Kompas.com - 25/06/2013, 17:27 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/6/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/6/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta agar kenaikan tarif angkutan umum diiringi dengan peremajaan kendaraan. Ia juga berharap agar kenaikan tarif angkutan cukup diangka 10 persen saja.

"Kita prinsipnya cuma mau naik 10 persen. Tetapi kalaupun naik, ya kami hanya minta pada pengusaha angkutan umum untuk memperbaharui angkutan mereka. Mau minta 30 persen boleh saja, tapi perbaiki dulu angkutannya," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Basuki mengatakan, dengan peremajaan itu, angkutan umum diharapkan dapat terintegrasi dengan bus transjakarta. Hal ini seperti terjadi pada kendaraan Kopaja AC yang sudah terintegrasi dengan transjakarta. Dengan demikian, penumpang yang menggunakan kopaja AC bisa menyambung menggunakan transjakarta secara gratis karena telah disubsidi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Anda cuma minta naik 30 persen kan? Bayangin kalau jadi kayak kopaja terintegrasi ke busway. Jadi berapa? Rp 5.000, naik 150 persen! Artinya, orang yang naik kopaja bisa menyambung transjakarta secara gratis karena kami subsidi," ujar Basuki.

Meski demikian, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku belum mendapatkan laporan tentang hasil rapat pleno dari organisasi angkutan darat (Organda) DKI Jakarta terkait usulan Organda atas kenaikan tarif angkot. Hari ini Organda telah menyampaikan usulannya untuk menaikkan tarif angkutan umum di Jakarta sebesar 30 persen dari tarif saat ini. Usulan itu akan dibahas bersama Pemprov DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta sebelum diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cerita Anak 6 Tahun Usai Disetubuhi Tukang Siomay, Celana Dalam Dicuci Pelaku, Airnya Diminum

    Cerita Anak 6 Tahun Usai Disetubuhi Tukang Siomay, Celana Dalam Dicuci Pelaku, Airnya Diminum

    Megapolitan
    UPDATE 29 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 77,9 Persen

    UPDATE 29 Januari: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 77,9 Persen

    Megapolitan
    UPDATE 29 Januari: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 5.765 Orang

    UPDATE 29 Januari: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 5.765 Orang

    Megapolitan
    Bocah 6 Tahun di Jagakarsa Disetubuhi Tukang Siomay

    Bocah 6 Tahun di Jagakarsa Disetubuhi Tukang Siomay

    Megapolitan
    Kelenteng Petak Sembilan Rayakan Imlek Tanpa Kembang Api dan Barongsai Sejak Pandemi

    Kelenteng Petak Sembilan Rayakan Imlek Tanpa Kembang Api dan Barongsai Sejak Pandemi

    Megapolitan
    Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Garasi Rumah di Cilandak

    Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Garasi Rumah di Cilandak

    Megapolitan
    Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Tersangka Ayu Thalia Dibawa ke Kejaksaan Pekan Depan

    Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik dengan Tersangka Ayu Thalia Dibawa ke Kejaksaan Pekan Depan

    Megapolitan
    Ketiga Jenazah Korban Kebakaran di Tebet Telah Diurus Keluarga

    Ketiga Jenazah Korban Kebakaran di Tebet Telah Diurus Keluarga

    Megapolitan
    Penyebab Kebakaran di Tebet Belum Bisa Dipastikan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

    Penyebab Kebakaran di Tebet Belum Bisa Dipastikan, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

    Megapolitan
    Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Petak Sembilan Batasi Kapasitas Pengunjung 50 Persen

    Jelang Perayaan Imlek, Kelenteng Petak Sembilan Batasi Kapasitas Pengunjung 50 Persen

    Megapolitan
    BOR Capai 54 Persen, Tempat Isolasi Terpusat di Jakarta Harus Diperbanyak

    BOR Capai 54 Persen, Tempat Isolasi Terpusat di Jakarta Harus Diperbanyak

    Megapolitan
    Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Kakek 89 Tahun, Total Ada 6 Tersangka

    Polisi Kembali Tangkap Satu Pengeroyok Kakek 89 Tahun, Total Ada 6 Tersangka

    Megapolitan
    Kebakaran 4 Rumah di Tebet Tewaskan 3 Orang, Korban Sempat Dibangunkan Tetangga

    Kebakaran 4 Rumah di Tebet Tewaskan 3 Orang, Korban Sempat Dibangunkan Tetangga

    Megapolitan
    Masyarakat Diminta Tidak Anggap Enteng Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron

    Masyarakat Diminta Tidak Anggap Enteng Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron

    Megapolitan
    514.910 Orang di DKI Jakarta Sudah Dapat Vaksin Booster Covid-19

    514.910 Orang di DKI Jakarta Sudah Dapat Vaksin Booster Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.