecamatan Jatinegara pada 1 Juni 2022 lalu.

Bayi perempuan dalam kantong plastik

Awal Juni lalu, warga Kampung Melayu dihebohkan dengan temuan bayi yang baru lahir di pinggir Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.

Bayi perempuan itu ditemukan sebelum banjir kiriman datang pada Rabu (1/6/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

Salah satu saksi mata, Nasrul, yang saat itu sedang berkumpul di sebuah pos jaga malam dihebohkan oleh temuan dari pencari ikan sapu-sapu.

"Ada pencari ikan sapu-sapu yang biasa menjaring di kali itu. Dia mendengar suara seperti kucing, tapi ragu," ujar Nasrul saat itu.

Setelah ditelusuri, sumber suara itu berasal dari plastik hitam. Tak disangka, ternyata isi plastik itu seorang bayi dengan luka di bagian hidung pada bayi tersebut.

Sempat ditolak puskesmas

Bayi yang ditemukan dalam plastik itu kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Jatinegara. Namun, pihak Puskesmas Kecamatan Jatinegara tidak mau menangani bayi tersebut.

Namun, hal itu dibantah Kepala Puskesmas Kecamatan Jatinegara Dara Pahlarini. Ia mengatakan tidak ada penolakan untuk menangani bayi yang dibawa warga setempat.

Dara hanya menyarankan agar bayi yang ditemukan dalam kondisi terluka dan kedinginan itu dibawa ke Rumah Sakit milik Kepolisian RI (Polri).

"Sebenarnya bukan menolak, tapi kami mencoba mengarahkan langsung dilakukan pemeriksaan oleh pihak kesehatan kepolisian," kata Dara saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (1/6/2022).

Dokter Umum Penanggung Jawab (PJ) Ruang Bersalin Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Riki, juga menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan penanganan karena terdapat unsur kriminal.

"Dilihat ada kemungkinan kriminal, maka dari petugas memberikan opsi arahan untuk ke RS fasilitas lengkap. Sekaligus yang bisa melakukan penanganan kemungkinan ke arah kriminal," tutur Riki.

Pelaku ternyata mahasiswi dan potong tali pusar sendiri

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Keolisian Resor Jakarta Timur Iptu Sri Yatmini menuturkan pelaku merupakan mahasiswi berinisial MS (19).

Awalnya, MS yang tinggal di Rusunawa Jatinegara Barat, merasakan mulas pada Selasa (31/5/2022) sekitar pukul 23.30 WIB. Ia kemudian pergi ke kamar mandi.

Namun beberapa saat berada di kloset jongkok unit Rusun di Kecamatan Jatinegara yang dihuninya, MS melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 1,5 kilogram.

"Yang bersangkutan melahirkan di kamar mandi. Kemudian katanya panik setelah melahirkan bayi itu, tali pusarnya dipotong sendiri," ujar Sri.

Pelaku kemudian membungkus bayi itu dengan daster dan plastik. Ia memesan ojek untuk pergi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Dalam perjalanan menuju RSCM, pelaku berniat membuang bayi itu. Setelah itu, pelaku menuju RSCM untuk berobat. Sri menyebutkan, pelaku mengalami pendarahan hebatdan harus dirawat di RSCM.

Dijerat pasal berlapis

Polisi pun menetapkan mahasiswi pembuang bayi di tepi Kali Ciliwung itu sebagai tersangka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Ahsanul Muqaffi mengatakan pelaku dijerat berlapis.

MS dijerat Pasal 306 dan atau 308 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Pasal 80 ayat 2 dan ayat 4 UU Perlindungan Anak.

"Tersangka sudah ditahan," ujar Muqaffi pada Selasa (7/6/2022).

Berujung pengusiran dari Rusun Jatinegara

Kasus pembuangan bayi MS di Kali Ciliwung pada 1 Juni 2022 pun berbuntut panjang.

Orang tua pembuang bayi di Kali Ciliwung, Jakarta Timur, Arman (50) dan istri, sedang kalut lantaran terancam angkat kaki dari tempat tinggal mereka, unit rusun di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kini, sejumlah penghuni rumah susun (Rusun) di Kecamatan Jatinegara tempat MS tinggal meminta pihak keluarganya diusir karena dianggap mengganggu kenyamanan warga rusun.

Kepala UPRS Wilayah I, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Dwiyanti Chotifah mengatakan, permintaan ini dilayangkan warga ke pihaknya sejak pertengahan Juni 2022.

"Banyak warga Rusun yang WA (WhatsApp) ke saya. Minta pertanggungjawaban sebagai pengelola, karena ini kasus kriminal," kata Dwiyanti.

