Salin Artikel

Cerita Orangtua Korban Pengeroyokan Siswa SMAN 70, Berani Melapor untuk Beri Efek Jera

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami siswa junior oleh enam senior di SMAN 70, Jakarta Selatan yang terjadi pada Mei 2022, berujung damai.

Kini, enam pelaku yang sebelumnya ditangkap dan ditahan setelah ditetapkan tersangka oleh Polres Metro Jakarta Selatan, dibebaskan.

Terkait kasus itu, orangtua korban T, Noviani mengatakan, pelaporan kasus penganiayaan yang dialami putranya ke polisi itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para siswa yang melakukan.

"Memang kami bikin laporan, tujuannya salah satu agar semua melek mata," ujar Noviani saat konferensi pers yang digelar di kantor kuasa hukumnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022).

Noviani pun sempat berurai air mata saat mengungkapkan kasus yang dialami putranya itu.

Ia berharap, kasus penganiayaan yang dialami oleh putranya itu menjadi pelajaran bagi setiap siswa khususnya bagi orangtua pelajar di SMAN 70 Jakarta.

Ia berharap para siswa apabila mengalami penganiayaan atau perundungan dari para siswa senior untuk tidak takut melapor baik ke pihak sekolah maupun orangtua untuk dilanjutkan ke tingkat pihak berwajib.

"Dari pelajar sendiri, Dari senior-seniornya juga agar jangan takut untuk melaporkan kalau ada hal-hal seperti ini, perundungan, intimidasi, pengeroyokan atau palak memalak," ucap Noviani.

"Jadi dengan kejadian ini kami menympaikan pesan bahwa ketika anak-anak mendapat hal seperti ni, jangan takut untuk melapor. Kan pihak sekolah tidak akan tau kalau tidak ada laporan," ucap Noviani.

Untuk diketahui, perdamaian kasus itu terjadi setelah ibu korban berinisial T, Noviani telah menerima permohonan maaf para orangtua pelaku dengan beberapa catatan.

Noviani mengatakan, proses perdamaian atas kasus yang dialami putranya itu sebelumnya telah dibahas dengan matang dengan kuasa hukum serta suaminya.

Dalam pembahasan itu diputuskan bahwa kasus tersebut bisa diselesaikan keadilan restoratif dengan catatan para orangtua pelaku membayar kompensasi.

Adapun uang kompensasi tersebut disalurkan ke enam yayasan yang berada di kawasan Jakarta, Depok, Bekasi, Bandung dan Malang Jawa Timur.

"Mereka membayar kompensasi walaupun itu tidak untuk kami. Jadi atas dasar hati, tidak sampai hati untuk menempatkan mereka ke tahanan sesungguhnya. Karena kan ketika mereka di sana otomatis mereka tidak bisa kuliah," ucap Noviani.

Kuasa hukum keluarga korban, Rully Arif Prabowo mengatakan uang kompensasi yang dibayarkan masing-masing para keluarga pelaku sebesar Rp 70.022.000 hingga total mencapai Rp 420.132.000.

"Mekanisme perdamaian itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian perdamaian oleh para pihak dan disaksikan pihak kepolisian dan para lawyer masing-masing pihak. Terpenuhi sejumlah komitmen itu," ucap Rully.

Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya menangkap dan menetapkan 6 orang sebagai tersangka pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta.

Peristiwa pengeroyokan siswa junior oleh senior itu terjadi pada Mei 2022.

Satu tersangka bernama Damara Altaf Alawdin alias Mantis (18) sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

Polisi menyebutkan korban pengeroyokan merupakan adik kelas para pelaku di SMAN 70 Jakarta.

Adapun motif pengeroyokan ini diduga karena persoalan senioritas di sekolah tersebut.

https://megapolitan.kompas.com/read/2022/08/15/19594451/cerita-orangtua-korban-pengeroyokan-siswa-sman-70-berani-melapor-untuk

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang 'Gowes' di Luar Jalur Sepada Sudirman

Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang "Gowes" di Luar Jalur Sepada Sudirman

Megapolitan
BPBD DKI: 9 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob pada 6-13 Desember 2022

BPBD DKI: 9 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Banjir Rob pada 6-13 Desember 2022

Megapolitan
Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar

Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar, 1 Balita Alami Luka Bakar

Megapolitan
Peringatan Dini Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Siang Ini

Peringatan Dini Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Kota Tangerang Siang Ini

Megapolitan
Gas Kompor Tukang Nasi Goreng Bocor, Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar

Gas Kompor Tukang Nasi Goreng Bocor, Rumah dan Ruko di Pesanggrahan Terbakar

Megapolitan
PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Bioskop Boleh Tampung 100 Persen Kapasitas

PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Bioskop Boleh Tampung 100 Persen Kapasitas

Megapolitan
Ada 308 Kasus HIV/AIDS di Tangsel sejak Januari 2022, Lokasi Perawatan Ditambah

Ada 308 Kasus HIV/AIDS di Tangsel sejak Januari 2022, Lokasi Perawatan Ditambah

Megapolitan
Temuan 'Buli-buli' dalam Rumah Memperkuat Dugaan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres karena Ritual

Temuan "Buli-buli" dalam Rumah Memperkuat Dugaan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres karena Ritual

Megapolitan
Cek Bahan Pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi: Pasokan Aman hingga Maret 2023

Cek Bahan Pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi: Pasokan Aman hingga Maret 2023

Megapolitan
Tanggul Pulau Pramuka Roboh, Petugas Gunakan Alat Sederhana untuk Perbaiki

Tanggul Pulau Pramuka Roboh, Petugas Gunakan Alat Sederhana untuk Perbaiki

Megapolitan
Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Gunakan Narkoba, Bupati Sebut Akan Diganti

Anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Gunakan Narkoba, Bupati Sebut Akan Diganti

Megapolitan
Sambangi Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Cek Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Sambangi Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Cek Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Megapolitan
Polisi Langsung Tutup Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres jika Tak Ada Unsur Pidana

Polisi Langsung Tutup Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres jika Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Nasib Malang Balita Tewas di Tangan Pacar Ibunya karena Menangis dan BAB Sembarangan

Nasib Malang Balita Tewas di Tangan Pacar Ibunya karena Menangis dan BAB Sembarangan

Megapolitan
Polisi Temukan 'Buli-buli' di Rumah Sekeluarga Tewas di Kalideres, Dipakai untuk Ritual

Polisi Temukan "Buli-buli" di Rumah Sekeluarga Tewas di Kalideres, Dipakai untuk Ritual

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.