Kondisi Korban Perkosaan di Jalan Pramuka Belum Stabil

Kompas.com - 24/06/2013, 19:06 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS.COM.JAKARTA — Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur Muhammad Soleh mengatakan, polisi masih kesulitan dalam menyelidiki kasus pemerkosaan terhadap seorang karyawati berusia 31 tahun di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Polisi masih belum bisa menemui korban untuk pemeriksaan lanjutan.

Soleh mengatakan, kondisi korban masih belum stabil sehingga belum bisa diperiksa secara langsung. "Kami tidak boleh bertemu korban untuk keterangan penyelidikan karena dilarang suaminya untuk menengok korban karena kondisi korban tidak stabil," ujarnya saat ditemui Kompas.com di ruangan kerjanya, Senin (24/06/2013).

Meskipun demikian, polisi tetap menindaklanjuti kasus ini secara serius. Soleh mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari bukti baru dan saksi mata di lokasi saat kejadian. Ia menjamin bahwa polisi segera membuat sketsa wajah pelaku.

"Pasti akan kami buat sketsa wajah pelaku untuk memudahkan mencari pelaku. Kita masih menyelidiki karena saksi tidak ada, cuma korban," katanya.

Korban MC (31) dianiaya dan diperkosa di sebuah gang samping halte bus Jalan Pramuka, tepatnya di dekat gedung Lembaga Indonesia Amerika (LIA) Matraman, Jakarta Timur, Kamis (20/6/2013) petang. Berdasarkan keterangan korban waktu itu, lokasi kejadian saat itu sangat sepi. Korban baru saja pulang dari tempatnya bekerja, tak jauh di lokasi tersebut, secara tiba-tiba disergap seorang pria, lalu dianiaya dan diperkosa. Korban mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. (Rahmat Patutie, mahasiswa magang)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X