Merujuk keterangan anggota Polres Metro Jakarta Timur yang hadir dalam pertemuan dengan pihak pengelola Rusun, Arman mengatakan unit Rusun bukan termasuk tempat kejadian perkara.

Sehingga anggota Polres Metro Jakarta Timur menilai tidak kaitan sewa rusun dengan kasus MS, serta meminta pihak pengelola Rusun mempertimbangkan keputusan mengusir keluarga Arman.

"Kami diberi waktu sampai tanggal 15 Juli 2022. Andaikan saya tidak menyerahkan di tanggal 15 Juli nanti kami akan didatangi oleh pihak pengelola untuk memaksa keluarga saya keluar," lanjut Arman.

(Penulis : Nirmala Maulana Achmad)

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/07/04/10111551/kilas-balik-mahasiswi-pembuang-anak-ke-kali-ciliwung-potong-tali-pusar

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Giring Ganesha Pilu Dengar Kabar Murid SDN Pondok Cina 1 Terpaksa Belajar di Lapangan

Giring Ganesha Pilu Dengar Kabar Murid SDN Pondok Cina 1 Terpaksa Belajar di Lapangan

Megapolitan
Main HP Saat Terjebak Macet di Gambir, Sopir Taksi 'Online' Dijambret

Main HP Saat Terjebak Macet di Gambir, Sopir Taksi "Online" Dijambret

Megapolitan
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Tangerang Siang Ini

BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Tangerang Siang Ini

Megapolitan
Eks Plt Gubernur DKI Ingatkan Pj Sekda Hanya Pejabat Sementara, Maksimal 6 Bulan Menjabat

Eks Plt Gubernur DKI Ingatkan Pj Sekda Hanya Pejabat Sementara, Maksimal 6 Bulan Menjabat

Megapolitan
Tersangka Ngaku Hanya Ngobrol Saat Ajak Perempuan 11 Tahun ke Hotel Kawasan Tambora, Hasil Visum Berkata Lain

Tersangka Ngaku Hanya Ngobrol Saat Ajak Perempuan 11 Tahun ke Hotel Kawasan Tambora, Hasil Visum Berkata Lain

Megapolitan
Aniaya Pacar yang Dihamilinya, Anggota Polres Kepulauan Seribu Dinyatakan Langgar Kode Etik

Aniaya Pacar yang Dihamilinya, Anggota Polres Kepulauan Seribu Dinyatakan Langgar Kode Etik

Megapolitan
Polisi Belum Bisa Pastikan Jenis Senjata dalam Aksi 'Koboi' di Kebayoran Lama

Polisi Belum Bisa Pastikan Jenis Senjata dalam Aksi "Koboi" di Kebayoran Lama

Megapolitan
Polisi Kembali Tegur Road Bike yang Gowes di Luar Jalur Sepeda

Polisi Kembali Tegur Road Bike yang Gowes di Luar Jalur Sepeda

Megapolitan
Giring Ganesha Hibur Murid SDN Pondok Cina 1 dengan 'Laskar Pelangi'

Giring Ganesha Hibur Murid SDN Pondok Cina 1 dengan "Laskar Pelangi"

Megapolitan
Cerita Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kaget, Nangis, Kini Sudah 'Move On' dan Sibuk Kirim CV

Cerita Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kaget, Nangis, Kini Sudah "Move On" dan Sibuk Kirim CV

Megapolitan
Eks Plt Gubernur DKI: Ibarat Rumah Tangga, Sekda dan Heru Budi Harus Saling Melengkapi

Eks Plt Gubernur DKI: Ibarat Rumah Tangga, Sekda dan Heru Budi Harus Saling Melengkapi

Megapolitan
Posisi Sekda DKI Dilelang, PDI-P Harap Tak Ada Rangkap Jabatan

Posisi Sekda DKI Dilelang, PDI-P Harap Tak Ada Rangkap Jabatan

Megapolitan
Hasil Visum: Ada Luka pada Alat Vital Bocah 11 Tahun Korban Pencabulan di Tambora

Hasil Visum: Ada Luka pada Alat Vital Bocah 11 Tahun Korban Pencabulan di Tambora

Megapolitan
Detik-detik Penyelamatan 2 Pria yang Tenggelam Dalam Mobil di Sungai Cengkareng

Detik-detik Penyelamatan 2 Pria yang Tenggelam Dalam Mobil di Sungai Cengkareng

Megapolitan
Ponsel Pedagang Nasi Goreng di Cikarang Dirampas Begal Bercelurit

Ponsel Pedagang Nasi Goreng di Cikarang Dirampas Begal Bercelurit

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.